Sedekah Jariyah, Amal yang Tak Terputus Meski Telah Meninggal Dunia

Sedekah Jariyah, Amal yang Tak Terputus Meski Telah Meninggal Dunia

Kristina - detikHikmah
Selasa, 25 Okt 2022 16:30 WIB
sedekah
Ilustrasi sedekah jariyah sebagai amal yang tidak terputus meski telah meninggal dunia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Heru Anggara
Jakarta - Rasulullah SAW dalam salah satu hadits bersabda mengenai tiga jenis amal yang tidak terputus meski telah meninggal dunia. Satu di antaranya adalah sedekah jariyah.

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali dari tiga sumber: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim)

Menurut buku Quran Hadits karya Asep B.R, maksud dari sedekah jariyah adalah memberikan harta atau benda dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum secara terus-menerus.

Mansur Abdul Hakim menjelaskan dalam al-Tadawa wa al-Syifa' bi al-Shadaqah wa al-Infaq fi Sabil Allah, ada sejumlah sarana untuk menanamkan sedekah jariyah. Pertama, memberi minum dan menggali sumur, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sedekah terbaik adalah memberi minum." (HR Bukhari dan Muslim)

Kedua, ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa memberi makan juga termasuk sedekah jariyah. Ketika ditanya kebaikan dalam Islam, Rasulullah SAW menjawab,

"Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan tidak kau kenal." (HR Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa'i)

Sarana sedekah jariyah lainnya adalah membangun masjid, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang membangun masjid demi mengharap ridho Allah, maka Allah akan membuatkan rumah di surga untuknya." (HR Bukhari dan Muslim)

Al Mundziri meriwayatkan dalam al-Targhib wa al-Tarhib dari Jabir, "Orang yang menggali sumur kemudian airnya diminum oleh makhluk yang kepanasan, baik itu jin, manusia ataupun burung, maka Allah akan memberinya balasan pada hari kiamat. Orang yang membuat masjid meskipun hanya sebesar sangkar burung atau bahkan lebih kecil lagi, maka Allah akan membuatkan rumah di surga."

Keempat, membantu membiayai pengembangan ilmu pengetahuan, menerbitkan buku, membangun asrama bagi anak yatim, gelandangan, dan sebagainya. Hal ini bersandar pada sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Amal saleh dan kebaikan seorang mukmin yang tetap lestari setelah kematiannya adalah ilmu yang diamalkan dan disebarkan, anak saleh yang ditinggalkan, buku yang diwariskan, masjid yang dibangun, rumah yang didirikan untuk ibnu sabil, saluran air yang dialirkan, atau sedekah yang ia keluarkan sewaktu masih sehat ketika masih hidup. Sedekah ini akan tetap lestari setelah ia meninggal." (HR Ibnu Majah)

Sedekah jariyah termasuk perbuatan yang mulia. Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang di atas itu adalah tangan yang membelanjai dan tangan yang di bawah itu adalah tangan meminta." (HR Muttafaq 'Alaih)

Simak Video "Remaja di Jambi Diamuk Warga Usai kepergok Curi Kotak Amal Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)