Keutamaan Sedekah dalam Keadaan Sehat dan Kikir

Keutamaan Sedekah dalam Keadaan Sehat dan Kikir

Kristina - detikHikmah
Selasa, 04 Okt 2022 12:09 WIB
sedekah
Ilustrasi sedekah dalam keadaan sehat dan kikir. Foto: Shutterstock
Jakarta - Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya menyebut keutamaan sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang sehat dan kikir. Sedekah dalam kondisi tersebut adalah yang paling besar pahalanya.

Keutamaan sedekah tersebut termaktub dalam Shahih Muslim bagian Kitab Zakat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?"

Beliau menjawab, "Kamu bersedekah pada waktu sehat dan kikir; takut fakir dan ingin kaya. Janganlah engkau tunda sedekah hingga ruh telah sampai di tenggorokanmu, lalu engkau berkata, 'Untuk si fulan sekian dan si fulan sekian,' ingatlah yang itu sudah menjadi milik si fulan." (HR Muslim)

Dalam riwayat yang lain dikatakan, sedekah memiliki keutamaan yang mulia apabila dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Orang yang bersedekah dengan cara ini kelak akan mendapatkan naungan Allah SWT.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di bawah naungan arasy-Nya, pada hari yang tak ada naungan, kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil; pemuda yang mempergunakan masa mudanya dalam beribadah kepada Tuhannya; seseorang yang hatinya bergantung di masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka yang berkumpul dan berpisah karena Allah; seorang laki-laki yang digoda perempuan cantik dan mempunyai kedudukan, tetapi dia menjawab, 'Sesungguhnya, saya takut kepada Allah'; seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui pemberian tangan kanannya; dan seseorang yang ingat kepada Allah dalam keadaan sendirian, lalu kedua matanya bercucuran air mata." (HR Muslim)

Allah SWT juga menyukai hamba-Nya yang menyedekahkan hartanya tanpa diketahui orang lain. Sebagaimana Dia berfirman:

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ٢٧١

Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS Al Baqarah : 271)

Allah SWT juga berfirman,

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui."

Keutamaan Sedekah untuk Kebaikan Akhirat

Masih banyak keutamaan sedekah lainnya, khususnya untuk kebaikan akhirat. Salah satunya dapat menjaga dari siksa api neraka.

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثَلَاثًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya: "Dari Adi bin Hatim mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Jagalah diri kalian dari api neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma." Kemudian beliau berpaling dan menyingkir, kemudian beliau bersabda lagi: "Jagalah diri kalian dari neraka", kemudian beliau berpaling dan menyingkir (tiga kali) hingga kami beranggapan bahwa beliau melihat neraka itu sendiri, selanjutnya beliau bersabda: "Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma, kalaulah tidak bisa, lakukanlah dengan ucapan yang baik." (HR Bukhari)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai keutamaan sedekah, ketika amal manusia saling membanggakan diri, sedekah berkata "Aku adalah amal kalian yang paling utama. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim.

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)