Surah At Taubah Ayat 60 tentang 8 Golongan Mustahik Zakat

Surah At Taubah Ayat 60 tentang 8 Golongan Mustahik Zakat

Rahma Harbani - detikHikmah
Selasa, 04 Okt 2022 11:24 WIB
Al-quran
Ilustrasi surah At Taubah ayat 60. (Getty Images/iStockphoto/Husam Cakaloglu)
Jakarta - Surah At Taubah ayat 60 menjelaskan tentang 8 golongan yang termasuk dalam mustahik atau penerima zakat. Surah ini menjadi acuan dan pedoman penting bagi muslim dalam mengamalkan zakat.

Surah yang ke-9 dalam susunan mushaf Al Quran ini termasuk dalam golongan Madaniyyah. Dinamakan At Taubah karena mengandung pengulangan kata taubat dalam berbagai bentuk, termasuk bentuk sifat Allah SWT yang Maha Menerima Taubat.

Salah satu ayatnya yakni ayat 60 menjelaskan tentang pedoman dalam berzakat. Berikut bunyi bacaan surah At Taubah ayat 60,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Melansir tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama (Kemenag), delapan golongan mustahik zakat yang dimaksud dalam surah At ini ditetapkan Allah SWT berdasarkan urgensinya masing-masing. Berikut daftar kedelapan golongan yang dimaksud.

8 Golongan Mustahik Zakat dalam Surah At Taubah Ayat 60

1. Orang fakir adalah orang yang mempunyai harta dan mata pencaharian yang tidak mencukupi dan tidak meminta-minta. Menurut tafsir Ibnu Katsitr, golongan ini disebutkan lebih dahulu sebab dianggap lebih memiliki urgensi dibanding golongan lainnya.

"Sesungguhnya kaum fakir miskin disebutkan lebih dahulu dalam ayat ini daripada golongan yang lain, karena mereka lebih memerlukannya ketimbang golongan lain, menurut pendapat yang terkenal, juga mengingat hajat dan keperluan mereka yang sangat mendesak," tulis Ibnu Katsir.

2. Orang miskin adalah mereka yang mempunyai harta atau mata pencaharian tetapi tidak mencukupi kebutuhan sehingga meminta-minta merendahkan harga diri.

3. Amil zakat atau orang-orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan, mengurus, dan menyimpan harta zakat. Mereka pula yang bertugas mengumpulkan atau menyimpan harta zakat sebagai bendahara, pengatur administrasi pembukuan, penerimaan maupun pembagian (penyaluran).

4. Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah. Namun pada zaman nabi, mualaf yang dimaksud adalah orang yang perlu dihibur hatinya agar masuk Islam, orang-orang yang dikhawatirkan memusuhi dan mengganggu kaum muslimin, ataupun orang yang diharapkan memberi bantuan kepada kaum muslimin. Berikut selengkapnya:

  • Golongan orang-orang kafir yang berpengaruh dan diharapkan (masuk Islam) sebagaimana perlakuan Nabi Muhammad SAW terhadap shafwan bin Umayah pada ketika penaklukan kota Mekah.
  • Golongan orang-orang kafir yang miskin kemudian masuk Islam untuk meneguhkan iman mereka.
  • Golongan muslimin yang mendiami daerah perbatasan dengan orang kafir. Mereka ini diberi zakat karena diharapkan kewaspadaan mereka dalam mempertahankan kawasan kaum Muslimin dan memperhatikan gerak-gerik musuh.

5. Golongan orang yang berhak menerima zakat menurut surah At Taubah ayat 60 selanjutnya adalah orang yang berusaha bebas dari perbudakan. Orang-orang ini pula yang kerap disebut dengan hamba sahaya.

6. Orang yang berutang. Golongan ini pun dibagi lagi menjadi dua kelompok yaitu, orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada jalan yang bukan maksiat dan golongan orang yang berutang untuk kepentingan umum.

7. Sabilillah adalah orang-orang yang secara suka rela menjadi tentara melakukan jihad dan membela agama Allah terhadap orang-orang kafir yang mengganggu keamanan kaum muslimin.

8. Ibnu Sabil adalah orang yang sedang musafir yang memerlukan pertolongan meskipun ia mempunyai kekayaan di negerinya. Musafir yang seperti ini dapat diberikan bantuan zakat selama ia tidak bertujuan maksiat dari perjalanannya itu.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menambahkan, perkara pemberian zakat pada kedelapan golongan ini terbagi ke dalam beberapa pendapat di kalangan ulama. Pendapat pertama dari Imam Syafi'i menyebutkan, harta zakat harus dibagikan kepada semua delapan golongan tersebut.

Sementara itu, pendapat dari Imam Malik dan sejumlah ulama dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf mengatakan, zakat boleh diberikan kepada salah satu golongan saja. Sehingga tidak diwajibkan untuk memberi zakat kepada seluruh delapan golongan penerima zakat seperti yang disebut dalam surah At Taubah ayat 60 tersebut.

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)