Soal Perempuan Tercipta dari Tulang Rusuk Lelaki, Bagaimana Menurut Islam?

Soal Perempuan Tercipta dari Tulang Rusuk Lelaki, Bagaimana Menurut Islam?

Rahma Harbani - detikHikmah
Senin, 31 Okt 2022 14:15 WIB
Young beautiful muslim women open palm, peaceful praying in mosque.
Ilustrasi. Penafsiran para mufassir soal penciptaan perempuan dari tulang rusuk lelaki. (Getty Images/iStockphoto/Rachaphak)
Jakarta - Keyakinan bahwa perempuan tercipta dari tulang rusuk lelaki mungkin bukan perkara asing bagi muslim. Utamanya, muslim biasanya merujuk pada surah An Nisa ayat 1 yang mengisyaratkan asal-usul kejadian perempuan sebagai berikut,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Artinya: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Ayat di atas sendiri bersifat umum dan sangat potensial untuk ditafsirkan berbeda-beda oleh para mufassir. Salah satunya dari Imam Ahmad Musthafa al Maraghi dalam Tafsir al Maraghi yang berpendapat, ayat Al-Qur'an sedikitpun tidak mendukung pemahaman bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam AS.

"Penciptaan Hawa sebagai sosok perempuan diciptakan dari nafs wahida artinya jenis yang satu atau jenis yang sama sehingga tidak ada perbedaan antara penciptaan Adam dan Hawa," kata Imam al Maraghi yang diterjemahkan dalam buku Pendidikan Islam Egaliter.

Hal ini juga didukung oleh Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsir al Manar. Ia berpendapat, awal mula munculnya ide penciptaan perempuan dari tulang rusuk laki-laki berasal dari Perjanjian Lama dalam Kitab Kejadian II ayat 21-22 yang diyakini kaum Yahudi.

"Seandainya tidak tercantum kisah kejadian Adam dan Hawa dan Kitab Perjanjian Lama (Genesis II;21) dengan redaksi yang mengarah kepada pemahaman di atas, niscaya pendapar yang keliru itu tidak akan pernah terlintas dalam benak seorang muslim," kata Rasyid Ridha yang diterjemahkan Ilmu Kalam Dari Tauhid Menuju Keadilan oleh Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M.A.

Merujuk pada Perumpamaan

Menurut Tafsir Al Azhar Jilid 1 oleh Hamka, ungkapan bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam AS dalam Islam bukan berarti makna sebenarnya. Sebaliknya, melalui keterangan hadits, Rasulullah SAW hendak memperingati lelaki tentang perangai perempuan untuk dibimbing melalui kata kiasan 'tulang rusuk.'

Keterangan hadits tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang bersabda,

Artinya: Periharalah perempuan-perempuan itu sebaik-baiknya, karena sesungguhnya perempuan dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya yang paling bengkok pada tulang rusuk itu ialah yang sebelah atasnya. Maka jika engkau coba meluruskannya, niscaya engkau patahkan dia. Dan jika engkau tinggalkan saja, dia akan tetap bengkok. Sebab itu, peliharalah perempuan-perempuan baik-baik. (HR Bukhari dan Muslim).

Hamka dalam buku tafsirnya menyebutkan, hadits di atas tidak dapat menjadi alasan tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk lelaki. Lebih lanjut, hadits di atas tidak menyebutkan secara detail bahwa Hawa terjadi dari tulang rusuk Nabi Adam AS.

"Yang terang maksud hadits ini ialah membuat perumpamaan dari hal bengkok atau bengkoknya jiwa orang perempuan, sehingga payah membentuknya, sama keadaannya dengan tulang rusuk," tulis Hamka.

Melalui penafsirannya, Hamka juga menyebutkan, hadits tersebut menganalogikan perempuan bak tulang rusuk yang tidak dapat diluruskan dengan paksa. Ditambah lagi, diriwayatkan dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

Perempuan itu adalah seperti tulang rusuk, jika engkau coba meluruskannya, dia pun patuh. Dan jika engkau bersuka-sukaan dengan dia maka bersuka-suka juga engkau, tetapi dia tetap bengkok. (HR Bukhari dan Muslim).

Ungkapan bahwa perempuan berasal dari tulang rusuk lelaki hanyalah perumpamaan juga ditegaskan dalam hadits berikut. Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya, perempuan itu dijadikan dari tulang rusuk. Dia tidak akan dapat lurus untuk engkau atas suatu jalan. Jika engkau mengambil kesenangan dengan dia, namun dia tetap bengkok. Dan jika engkau coba meluruskannya, niscaya engkau mematahkannya. Patahnya itu talaknya. (HR Muslim).

Hadits di atas, Hamka menafsirkan, peringatan bagi laki-laki bila tidak membimbing istrinya. Dengan kata lain, bila tidak hati-hati dalam membimbing, hasilnya terjadi talak dan patah aranglah rumah tangga.

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)