Besaran Zakat Penghasilan yang Wajib Dibayarkan Umat Islam

Besaran Zakat Penghasilan yang Wajib Dibayarkan Umat Islam

Kristina - detikHikmah
Rabu, 14 Des 2022 12:15 WIB
Counting money
Ilustrasi besaran zakat penghasilan yang dikeluarkan umat Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi
Jakarta - Zakat penghasilan termasuk salah satu jenis zakat mal yang wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nisabnya. Besarannya telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 dan diubah melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019.

Peraturan tersebut mengatur tentang syariat dan tata cara perhitungan zakat mal dan zakat fitrah serta pendayagunaan zakat usaha produktif. Ketentuan lebih detailnya juga diatur dalam SK Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tentang nisab zakat.

Pengertian Zakat Penghasilan

Mengutip buku Zakat Fitrah dan Zakat Profesi karya Hafidz Muftisany, zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan berdasarkan harta yang didapat oleh seseorang karena dia mendapatkan harta dari pekerjaan yang digelutinya.

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), penghasilan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Zakat penghasilan juga dikenal dengan zakat pendapatan dan jasa. Yusuf Al-Qaradawi dalam Kitab Fiqhuz Zakah-nya dan Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menggunakan istilah zakatu kasb al-amal wa al-mihan alhurrah atau zakat atas penghasilan kerja dan profesi bebas untuk menyebut jenis zakat ini.

Perintah untuk mengeluarkan zakat penghasilan ini termaktub dalam Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 267. Allah SWT berfirman,

...يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu..."

Nisab dan Kadar Zakat Penghasilan

Nisab zakat penghasilan senilai 85 persen gram emas. Adapun, kadar zakat pendapatan dan jasa senilai 2,5 persen. Ketentuan ini termuat dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Syariat dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah Serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif.

Menurut SK BAZNAS Nomor 22 Tahun 2022 tentang Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa, nisab zakat penghasilan yang senilai 85 gram emas tersebut setara dengan Rp 79.292.978 per tahun atau Rp 6.607.748 per bulan.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Cara menghitung zakat penghasilan dapat dilakukan dengan mengalikan 2,5 persen dengan jumlah penghasilan dalam 1 bulan. Contohnya apabila penghasilannya Rp 10 juta per bulan maka cara menghitungnya sebagai berikut,

2,5% x Rp 10.000.000 = Rp 250.000 per bulan.

Apabila profesi yang dijalankan tidak menghasilkan pendapatan yang tetap dan pendapatan dalam 1 bulannya tidak mencapai nisab, maka hasil pendapatannya selama 1 tahun dikumpulkan baru dihitung. Kemudian, zakat baru ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah mencukupi nisab.

Cara Membayar Zakat Penghasilan

Pembayaran zakat penghasilan ini dapat dilakukan melalui amil zakat resmi, seperti BAZNAS. Melansir situs BAZNAS, dalam praktiknya zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nisab per bulannya setara dengan seperduabelas dari 65 gram emas dengan kadar 2,5 persen.

"Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut," jelas BAZNAS dalam situsnya, seperti dikutip, Rabu (14/12/2022).

Pembayaran zakat penghasilan dapat melalui BAZNAS dengan cara transfer via rekening BAZNAS dan lakukan konfirmasi untuk mendapatkan Bukti Setor Zakat (BSZ) sebagai pengurang pajak (PTKP).

Simak Video "Ganjar Dihujani Kritik soal Bantuan Berlogo Baznas, PDIP: Itu Politisasi!"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)