Bukan Asal Pilih! Siapa Saja yang Boleh Menjadi Wali Nikah Perempuan?

Bukan Asal Pilih! Siapa Saja yang Boleh Menjadi Wali Nikah Perempuan?

Christavianca Lintang - detikHikmah
Minggu, 04 Des 2022 17:00 WIB
A Muslim young woman holding a young mans hand for salam (gesture of mannerism in greeting) when they are certified newlywed in Islam akad nikah (solemnisation) ceremony. In this ceremony, newlywed and all guests are required to wear pure white tradiitonal clothing.
Tentang wali nikah yang perlu diketahui. Foto: Getty Images/Alex Liew
Jakarta -

Menikah adalah mempersatukan dua insan. Tidak hanya asal menikah, akan tetapi ada syarat dalam Islam agar nikah itu menjadi sah di mata agama.

Hukum nikah adalah sunah karena nikah sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Hukum asal nikah adalah sunah bagi seseorang yang memang sudah mampu untuk melaksanakannya sebagaimana hadits Nabi riwayat Al-Bukhari nomor 4779 berikut ini:


يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج، فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج، ومن لم يستطع فعليه بالصوم، فإنه له وجاءٌ


Artinya, "Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menenteramkan mata dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya."

Dalam pernikahan harus mengandung beberapa rukun nikah. Rukun nikah terdiri dari mempelai laki-laki, mempelai perempuan, wali nikah perempuan, saksi nikah dan ijab qabul.

Wali nikah terdiri atas empat macam. Salah satunya adalah wali nasab. Apa yang dimaksud dengan wali nasab?

Dalam bahasa, wali memiliki beberapa arti yaitu rasa cinta (mahabbah) dan pertolongan (nusrah), serta kekuasaan (sulthan) dan kekuatan (qudrah). Dari pernyataan tersebut telah mengartikan bahwa seorang wali adalah orang yang menolong atau memiliki kekuasaan. Hal tersebut dijelaskan pada buku Kitab Terlengkap Biografi Empat Imam Mazhab yang ditulis oleh Ustadz Rizem Aizid

Wali nasab ialah wali yang diambil dari keluarga berdasarkan nasab. Hal tersebut mengartikan bahwa wali nasab ialah wali nikah yang memiliki hubungan sedarah (nasab) dengan mempelai wanita.

Siapa yang Berhak menjadi wali nasab atau wali nikah?

Dilansir dalam laman Kemenag berikut urutan wali nasab dalam pernikahan:

1. Bapak kandung
2. Kakek (bapak dari bapak)
3. Bapak dari kakek (buyut)
4. Saudara laki-laki sebapak seibu
5. Saudara laki-laki sebapak
6. Anak laki-laki daru saudara laki-laki sebapak seibu
7. Anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak
8. Paman (saudara laki-laki bapak sebapak seibu)
9. Paman sebapak (saudara laki-laki bapak sebapak)
10. Anak paman sebapak seibu
11. Anak paman sebapak
12. Cucu paman sebapak
13. Cucu paman sebapak
14. Paman bapak sebapak seibu
15. Paman bapak sebapak
16. Anak paman bapak sebapak seibu
17. Anak paman bapak sebapak

Jenis-jenis Wali Nasab atau Wali Nikah


Masih dalam sumber buku Kitab Terlengkap Biografi Empat Imam Mazhab yang ditulis oleh Ustadz Rizem Aizid terdapat dua jenis wali nasab yaitu wali aqrab (dekat) dan wali ab'ad (jauh). Wali aqrab ialah wali yang paling utama daripada wali ab'ad. Sedangkan, Wali ab'd baru boleh menjadi wali apabila wali aqrab itu tidak ada atau wali aqrabnya berada dalam kondisi-kondisi tertentu seperti non-muslim, fasik, belum dewasa, gila, dan bisu/tuli.



Simak Video "Kakak Lelaki Tertua Erina Gudono Akan Jadi Wali Nikah"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)