8 Orang yang Berhak Menerima Zakat seperti Tercantum dalam Al-Qur'an

8 Orang yang Berhak Menerima Zakat seperti Tercantum dalam Al-Qur'an

Kristina - detikHikmah
Jumat, 02 Des 2022 15:15 WIB
Sejumlah warga menunggu giliran pembagian zakat oleh panitia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (4/6/2019). Pembagian zakat ini dibarengi dengan menu berbuka puasa bersama terakhir di masjid Istiqlal.
Ilustrasi orang yang berhak menerima zakat seperti tercantum dalam Al-Qur'an. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Orang yang berhak menerima zakat tercantum dalam Al-Qur'an surah At Taubah ayat 60. Menurut ayat tersebut, asnaf atau penerima zakat terdiri dari delapan golongan.

Perintah mengeluarkan zakat sendiri termaktub dalam sejumlah ayat Al-Qur'an. Salah satunya dalam surah Al Baqarah ayat 110.

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan."

Menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqhul Islam Wa Adillatuhu Juz 3, dasar mengenai kewajiban zakat ini bersandar pada kitabullah, sunnah Rasulullah SAW, dan ijma' umat Islam. Kewajiban zakat ini dilakukan di Madinah pada bulan Syawal tahun kedua hijriyah.

8 Orang yang Berhak Menerima Zakat Menurut Surah At Taubah Ayat 60

Orang yang berhak menerima zakat seperti tercantum dalam Al-Qur'an surah At Taubah ayat 60 adalah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab , gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Allah SWT berfirman,
۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Menurut arsip detikHikmah, fakir adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa sehingga membuatnya tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya, sedangkan miskin adalah orang yang memiliki harta, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Adapun, amil adalah orang yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Kemudian, mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariahnya.

Selanjutnya, riqab adalah budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri sendiri. Lalu, gharimin adalah orang yang harus berutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Sementara itu, fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah SWT, seperti berdakwah, jihad, dan semacamnya.

Terakhir, ibnu sabil, yakni orang yang kehabisan bekal saat berada dalam perjalanan ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut buku Seputar Fi Sabilillah dan Seputar Ibnu Sabil karya Abdul Bakir, para ulama mendefinisikan ibnu sabil sebagai orang yang terputus dari hartanya, baik di luar negerinya maupun di dalam negerinya atau melewatinya.

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)