Bolehkah Laki-laki dan Perempuan Bukan Mahram Bersentuhan?

Bolehkah Laki-laki dan Perempuan Bukan Mahram Bersentuhan?

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Jumat, 14 Okt 2022 14:31 WIB
Businessman shaking female hand above the table. Business agreement and partnership concept. Partners closing a deal, view over the shoulder. Formal greeting gesture, effective negotiations
Laki-laki dan perempuan boleh berjabat tangan? Foto: Thinkstock
Jakarta - Islam adalah agama yang menuntun umatnya menuju kehidupan yang lebih baik. Syariat Islam menjelaskan seluruh aspek kehidupan melalui aturan yang telah ditetapkan, agar tercapainya kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Aspek pergaulan pria dan wanita muslim misalnya. Ada satu masalah yang menjadi lumrah di masyarakat, yakni bersentuhan antara laki-laki .


Dikutip dari Jurnal Studi Komparatif Pemikiran Imam Nawawi dan Yusuf Al-Qardhawi Tentang Berjabat Tangan Dengan Bukan Mahram Dalam Islam, Imam Nawawi dalam kitab Adzkar mengatakan: 'Para sahabat berkata: 'Setiap orang yang haram untuk dilihat haram pula untuk menyentuhnya bahkan menyentuh lebih haram lagi. Boleh melihat pada wanita lain saat menginginkannya untuk dinikahi namun tidak boleh menyentuh sedikit pun dari wanita tersebut'."


Ungkapan tersebut selaras dengan sebuah hadits Rasulullah. Di mana Nabi SAW mengatakan, beliau tidak berjabat tangan atau bersentuhan kulit dengan wanita yang bukan mahramnya.


An-Nasa'i meriwayatkan, Rasulullah bersabda kepada para perempuan Anshar ketika datang menjumpai Nabi untuk berbaiat: "Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan perempuan. Sesungguhnya ucapanku kepada seratus wanita sebagaimana ucapanku kepada satu orang wanita". (HR Nasa'i)


Masih dilansir dari Jurnal Studi Komparatif Pemikiran Imam Nawawi dan Yusuf Al-Qardhawi tentang Berjabat Tangan dengan Bukan Mahram dalam Islam, Imam Nawawi berpendapat bahwa hukum bersentuhan kulit (berjabat tangan) dengan bukan mahram adalah haram. Ia mengambil hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Ma'qil bin Yasar sebagai landasan.


Rasulullah SAW bersabda, "Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya". (HR Ar-Ruyani, Ath-Thabrani, & Baihaqi)


Imam Nawawi juga menjelaskan, hadits di atas tidak ada pengkhususan untuk menggolongkan wanita. Sehingga larangan menyentuh kulit perempuan bukan mahram berlaku ke semua wanita; baik perempuan lansia, atau anak kecil yang sudah baligh, meskipun tidak ada syahwat di antara keduanya.


Dalam kitab Uqudulujain disebutkan, Baihaqi meriwayatkan hadits yang juga menjadi dasar pelarangan bersentuhan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.


Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda: "Setiap (anggota tubuh ) anak Adam memiliki peluang untuk melakukan zina: mata, mempunyai peluang untuk zina, dan zinanya yaitu: melihat atau memandang. Kedua tangan berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu menyentuh. Dan, kedua kaki berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu melangkah. Mulut berpeluang melakukan zina, dan zinanya yaitu ciuman. Hati berkeinginan kuat atau berangan-angan dan kemaluan membenarkan hal itu atau mendustakannya". (HR Baihaqi)


Sejumlah hadits di atas melarang persentuhan kulit antara pria dan wanita yang bukan mahram dalam Islam. Pelarangan ditetapkan karena bersentuhan kulit bisa menimbulkan syahwat antara keduanya. Kekhawatiran munculnya fitnah juga menjadi salah satu faktornya.



Simak Video "Waspada Pelecehan Seksual pada Laki-laki"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)