Muslimah Boleh Berhias dengan Pewarna Kuku, Asal Tak Menghalangi Wudhu

Muslimah Boleh Berhias dengan Pewarna Kuku, Asal Tak Menghalangi Wudhu

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 29 Nov 2022 14:30 WIB
Ilustrasi rekomendasi warna kutek untuk kulit sawo matang.
Ilustrasi pewarna kuku yang dipakai muslimah Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta - Menghias kuku dengan pewarna biasa dilakukan wanita untuk mempercantik penampilan. Hal ini ternyata diperbolehkan dalam Islam asalkan tidak mengganggu ibadah dan digunakan dengan niat baik.

Kuku merupakan salah satu bagian tubuh yang kerap dihias oleh para wanita. Berbagai pewarna kuku bisa diaplikasikan untuk menghasilkan warna-warna cantik di atas permukaan kuku.

Bukan hanya menghias kuku, muslimah sebenarnya dianjurkan untuk merawat dan menjaga kebersihan kuku. Hal ini masuk dalam lima sunnah fitrah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

Artinya: "(Sunnah) fitrah ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku." (HR Bukhari dan Muslim).

Menggunakan Pewarna Kuku

Muslimah diperbolehkan menggunakan pewarna kuku, namun yang perlu menjadi perhatian adalah jenis pewarna yang dipilih haruslah yang sesuai. Artinya tidak mengganggu jalannya ibadah.

Mengutip buku 101 Rahasia Wanita (Muslimah) oleh Abdillah F. Hasan dijelaskan tidak ada larangan bagi wanita memotong kukunya meski dalam keadaan haid.

Sementara itu, wanita muslimah juga diperbolehkan menghiasi kuku dengan pewarna pacar atau inai. Terutama bagi wanita-wanita yang telah menikah. Niat menggunakan pacar inai ini bukan untuk meniru gaya orang-orang kafir atau menarik perhatian pria lain namun untuk tampil menarik di depan suami.

Pewarna kuku yang diperbolehkan tersebut haruslah terbuat dari bahan yang mengandung zat yang tidak menghalangi air saat menembus kulit. Dengan demikian, air wudhu tetap bisa menembus kulit dan membasuh kuku tanpa terhalang pewarna kuku.

Dalam Islam, penggunaan pewarna kuku pacar inai ini merupakan sesuatu yang diperbolehkan.

Diriwayatkan dari Mu'adzah ra, ada seorang wanita bertanya kepada Aisyah ra, "Apakah wanita yang sedang haid boleh memakai pacar?"

Aisyah ra menjawab, "Pada saat sedang di sisi Rasulullah SAW kami memakai pacar pada kuku, dan beliau tidak melarang kami melakukan hal itu." (HR.Ibnu Majah).

Dalam hadits lain Aisyah ra menceritakan, seorang wanita mengulurkan tangannya yang memegang buku dari balik kain
penghalang kepada Rasulullah SAW, kemudian beliau menahan tangannya sambil berkata, "Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah perempuan?"

Wanita tersebut menjawab, "Bahkan ini adalah tangan perempuan." Berkatalah beliau, "Jika seorang perempuan niscaya kamu akan mengubah kuku tangan." Maksudnya adalah dengan memakai pacar. (HR. Abu Dawud dan Nasa'i).

Bagaimana dengan Kutek Halal?

Selain pacar inai, para wanita juga kerap menjadikan kutek sebagai pewarna kuku. Sayangnya, di pasaran banyak kutek yang terbuat dari bahan tidak tembus air. Sehingga tidak sah jika digunakan untuk berwudhu.

Dikutip dari laman LPPOM MUI (29/11) dijelaskan bahwa dalam ajaran Islam, penggunaan kuteks bisa saja haram, atau tidak diperbolehkan lantaran beberapa hal. Namun seiring perkembangan zaman, saat ini sudah ada beberapa produsen yang membuat kutek halal.

Kutek halal ini dapat dipergunakan untuk sholat karena terbuat dari bahan yang tembus air.

"Kuteks dan bahan yang sudah klaim waterproof, jika sudah sertifikasi halal berarti berasal dari bahan yang tidak haram atau najis serta diproduksi melalui fasilitas yang tidak terkontaminasi haram atau najis pula," ujar Dra. Susiyanti, M.Si. selaku Senior Halal Auditor LPPOM MUI.

Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk mengukur standar halal dari kutek ini. Pertama yakni produk harus terbebas dari bahan-bahan najis. Kemudian kriteria kedua yakni produk harus dipastikan memiliki sifat tembus air. Pengujian ini dibuktikan dengan hasil uji daya tembus air.

Jika kriteria ini sesuai maka kutek bisa mendapatkan label halal dan diperbolehkan dipakai oleh muslimah meskipun tidak sedang haid. Kutek dengan kriteria ini dapat dipakai pada kuku dan sah untuk wudhu ataupun sholat.

Simak Video "Kasus PMK di Indonesia Menurun, Satgas Imbau Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)