Surat Ali Imran Ayat 47, Kisahkan Maryam yang Hamil Meskipun Belum Menikah

Surat Ali Imran Ayat 47, Kisahkan Maryam yang Hamil Meskipun Belum Menikah

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 16 Des 2022 13:00 WIB
Alquran
Ilustrasi surat Ali Imran ayat 47 yang kisahkan Maryam Foto: Getty Images/iStockphoto/Khairil Fadli
Jakarta - Melalui surat Ali Imran ayat 47, Allah SWT menunjukkan kuasanya. Maryam ditakdirkan hamil meskipun tanpa menikah. Anak yang dikandungnya pun merupakan seorang yang istimewa yakni Nabi Isa.

Kisah tentang Maryam berulang kali dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui surat Ali Imran ayat 47. Dalam ayat ini disebutkan bahwa Maryam menerima takdir untuk mengandung bayi, padahal ia sama sekali belum menikah dan tidak pernah berhubungan badan dengan laki-laki.

Surat Ali Imran ayat 47: Arab, Latin dan Artinya

Surat Ali 'Imran Ayat 47

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ ٱللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Arab-Latin: Qālat rabbi annā yakụnu lī waladuw wa lam yamsasnī basyar, qāla każālikillāhu yakhluqu mā yasyā`, iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn

Artinya: Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.

Menurut tafsir Kementerian Agama RI, Surat Ali 'Imran Ayat 47 menjelaskan tentang kabar yang luar biasa yang disampaikan kepada Maryam. Kabar ini membuat perasaan Maryam bercampur antara gembira, sedih, takut, dan takjub. Lalu dia berkata, 'Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak yang terlahir dari rahimku, padahal aku belum menikah dan tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku yakni menggauliku.' Dia berfirman, demikianlah Allah menciptakan apa yang dia kehendaki.

Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, jadilah! maka jadilah sesuatu itu. Inilah kemahakuasaan Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Apa pun yang dikehendaki-Nya wujud pasti akan wujud tanpa seorang pun yang mampu menghalanginya. Untuk menguatkan posisi isa sebagai rasul, Dia senantiasa mengajarkan kepada Isa, al-kitab, yaitu berupa pelajaran baca-tulis atau kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya.

Selain taurat dan injil, juga hikmah, yaitu kemampuan untuk memperoleh ilmu-ilmu yang bermanfaat dan melaksanakan ilmunya secara benar. Taurat, kitab nabi Musa, dan kitab injil yang diwahyukan secara langsung kepada Isa.

Pelajaran Keikhlasan dari Maryam

Maryam binti Imran termasuk satu di antara 4 wanita yang dirindukan surga. Maryam lahir di Nashirah, Nazareth, Palestina dari ibu bernama Hannah binti Faqudha dan ayahnya bernama Ali Imran bin Matsan.

Mengutip buku Seperti Maryam Seperti Rabiah oleh Dian Nafi, disebutkan bahwa Maryam merupakan sosok wanita yang ikhlas menerima takdir Allah SWT. Maryam adalah sosok wanita suci, hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 18-19. Ketika Allah mengutus Jibril untuk menganugerahkan seorang anak laki-laki suci yang kelak akan menjadi seorang Nabi.

Telah banyak diketahui, bahwa Siti Maryam mengandung tanpa tersentuh seorang laki-laki, hingga Maryam bertanya pada malaikat Jibril yang diutus oleh Allah saat itu, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki -laki sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula)
pezina!"

Demikianlah, hal mudah bagi Allah untuk menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kisah Maryam yang mengandung tanpa berhubungan badan ini menjadi tanda bahwa Allah Maha Kuasa.

Ketika Malaikat Jibril as., meniupkan ruh ke tubuh Maryam, maka saat itu pula Siti Maryam mengandung anak laki-laki, yakni Nabi Isa.

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, bahwa Malaikat Jibril meniupkan ruh ke dalam baju kurung Maryam hingga masuk pada farji nya, dengan atas izin Allah ia mengandung. Saat itu, Maryam merasa kebingungan, dan menemui istri Nabi Zakariya, yang juga sedang mengandung Nabi Yahya.

Sebagaimana dikatakan Imam Malik, bahwa Nabi Isa dan Nabi Yahya dikandung dalam masa bersamaan. Maryam mengalami hal yang lazim dirasakan para ibu hamil lainnya. Bahkan semasa kehamilan, ia tetap bersabar dan ikhlas menghadapi hujatan dari masyarakat sekitar yang menudingnya telah berzina.

Namun Allah SWT menjaga kehormatan Maryam. Dalam hadits Bukhari dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik perempuan adalah Maryam dan sebaik-baik perempuan adalah Khadijah."

Simak Video "Perempuan yang Dirindukan Surga"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)