Hukum Bercadar untuk Wanita Islam Berdasarkan 4 Mazhab

Hukum Bercadar untuk Wanita Islam Berdasarkan 4 Mazhab

Awalia Ramadhani - detikHikmah
Senin, 17 Okt 2022 14:56 WIB
Taliban kembali menjadi sorotan publik dunia. Belum lama ini, Taliban mewajibkan presenter wanita di Afghanistan menutupi wajah saat siaran. Ini penampakannya.
Ilustrasi muslimah bercadar. Seperti apa hukum muslimah bercadar menurut 4 mazhab? (Foto: REUTERS/ALI KHARA)
Jakarta -

Mulhandi ibn Haj sebagaimana dikutip oleh Rodhatul Jennah dkk dalam buku berjudul Isu-Isu Dunia Islam Kontemporer, mendefinisikan cadar sebagai kain penutup muka atau sebagian wajah pada wanita, sehingga hanya matanya saja yang nampak. Dalam bahasa Arab, cadar disebut dengan khimar, niqab, atau bersinonim dengan burqa'.

Sebagian umat Islam mengenal cadar sebagai budaya dari masyarakat Arab. Namun menurut Quraish Shihab dalam penelitiannya, memakai pakaian tertutup termasuk cadar bukanlah monopoli masyarakat Arab, dan bukan juga merupakan budaya mereka.

Terlepas dari asal-usulnya, wanita bercadar sendiri kerap kali dipandang berbeda dalam masyarakat kita. Stigma mengenai keberadaan cadar juga berbeda dari tiap-tiap masyarakat. Berdasarkan buku Resonansi Pemikiran Buku Ke 8 Oleh Drs. Priyono, M.Si, ada perbedaan pendapat dari para ahli fikih mengenai hukum bercadar, khususnya terkait tafsir dari surat an-Nur ayat 31:

Surat an-Nur ayat 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ

Artinya: "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...."

Ayat tersebut menjelaskan bahwa wanita muslimah dilarang menampakkan perhiasannya kecuali yang tampak dari badannya. Sehingga menyebabkan pertanyaan "apakah yang biasa tampak dari wanita?". Pertanyaan mengenai aurat ini kemudian menimbulkan berbagai pendapat.

Mayoritas ahli fikih berpendapat bahwa apa yang biasa tampak dari wanita yang dimaksud adalah wajah dan telapak tangan. Sehingga menurutnya semua tubuh wanita adalah aurat, yang wajib ditutup kecuali wajah dan telapak tangan.

Pendapat lainnya juga memiliki tafsiran yang berbeda, hal ini berkaitan dengan hukum bercadar, berikut pandangan beberapa madzhab terkait hal ini:

Hukum Bercadar Menurut 4 Mazhab

1. Mazhab Syafi'i

Ahli fikih bermazhab Syafi'i berpendapat bahwa aurat wanita adalah seluruhnya. Oleh sebab itu dalam madzhab ini seluruh wanita diperintahkan untuk menutupi tubuhnya dengan cadar. Misalnya menurut Muhammad bin Qaasim al-Ghazzi dalam kitab Fathul Qaarib, ia berpendapat bahwa seluruh tubuh wanita selain wajah dan telapak tangan adalah aurat.

2. Mazhab Hambali

Ulama mazhab ini tidak mewajibkan, namun menganjurkan muslimah untuk mengenakan cadar. Tujuannya adalah agar muslimah aman dari fitnah gangguan orang lain. Apabila cenderung menimbulkan fitnah, maka dilarang menunjukkan wajahnya di hadapan laki-laki.

3. Mazhab Maliki

Imam Al-Qurthubi, ulama dari mazhab Maliki berpendapat bahwa jika seorang wanita memiliki wajah yang cantik, dan khawatir itu akan menimbulkan fitnah, maka ia dianjurkan untuk menutup wajahnya.

4. Mazhab Hanafi

Pengikut mazhab Hanafi mengatakan bahwa seluruh tubuh perempuan merdeka adalah aurat kecuali muka dan telapak tangan. Maka diperbolehkan bagi perempuan untuk membuka wajah dan telapak tangan ketika berada di jalanan, dan di depan laki-laki asing. Namun syaratnya adalah jika tidak menimbulkan fitnah. Hal ini dikutip dari Fikih Sunnah Wanita.


Ahli fikih memiliki pendapat berbeda dan dicatat bahwa tidak ada satupun yang secara tegas mewajibkan untuk bercadar, ada yang setengah mewajibkan, ada juga yang sebatas menyarankan. Pendapat mereka mengedepankan bagaimana kondisi dan situasi dalam menetapkan hukumnya bagi muslimah.

Adapun mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Syaikh Ahmad Jad, permasalahan penutup kepala dan cadar merupakan permasalahan yang masih diperdebatkan. Oleh sebab itu, masing-masing bisa menggunakan dalilnya sendiri-sendiri mengenai hukum bercadar.



Simak Video "Gelombang Demo di Iran Memanas, Korban Tewas Mencapai 50 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)