Tentang Keluarga Sakinah: Arti, Tujuan dan Ciri-cirinya Menurut Islam

Tentang Keluarga Sakinah: Arti, Tujuan dan Ciri-cirinya Menurut Islam

Awalia Ramadhani - detikHikmah
Senin, 17 Okt 2022 17:02 WIB
ilustrasi keluarga
Ilustrasi keluarga sakinah (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kata Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam, atau tenang setelah terguncang dan sibuk. Demikian Dr. Hj. Riadi Jannah Siregar, M.A menjelaskan arti kata sakinah dalam buku berjudul, Pernikahan Sakinah Mencegah Perceraian.

Sementara menurut Al-Jurjani, salah seorang ahli bahasa, sakinah adalah adanya ketentraman dalam hati pada saat datangnya sesuatu yang tidak terduga. Dari dua arti di atas disebutkan bahwa maksud dari keluarga Sakinah adalah keluarga yang tenang, tentram, penuh kebahagiaan, dan sejahtera baik secara lahir atau batin, serta tidak gentar ketika menghadapi ujian yang ada dalam rumah tangga.

Hal ini juga tercantum dalam firman Allah QS Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Tujuan Terbentuknya Keluarga Sakinah

Berdasarkan buku Modernisasi Hukum Keluarga Islam dalam Menggagas Keluarga Sakinah oleh Asman, S.Ag. Upaya untuk menggagas keluarga sakinah dalam hukum Islam tercantum pada pasal 77 dan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, pasal 30-34.

Quraish Shihab juga menjelaskan bahwa setiap suami istri, seharusnya mempunyai prinsip dalam rumah tangganya. Prinsip itulah yang bisa mempertahankan keutuhan keluarga, salah satunya adalah prinsip saling setia dan membahagiakan.

Dijelaskan juga dalam buku tersebut, bahwa tujuan membangun rumah tangga adalah bagaimana membina rumah tangga yang damai dan harmonis tanpa adanya paksaan. Hal ini bisa ditiru dari bagaimana Rasulullah SAW membangun rumah tangga yang harmonis, beliau memberikan contoh yang baik dalam keluarganya. Mengutip Fuadi, untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, perlu adanya ikhtiar, konsisten, dan adanya kesinambungan antara suami dan istri.

Adapun berdasarkan buku Dr. Hj. Riadi, salah satu tujuan dari keluarga sakinah, adalah diharapkan agar setiap anggota dapat merasakan tentram, damai, Bahagia, dan juga sejahtera lahir dan batin. Sejahtera yang dimaksud adalah terbebas dari kemiskinan harta ataupun tekanan jasmani. Adapun sejahtera batin maksudnya adalah terbebas dari kemiskinan iman serta mampu mengimplementasikan nilai kehidupan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Kriteria dan Ciri Keluarga Sakinah

Untuk membangun keluarga yang sakinah dalam buku karya Asman, M.Ag, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

1. Memiliki niat yang dalam membina rumah tangga yang baik

2. Memegang prinsip pernikahan

3. Menjalankan hak dan kewajiban dari setiap pasangan

4. Selalu mengingatkan untuk beribadah kepada Allah

5. Menjadikan tempat tinggal yang nyaman, tentram, dan harmonis

Adapun ciri dari keluarga sakinah, menurut buku Dr. Hj. Riadi, adalah seperti yang tercantum dalam QS Ar-Rum ayat 21. Dalam ayat tersebut tersirat penjelasan mengenai tanda keluarga Sakinah, yaitu diantaranya taat beragama, memiliki akhlak yang baik dan terpuji, serta harmonis dalam kehidupan keluarga dan juga dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagaimana Membangun Keluarga yang Sakinah?

Melansir buku Dr. Hj. Riadi juga, berikut ini adalah beberapa strategi yang dilakukan untuk membangun keluarga sakinah, yaitu:

1. Menanamkan nilai-nilai akidah dalam keluarga, agar senantiasa taat dalam memahami agama.

2. Memberikan contoh tentang akhlak yang terpuji, khususnya dari orang tua ke anak-anak mereka. Bagi keluarga sakinah, akhlak terpuji ini merupakan dasar penting untuk menjadi contoh bagi keluarga yang lain.

3. Memberikan kesadaran mengenai kedudukan, hak, dan kewajiban, bagi suami dan istri. Hal ini agar pasangan suami istri mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dan adil.

4. Menanamkan keharmonisan dalam hubungan suami istri, agar mereka senantiasa hidup rukun dan mesra.

5. Menanamkan pola hidup hemat dan sederhana, dengan membuat perencanaan penggunaan uang yang teratur.



Simak Video "Silaturahmi Senior Golkar Usai Peresmian Masjid Baru di Markas Partai"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)