Ketum PP 'Aisyiyah Paparkan Arti Perempuan Berkemajuan Menurut Islam

Ketum PP 'Aisyiyah Paparkan Arti Perempuan Berkemajuan Menurut Islam

Erwin Dariyanto - detikHikmah
Sabtu, 19 Nov 2022 16:17 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini
Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini (Foto: Media Center Muktamar Muhammadiyah)
Surakarta -

Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini mengungkapkan pentingnya kehadiran perempuan berkemajuan saat ini. Saat di mana dunia tengah dilanda konflik, kekerasan, diskriminasi dan sejumlah problem sosial ekonomi, termasuk yang dialami oleh kaum perempuan.

Hal itu dikatakan oleh Siti Noordjannah Djohantini saat memberikan pidato pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah 'Aisyiyah Sabtu (19/11/22) di GOR Manahan, Surakarta. Dia menyebut bahwa dalam satu abad lebih usia organisasi 'Aisyiyah banyak peran perempuan berkemajuan sangatlah besar. Perempuan berkemajuan memiliki pemikiran dan pengetahuan yang maju, ikhlas, istiqomah, komitmen tinggi, dan pengkhidmatan telah banyak menggerakan 'Aisyiyah.

"Semua dilakukan dalam perjuangan dakwah yang luas melintas bagi pemajuan masyarakat dan bangsa," kata Noordjannah.

Seperti apa ciri perempuan berkemajuan?

Menurut Noordjannah perempuan berkemajuan adalah ketika para perempuan ini memiliki alam pikiran dan kondisi kehidupan yang maju. Para perempuan maju dalam segala aspek kehidupan tanpa mengalami hambatan dan diskriminasi baik secara struktural maupun kultural sejalan dengan ajaran Islam.

"Perempuan berkemajuan dalam pandangan Islam adalah kehidupan perempuan yang memiliki derajat dan perlakuan yang sama mulia dengan laki-laki tanpa diskriminasi, yang ukuran kemuliaannya terletak pada ketakwaan, iman, ilmu, dan amal saleh," tegas Noordjannah.

Sebagai organisasi perempuan Islam berkemajuan, lanjutnya, 'Aisyiyah memiliki beberapa isu strategis yang layak mendapatkan perhatian. Dua di antara beberapa isu-isu strategis tersebut adalah perdamaian dan persatuan bangsa serta Pemilihan Umum yang berkeadaban.

Noordjannah mengatakan bahwa penguatan perdamaian dan persatuan bangsa harus menjadi perhatian di tengah maraknya berbagai bentuk konflik dan kekerasan yang masih kerap terjadi. "Baik konflik struktural, konflik sosial, dan ketidakadilan serta yang lainnya semakin memprihatinkan dapat mengancam persatuan bangsa, yang di antara korbannya yang sering terjadi ialah perempuan dan anak," paparnya.

Muktamar ke-48 Muhammadiyah 'Aisyiyah dibuka Sabtu pagi oleh Presiden Jokowi. Acara pembukaan dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Indonesia Maju, Ketua MPR, Ketua DPR RI, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Presiden Jokowi mengucapkan terimakasih kepada Muhammadiyah ', Aisyiyah yang telah menggerakkan lebih dari 120 Rumah Sakit dan 235 Klinik Muhammadiyah saat bangsa ini berjuang menghadapi pandemi COVID-19.



Simak Video "Jokowi Terima Kasih ke Muhammadiyah Gerakkan Ratusan RS Tangani Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)