Berapa Lama Masa Iddah bagi Wanita yang Masih Aktif Haid?

Berapa Lama Masa Iddah bagi Wanita yang Masih Aktif Haid?

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Rabu, 30 Nov 2022 15:45 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Lama Waktu Masa Iddah bagi Wanita yang Masih Aktif Haid. Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Ketika wanita muslim ditinggal mati atau bercerai dengan suaminya, ada pemberlakuan waktu tunggu bagi si perempuan untuk menikah kembali. Dalam syariat Islam, masa tunggu ini dikenal dengan istilah iddah.


Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah 3 menerangkan asal kata iddah, yaitu al-'addu dan al-ihsha artinya hari-hari dan masa haid yang dihitung oleh kaum wanita.


Maksudnya, iddah adalah masa di mana seorang perempuan menunggu agar mencegah dirinya untuk menikah kembali setelah kematian sang suami atau setelah diceraikan oleh suaminya.


Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab Jilid 5 berpendapat, iddah berasal dari kata adad, yakni hari-hari haid wanita atau hari-hari suci. Ia menambahkan bahwa hari-hari di sini adalah masa penantian seorang perempuan atas berakhirnya waktu tunggu tersebut yang mana tanpa pernikahan


Dikatakan bahwa praktik iddah telah ada sejak masa jahiliah, dan kala itu masyarakat mereka menaati aturan tersebut. Kemudian Islam mengakui dan menetapkan iddah dalam syariat sebab dinilai banyak memiliki maslahat bagi umat.


Dalil Wajibnya Iddah


Para ulama sepakat bahwa iddah hukumnya wajib bagi kaum perempuan yang diceraikan suaminya. Dasar hukum iddah adalah sabda Nabi SAW kepada Fatimah binti Qais, "Jalanilah masa iddahmu di rumah Ummu Maktum." (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa'i & Tirmidzi)


Dalil iddah dilandaskan pula pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 228.


وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍ

Arab Latin: Wal-muṭallaqātu yatarabbaṣna bi`anfusihinna ṡalāṡata qurū`
Artinya: Para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali qurū' (suci atau haid).


Iddah Wanita yang Masih Haid


Dari lafal dan artian Surah Al-Baqarah ayat 228 bisa dilihat juga suatu ketentuan bagi masa iddah selama tiga quru' ditujukan kepada wanita yang masa haidnya masih aktif.


Para ulama banyak berbeda pendapat mengenai makna quru dalam Surah Al-Baqarah ayat 228. Imam Syafi'i dalam Kitab Al-Umm menyatakan bahwa quru adalah waktu suci. Sementara Ibnu Qayyim berpandangan mengenai kata quru' yaitu haid.


Lalu bagaimana bisa mengetahui waktu iddah dengan quru'?


Masih dari buku Fiqih Sunnah 3, masa iddah perempuan yang masih aktif haid menurut Abu Hanifah adalah minimal 60 hari. Berbeda dengannya, ulama madzhab syafi'i menerangkan iddah minimal 32 hari lebih satu jam dengan syarat ia diceraikan dalam keadaan suci. Pandangan ulama lain, waktu iddah menurut mereka minimal 39 hari.


Adapun contoh rincian kasusnya untuk waktu iddah minimal sesuai madzhab syafi'i yakni 32 hari 1 jam berikut ini:


Apabila ketika jatuh talak si wanita berkondisi suci, dan setidaknya atau lebih dari satu jam kemudian ia haid. Maka waktu suci setelah terjadi talak itulah disebut quru' pertama.


Lalu jika haid itu hanya sehari, kemudian ia bersuci kembali selama minimal 15 hari. Maka keadaan suci ini dikatakan sebagai quru' kedua.


Setelahnya, bila kemudian si perempuan haid kembali selama satu hari saja. Lalu ia kembali bersuci selama minimal 15 hari pula, maka waktu inilah yang disebut quru' ketiga.


Dan jika ia mengalami haid lagi setelah quru' ketiga, maka saat itulah masa iddah baginya telah berakhir.



Simak Video "Motif Suami di Subang Bunuh dan Bakar Istri Dalam Mobil "
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)