Ini Perbedaan Antara Jilbab, Hijab, dan Khimar yang Dikenakan Muslimah

Ini Perbedaan Antara Jilbab, Hijab, dan Khimar yang Dikenakan Muslimah

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Jumat, 07 Okt 2022 17:33 WIB
Fashion portrait of a Muslim woman wearing the hijab and looking at the camera
Perbedaan jilbab, hijab dan khimar. Foto: Getty Images/andresr
Jakarta - Syariat Islam mewajibkan perempuan muslim untuk menutup auratnya. Ketentuan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk menjaga kehormatan seorang wanita.

Untuk menutupi auratnya, wanita muslim memerlukan penghalang atau penutup. Di Indonesia sendiri ada beberapa sebutan yang digunakan, seperti jilbab , hijab, dan khimar. Ketiganya memiliki kesamaan dalam fungsi, tetapi memiliki perbedaan dalam makna.

Disebutkan oleh Isnawati, Lc., MA dalam buku Aurat Wanita Muslimah, aurat secara bahasa memiliki banyak makna. Salah satunya diantara cacat pada mulut, bagian yang harus ditutupi atau sesuatu yang buruk.

Sedangkan menurut istilah, aurat dalam pandangan ulama salah satunya dijelaskan oleh Al-Khatib As-Syirbini adalah bagian tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh terlihat dari pandangan yang memang tidak boleh melihatnya dan bagian yang harus tertutup ketika sholat.


Jilbab

Menurut KBBI, jilbab berarti kain lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan rambut, termasuk telinga, hingga leher dan dada.

Quran Kemenag memberikan pendapat mengenai jilbab, yakni sejenis baju kurung yang longgar sehingga dapat menutup kepala, wajah, dan dada.


Allah SWT menyebutkan dalam firmannya, Surah Al-Ahzab ayat 59:


يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li`azwājika wa banātika wa nisā`il-mu`minīna yudnīna 'alaihinna min jalābībihinn, żālika adnā ay yu'rafna fa lā yu`żaīn, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā.

Artinya: Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dalam kamus al Mu'jam al Wasith juga disebutkan, bahwa jilbab memiliki beberapa makna, yaitu; Qomish (sejenis jubah), kain yang menutupi seluruh badan, pakaian atasan seperti milhafah (selimut), dan semisal selimut yang dipakai seseorang seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.

Pada beberapa pendapat di atas terdapat dua makna untuk jilbab, kain penutup kepala dan pakaian yang menutupi seluruh badan.


Hijab

Surah Al-Ahzab ayat 53 menjadi dalil atas kata hijab.


.... وَاِذَا سَاَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَسْـَٔلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَاۤءِ حِجَابٍۗ ذٰلِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّۗ وَمَا كَانَ لَكُمْ اَنْ تُؤْذُوْا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَلَآ اَنْ تَنْكِحُوْٓا اَزْوَاجَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖٓ اَبَدًاۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمًا .


Arab Latin: wa iżā sa`altumụhunna matā'an fas`alụhunna miw warā`i ḥijāb, żālikum aṭ-haru liqulụbikum wa qulụbihinn, wa mā kāna lakum an tu`żụ rasụlallāhi wa lā an tangkiḥū azwājahụ mim ba'dihī abadā, inna żālikum kāna 'indallāhi 'aẓīmā.


Artinya: Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), mintalah dari belakang tabir. (cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Kamu tidak boleh menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah Nabi (wafat). Sesungguhnya yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.


Dari penggalan ayat di atas, hijab memiliki arti tabir, tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, dan pembatas.

Namun dalam bahasa Arab, hijab berasal dari kata 'hajaban' berarti menutupi. Kata lainnya yakni, 'al-hijab' adalah benda yang menutupi sesuatu, atau penghalang.

Tak hanya itu, hijab juga merujuk kepada tata cara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama Islam.


Khimar

Dalam Al-Qur'an, khimar disebut dengan bentuk jamaknya yakni 'khumur'. Kata ini disebutkan pada Surah An-Nur ayat 31.


وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ ...


Arab-Latin: Wa qul lil-mu`mināti yagḍuḍna min abṣārihinna wa yaḥfaẓna furụjahunna wa lā yubdīna zīnatahunna illā mā ẓahara min-hā walyaḍribna bikhumurihinna 'alā juyụbihinna.


Artinya: Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.


Dari ayat tersebut, khimar merupakan apa yang bisa menutupi kepala, leher, dan dada.


Dilansir dari NU Online, Dalam tafsirnya Ibnu Katsir meyebutkan pengertian khimar, yakni tudung kepala yang menjulur hingga menutup dada wanita.



Simak Video "Gelombang Demo di Iran Memanas, Korban Tewas Mencapai 50 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)