Benarkah Ada Kerabat Wanita Nabi SAW yang Tidak Pernah Haid?

Benarkah Ada Kerabat Wanita Nabi SAW yang Tidak Pernah Haid?

Rahma Harbani - detikHikmah
Sabtu, 07 Jan 2023 06:30 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Ilustrasi. Benarkah ada kerabat wanita Nabi SAW yang tidak pernah haid? (Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets)
Jakarta - Bersumber dari sejumlah kitab yang ditulis para ulama, putri kesayangan Rasulullah SAW yakni Fatimah Az Zahra dikabarkan tidak pernah mengalami haid sepanjang hidupnya. Salah satunya Kitab Fatwa al Zhahiriyah yang menyebut Fatimah dianugerahi gelar Az Zahra dan Al Batul karena keistimewaan itu.

"Fatimah juga bergelar Al Batul yakni, wanita yang dikhususkan untuk beribadah kepada Allah karena banyaknya kesamaan antara dirinya dengan Maryam binti Imran, tindakannya menjaga dan memelihara Nabi SAW, serta ia adalah sebaik-baik wanita penduduk surga secara mutlak," demikian penjelasan buku Fatimah: Pemimpin Wanita di Surga karangan Fuad Abdurrahman yang menerjemahkan kitab itu.

Kitab dari kalangan Hanafiyah itu juga menjelaskan, saat Fatimah melahirkan pun langsung dikabarkan suci dari nifasnya sesaat setelah melahirkan. Hal itu dimaksudkan agar tidak terlewat sholat baginya.

Landasan pendapat itu juga dinukil dari riwayat dari Asma binti Umais yang dinikahi oleh Ali bin Abi Thalib. Ia berkata pada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat Fatimah mengalami haid atau nifas."

Rasulullah SAW pun menjawab,

أما علمت أن ابنتى طاهرة مطهرة فلا يرى لها دم فى طمث ولا ولادة

Artinya: "Tahukah kamu, bahwa putriku itu wanita yang disucikan. Tidak ada darah haid maupun ketika melahirkan."

Selain itu, disebutkan pula dalam kitab al-Dzakha'ir al-`Uqba fi Manaqib Dzawil Qurba karangan Syeikh al-Muhib at-Tabari. Kitab tersebut menyebutkan hadits yang berbunyi, "Beliau adalah bidadari daripada jenis manusia, suci dan menyucikan, tidak pernah berhaid, tidak pernah seseorang melihat padanya kekotoran darah haid, dan tidak juga darah wiladah (sewaktu kelahiran)."

Soal Hadits Fatimah Tidak Pernah Haid

Keterangan hadits-hadits di atas ternyata memang tidak lepas dari kritikan para ulama lainnya. Salah satunya kritikan tersebut dilontarkan oleh al Manawi dalam kitab Itthaf al-Sa'il.

Ia mengatakan bahwa kedua hadits tersebut dipastikan maudhu. Pendapat ini pula didukung oleh Imam Ibn al Jauzi dan Imam al Jalal al Suyuti yang menekankan kedhaifannya.

Lebih lanjut, Imam Ibn al-Jauzi dalam kitab al-Maudhu'at menjelaskan, gelar Az Zahra yang disematkan pada Fatimah semata-mata hanyalah pujian yang dipopulerkan oleh kalangan ulama seperti Imam Ibn Hibban, Imam Khatib al-Baghdadi, dan Imam Ibn Hajar al-Asqalani.

Selain itu, gelar tersebut juga mulanya diperuntukkan kepada Rasulullah SAW yang diturunkan kepada putrinya. "Kata adjektif azhar merujuk kepada lelaki, manakala zahra' merujuk kepada perempuan," terang Imam Ibn al-Jauzi yang diterjemahkan dalam laman milik Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia.

Keterangan ini didasarkan dari hadits yang dinukil dari Anas bin Malik RA. Ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW itu kulitnya azhar al-laun." (HR Bukhari dan Muslim)

Imam al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani dalam Syarah-nya kemudian memaknai kata azhar al laun dalam hadits tersebut sebagai warna putih kemerah-merahan. Jadi, berdasarkan hal ini, tidak ada kaitannya dengan kondisi Fatimah yang dikatakan tidak pernah mengalami haid.

Wallahu'alam.

Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)