Benarkah Hawa Tercipta dari Tulang Rusuk Adam? Ini Penjelasannya

Benarkah Hawa Tercipta dari Tulang Rusuk Adam? Ini Penjelasannya

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 08 Nov 2022 06:00 WIB
muslimah
Ilustrasi wanita muslim Foto: Getty Images/iStockphoto/SuheArtwork
Jakarta - Nabi Adam dan Siti Hawa adalah nenek moyang manusia. Keduanya diciptakan Allah SWT dari tanah. Banyak anggapan yang menyebutkan ahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Benarkah?

Dalam Al-Quran banyak ayat yang menceritakan proses terciptanya manusia. Disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 59 tentang penciptaan Adam:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

Arab-Latin: Inna maṡala 'īsā 'indallāhi kamaṡali ādam, khalaqahụ min turābin ṡumma qāla lahụ kun fa yakụn

Artinya: Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

Adam adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT setelah malaikat dan iblis. Selain Nabi Adam, Allah juga menciptakan Siti Hawa yang kemudian dijadikan istri Nabi Adam.

Penciptaan Hawa

Nabi Adam tinggal di surga bersama para malaikat. Sampai pada akhirnya Allah SWT menciptakan Hawa sebagai pendamping Nabi Adam.

Dikutip dari buku Petunjuk ke Surga Menurut Al-Quran oleh Lilis Nihwan, diceritakan bahwa Nabi Adam melihat sosok yang serupa dengan manusia selepas ia bangun tidur. Sosok inilah yang membuat Nabi Adam jatuh cinta padanya.

Hawa yang mendapat tatapan penuh cinta juga memandangi Nabi Adam dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Keduanya lantas saling melengkapi sehingga Nabi Adam tidak lagi kesepian sebagai manusia satu-satunya di surga.

Beberapa ulama berpendapat bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Sementara dalam Al-Quran tidak ada penjelasan spesifik tentang hal ini.

Dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 1 dijelaskan proses terciptanya manusia:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā

Artinya: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Mishbah Jilid 2 mengutip Thabathabai dalam tafsirnya yang menulis bahwa ayat di atas menegaskan perempuan (istri Nabi Adam) diciptakan dari jenis yang sama dengan Nabi Adam. Dan ayat tersebut sedikit pun tidak mendukung paham yang beranggapan bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk Adam.

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar mengemukakan bahwa beliau tidak sependapat dengan ulama yang berpendapat bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Menurutnya, secara tekstual dalam hadits dan Al-Quran tidak menyebutkan hal itu.

Penyebutan tulang rusuk Adam adalah pendapat para sahabat Rasulullah SAW, antara yang bersumber dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

"Tatkala Adam telah berdiam di surga itu. Berjalanlah ia seorang diri dari kesepian. Tidak ada pasangan yang menentramkannya.Maka tidurlah ia.Lalu ia bangun. Tiba-tiba di sisi kepalanya seseorang perempuan sedang duduk dan dijadikan Allah dari tulang rusuknya."

Pendapat bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk juga disebutkan dalam beberapa hadits. Hamka menilai hal ini hanya sebagai perumpamaan.

Tulang rusuk memiliki bentuk bengkok, harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Dengan kata lain, para perempuan haruslah diperlakukan dengan lemah lembut dan hati-hati. Tidak bisa dipaksakan atau nantinya akan patah.

Simak Video "Gambaran Mengerikan Wujud Manusia di Tahun 3000"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)