Doa Ijab Qabul Zakat Fitrah, Apakah Harus Dilisankan?

Doa Ijab Qabul Zakat Fitrah, Apakah Harus Dilisankan?

Rahma Harbani - detikHikmah
Selasa, 08 Nov 2022 15:15 WIB
Ilustrasi Zakat
Ilustrasi. Ini bacaan doa ijab qabul zakat. (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Ijab dan qabul antara muzakki (pemberi) dan mustahik (penerima) zakat menjadi penyempurna dalam penunaian zakat. Biasanya, ijab qabul zakat diperantarai oleh seorang amil zakat.

Ijab sendiri adalah pernyataan dalam penyerahan zakat fitrah oleh muzakki. Sementara, qabul adalah ucapan penerimaan zakat oleh mustahik. Di sinilah tugas amil zakat mempertemukan kebutuhan keduanya, yakni mendoakan muzakki sebagai wakil mustahik

"Setiap transaksi (zakat) harus ada ijab dan qabulnya, baik secara tegas maupun tersirat," tulis Quraish Shihab dalam bukunya Mistik, Seks, dan Ibadah.

Quraish Shihab berpendapat, penyerahan dan penerimaan zakat tanpa ucapan juga sudah dapat dinilai sebagai ijab dan qabul yang tersirat. Keterangan ini dilandaskan dari tidak adanya lafal ijab dan qabul khusus yang diajarkan Rasulullah SAW dalam serah terima zakat tersebut.

Bahkan, ada pula pendapat yang menyebutkan, ijab dan qabul sudah dianggap cukup dan sah selama proses penyerahan zakat diniati oleh muzakki kepada mustahik. Sementara amil zakat mencatat mencatat penerimaan zakat tersebut.

"Andaikata tidak dicatat pun dan langsung diterima maka hal itu juga tidak masalah," tulis Abah H. Jamhari bin Kasman dalam buku Cara Mudah Bertasawuf.

Meski demikian, mengucapkan doa ijab qabul zakat tidak lantas menjadi sebuah larangan. Bagi muslim yang masih merasa perlu melafalkannya dalam lisan dapat membaca doa ijab qabul zakat berikut ini.

Doa Ijab Qabul Zakat

1. Doa Ijab

Orang yang mengeluarkan zakat mengucapkan ijab dengan membaca:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاة الفِطْر فَرْضًا لله تَعَالى

Bacaan latin: Nawaitu an akhrija zakata al fithri fardhan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat harta atau zakat fitrah fardhu karena Allah Ta'ala,"

2. Doa Qabul

Orang yang menerima zakat mengucapkan qabul dengan membaca

آجَرَكَ اللَّهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ

Bacaan latin: Ajarakallahu fima a'thaita wa ja'alahu laka thahuran wa baraka laka fima abqaita

Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan menjadikannya pembersih bagimu, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan,'

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap muslim pada bulan Ramadan, khususnya menjelang Idul Fitri. Besaran zakat fitrah setiap orang adalah satu sha' atau sekitar 2,5 kilogram makanan pokok.

عَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: - فَرَضَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ اَلْفِطْرِ, صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ: عَلَى اَلْعَبْدِ وَالْحُرِّ, وَالذَّكَرِ, وَالْأُنْثَى, وَالصَّغِيرِ, وَالْكَبِيرِ, مِنَ اَلْمُسْلِمِينَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ اَلنَّاسِ إِلَى اَلصَّلَاةِ - مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Artinya: "Dari Ibnu Umar RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha' kurma atau satu sha' gandum bagi setiap budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa dari kalangan muslimin. Rasulullah SAW memerintahkan pembayarannya sebelum orang-orang keluar rumah untuk salat Id," (HR Bukhari dan Muslim).

Menurut mazhab Syafi'i, urutan mengeluarkan zakat fitrah dimulai dari diri sendiri, lalu istri, anak yang belum baligh, ayah, ibu, kemudian anaknya yang sudah baligh. Bila masih memiliki kelebihan rezeki, disunahkan mengeluarkan zakat fitrah untuk para pembantu, pegawai, atau keluarga besarnya.

Sebagai bentuk menunaikan kewajiban, sudah sepatutnya dilakukan dengan cara yang tepat termasuk seperti, memerhatikan bacaan doa ijab qabul zakat.

Simak Video "Raut Bahagia Kaesang-Erina setelah Resmi Menikah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)