Perempuan di Dunia Bisa Jadi Bidadari Surga, Ini Hadits Rasulullah SAW

Perempuan di Dunia Bisa Jadi Bidadari Surga, Ini Hadits Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 02 Des 2022 10:00 WIB
cahaya surga
Ilustrasi bidadadari surga di akhirat Foto: Getty Images/iStockphoto/Peter Vahlersvik
Jakarta - Bidadari surga digambarkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an sebagai sosok yang cantik, suci dan baik. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwa para perempuan di dunia juga bisa menjadi bidadari surga.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat Ar-Rahman ayat 70 tentang keberadaan bidadari di surga. Ini adalah sebuah balasan bagi orang-orang yang bertakwa.

فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ

Arab-Latin: Fīhinna khairātun ḥisān

Artinya: Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

Lantas siapakah bidadari surga tersebut?

Dalam surat al-Waqi'ah ayat 35-37 diterangkan bagaimana penciptaan bidadari surga. Para bidadari jelita ini tidak dilahirkan layaknya manusia di Bumi.

Surat Al-Waqi'ah Ayat 35

إِنَّآ أَنشَأْنَٰهُنَّ إِنشَآءً

Arab-Latin: innā ansya`nāhunna insyā`ā

Artinya: Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung

Surat Al-Waqi'ah Ayat 36

فَجَعَلْنَٰهُنَّ أَبْكَارًا

Arab-Latin: Fa ja'alnāhunna abkārā

Artinya: Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

Surat Al-Waqi'ah Ayat 37

عُرُبًا أَتْرَابًا

Arab-Latin: 'uruban atrābā

Artinya: Penuh cinta lagi sebaya umurnya.

Menurut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah, menjelaskan ayat ini memiliki makna bahwa bidadari surga diciptakan secara langsung tanpa proses kelahiran. Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah wanita-wanita keturunan Adam, yakni Allah mengembalikan mereka dari keadaan tua dan mati ke masa muda mereka.

Perempuan di Dunia Bisa Jadi Bidadari Surga

Menurut Amr Abdul Mun'im Salim dan Syekh Ibrahim Muhammad al-Jamal dalam bukunya yang berjudul 165 Wasiat Rasul untuk Perempuan, terdapat hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang bidadari surga.


Dari riwayat Ummu Salamah dalam hadits yang cukup panjang, ia berkata, aku pernah bertanya,

"Wahai Rasulullah, beritakan kepadaku tentang firman Allah yang berbunyi, 'uruban atraabaa' (surat al-Waaqiah: 37)."

Rasulullah SAW kemudian menjawab, "Mereka adalah para perempuan dunia yang meninggalnya pada umur tua renta, lalu di akhirat Allah akan menciptakan mereka kembali sebagai perawan. Maka, kata uruban adalah perempuan-perempuan perawan yang menarik, sedangkan makna kata atraban, adalah perempuan-perempuan yang berumur sama."

Kemudian aku bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, apakah perempuan dunia lebih baik daripada bidadari surga?"

"Wanita dunia lebih baik daripada bidadari, seperti perbedaan antara baju bagian luar dengan baju bagian dalam," jawab Rasulullah.

"Wahai Rasulullah, mengapa bisa begitu?" tanya Ummu Salamah penasaran.

Lalu Rasulullah menjawab, "Karena shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Kemudian, Allah akan menjadikan kecantikan wajah mereka seperti sinar cahaya, kehalusan tubuh mereka seperti sutra, kulit mereka berwarna putih, pakaian mereka berwarna hijau, perhiasan mereka berwarna kuning keemasan, ikat rambut mereka dari mutiara, dan sisir kepala mereka dari emas."

Lalu perempuan-perempuan yang hadir kala itu bertanya, "Apakah kami akan abadi dan tidak akan mati?" "Apakah kami akan selalu cantik jelita dan tidak pernah tua?" "Apakah kami akan hidup rukun damai dan tidak akan pernah dicerai selama-lamanya?" "Apakah kami akan senantiasa sejahtera dan tidak akan pernah sengsara selamanya?"

"Beruntunglah bagi laki-laki yang di dunia kami menjadi istrinya dan dia menjadi suami kami."

Kemudian, aku bertanya lagi kepada Rasulullah SAW

"Wahai Rasulullah, seorang perempuan di dunia bisa saja pernah menikah dua kali, tiga kali, atau empat kali dengan laki-laki yang berbeda, kemudian ketika si perempuan itu meninggal, ia masuk surga dan begitu juga dengan empat orang suaminya maka siapa yang akan menjadi suaminya di surga nanti?"

Lalu Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik itu akan disertai kebaikan ganda, dunia, dan akhirat." (HR ath-Thabrani).

Simak Video "Fenomena Penampakan Ikan Melompat ke Darat di Pulau Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)