Memotong Kuku saat Haid Menurut Islam, Bolehkah?

Memotong Kuku saat Haid Menurut Islam, Bolehkah?

Kristina - detikHikmah
Jumat, 02 Des 2022 13:00 WIB
Nail technician clipping customers nails at the nail salon
Ilustrasi memotong kuku saat haid. Foto: iStock
Jakarta - Memotong kuku termasuk satu dari lima sunnah fitrah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Salah satu pertanyaan yang kerap dijumpai terkait hal ini adalah boleh tidaknya memotong kuku saat haid.

Sunnah fitrah ini disebutkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

Artinya: "(Sunnah) fitrah ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, dalam riwayat lain diterangkan bahwa sunnah fitrah terdiri dari 10 hal. Sebagaimana dikatakan Aisyah RA dari Nabi SAW yang bersabda,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

Artinya: "Sepuluh hal yang termasuk fitrah, yaitu menggunting (menipiskan) kumis, memelihara (memanjangkan) jenggot, bersiwak (menggosok gigi), istinsyaq (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh sela-sela jari (Barajim), mencabut (mencukur) bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan bersuci dengan menghemat air." (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)

Sunnah memotong kuku ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Adapun, mengenai perempuan haid, menurut buku 30 Masalah Penting Seputar Fikih Muslimah karya Aini Aryani, mayoritas ulama menyebut hanya ada delapan larangan bagi mereka. Di antaranya sholat, puasa, thawaf, berdiam di masjid, melafazkan Al-Qur'an, menyentuh dan membawa mushaf, jimak, dan diceraikan.

Menurut penelusuran detikHikmah, belum ditemukan dalil baik Al-Qur'an maupun hadits yang berisi larangan memotong kuku saat haid. Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu' Al Fatawa turut membahas soal ini. Ia membantah jika memotong kuku saat haid berkaitan dengan hari berbangkit, sebagaimana diyakini oleh kaum sufi.

Di samping itu, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa memotong kuku saat haid hukumnya makruh. Hal ini dijelaskan Agus Arifin dan Sundus Wahidah dalam buku Ensiklopedia Fikih Wanita. Pendapat ini bersandar pada keterangan yang termuat dalam Kitab Fathul Mu'in karangan Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari.

Hukum ini berkaitan dengan bersuci setelah berhentinya haid. Dikatakan, yang wajib dicuci setelah haid adalah tempat potongan rambut dan kuku bukan rambut dan kuku kuku yang telah terpotong.

"Syarat yang kedua yaitu meratakan air pada seluruh anggota zahir badan hingga kuku dan pada bagian bawahnya, rambut bagian luar dan dalam, yakni tempat tumbuhnya rambut yang telah lepas sebelum mandi," bunyi keterangan dalam Kitab Fathul Mu'in.

Menurut buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, waktu terlama memotong kuku sendiri adalah 40 hari. Hal tersebut dijelaskan Rasulullah SAW melalui sebuah hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, ia berkata:

وُقِّتَ لَنَا فِي قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الْأَظْفَارِ وَنَتْفِ الْإِبِطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لَا نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Artinya: "Diberikan waktu bagi kami untuk mencukur kumis, bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur bulu kemaluan tidak lebih dari empat puluh hari." (HR Muslim)

Simak Video "Kasus PMK di Indonesia Menurun, Satgas Imbau Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)