4 Gelar Khadijah Istri Rasulullah, Ada Sebutan Perempuan Suci

4 Gelar Khadijah Istri Rasulullah, Ada Sebutan Perempuan Suci

Awalia Ramadhani - detikHikmah
Jumat, 14 Okt 2022 13:18 WIB
side of asian young beautiful muslim woman pray with beads and read quran sit on carpet mat with meditation in mosque.
Ilustrasi. Ini 4 gelar yang disematkan untuk istri Rasulullah SAW, Khadijah. (Getty Images/iStockphoto/mkitina4)
Jakarta - Khadijah binti Khuwailid ibn Asad ibn Abdul Uzza ibn Qushai ibn Kilab adalah seorang perempuan yang memiliki sifat bijaksana, terhormat, dan cerdas. Sebagai perempuan yang istimewa, ada sejumlah gelar yang disematkan untuk Khadijah semasa hidupnya.

Ia juga merupakan sahabat sekaligus istri Rasulullah SAW. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa ia adalah sebaik-baiknya wanita ahli surga, seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah dalam sebuat hadits:

خيرُ نساءِ العالَمينَ: مَريمُ بنتُ عِمرانَ، وخديجةُ بنتُ خُوَيلدٍ، وفاطمةُ بنتُ مُحمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، وآسيةُ امرأةُ فِرعونَ

Artinya: "Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid, dan istri Firaun." (HR Muslim).

Mengutip buku Biografi Rasulullah oleh Mahdi Rizqulah Ahmad, Khadijah berasal dari keluarga yang terpandang dan juga kaya. Dalam hal bisnis pun, banyak lelaki dari kaum Quraisy yang memperjualbelikan dagangannya dan mendapatkan modal juga dari Khadijah.

Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertamanya adalah Abu Halah at-Tamimi. Kemudian pernikahan keduanya dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum.

Khadijah memiliki beberapa gelar yang disematkan kepadanya, dikutip dari buku Khadijah: Perempuan Teladan Sepanjang Masa oleh Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal (Diterjemahkan oleh Tubagus Kesa). Berikut ulasan selengkapnya.

4 Gelar untuk Khadijah Istri Rasulullah

1. At-Thaahirah (Perempuan Suci)

Gelar ini disematkan kepada Khadijah karena ia senantiasa menjaga dirinya sendiri sebagai seorang perempuan. Khadijah hidup dalam keagungan dan kemegahan, kaumnya pun termasuk orang-orang yang terhormat.

Selama berniaga, banyak laki-laki yang berharap untuk mendapatkan hatinya. Pekerjaan Khadijah tersebut juga memberikan ruang yang luas untuk berhubungan dengan para lelaki dan urusan perdagangan yang lain. Namun, Khadijah tidak pernah melakukannya.

Ia tidak menjadikan perdagangan sebagai media untuk menjalin hubungan dengan laki-laki manapun, baik di dalam maupun di luar Makkah. Khadijah juga tidak menjalankan perdagangannya secara langsung, ia mempercayakan kepada hamba sahaya yang dipimpin oleh Maisarah yang merupakan pelayannya.

Khadijah cukup memberi pengarahan dari loteng rumahnya, dan jika berdiskusi maka ia mendiskusikannya di ruang tamu yang dipenuhi oleh keluarganya.

2. Sayyidah Nisa' Quraisy (Pemuka Perempuan Quraisy)

Selanjutnya, Khadijah juga memiliki gelar yang diberikan kaumnya yaitu sebagai pemuka perempuan Quraisy. Gelar ini hanya didapatkan oleh siapa yang memiliki sifat-sifat sempurna.

Di kalangan kaum Quraisy, Khadijah dikenal sebagai sosok yang dermawan yang senantiasa membantu orang yang membutuhkan. Rumahnya kerap menjadi tempat berlindung perempuan miskin, orang yang membutuhkan, maupun para tamu.

Orang Quraisy juga menjelaskan kepribadiannya:

"Khadijah tak menyibukkan diri dengan urusan orang lain dan membicarakannya. Dia lebih memilih sibuk dengan merenung dan bertanya tentang rahasia yang ada di balik kehidupan ini. Dia sering bertanya tentang para rasul yang dulu pernah dan akan diutus untuk memberi petunjuk bagi manusia. Ia juga sering bertanya tentang keberadaan Tuhan Yang Maha Agung, Tuhan yang berhak disembah oleh manusia."

3. Ummul Mukminin (Ibu dari Orang-orang yang Beriman)

Gelar ini tidak bisa didapat oleh sembarang perempuan. Sebab, hanya perempuan tertentu sesuai dengan petunjuk dan bimbingan Allah SWT yang dapat menikah dengan Rasulullah SAW.

Ditambah lagi, umat muslim senantiasa mendoakan kebaikan dan bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Seperti, "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad, para sahabat, dan istrinya, ibu orang-orang beriman."

Istri-istri Nabi Muhammad SAW yang lain mendapatkan gelar yang sama halnya seperti Khadijah. Namun, kedudukan Khadijah lebih tinggi, karena dialah istri Rasulullah yang pertama dan mendapat kedudukan dan derajat yang paling utama sebagai balasan dari apa yang ia lakukan dan korbankan.

Khadijah adalah orang yang pertama membenarkan dan beriman kepada beliau. Ia juga turut merasakan kepedihaan saat berjuang di jalan Allah, menanggung siksaan, menerima perlakuan buruk, serta ditimpa kelaparan bersama Rasulullah.

4. Sayyidah Nisa Al-Alamin (Pemuka Perempuan Dunia)

Gelar Khadijah selanjutnya yang didapatkan Khadijah adalah Sayyidah Nisa Al-Alamin. Gelar ini merupakan gelar yang tidak didapatkan oleh istri nabi yang lain.

Khadijah mendapatkan gelar kehormatan ini karena ia telah mempersembahkan semua yang dimilikinya di jalan Allah. Dia selalu membesarkan hati, membantu, dan mendukung Rasulullah SAW. Oleh karenanya Allah meridhoi dan memberikan kedudukan yang penuh berkah.

Itulah gelar yang dimiliki oleh Khadijah binti Khuwailid, semoga kita senantiasa meneladani pribadinya, dan mengikuti sifat-sifatnya yang mulia.

Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)