Istihadhah: Arti, Kategori, Lengkap dengan Penjelasannya

Istihadhah: Arti, Kategori, Lengkap dengan Penjelasannya

Erwin Dariyanto, Awalia Ramadhani - detikHikmah
Kamis, 06 Okt 2022 07:40 WIB
ilustrasi nyeri perut
Ilustrasi istihadhah (Foto: thinkstock)
Jakarta - Istihadhah menurut definisi para ulama adalah darah yang keluar dari wanita selain haidh dan nifas. Pengertian istihadhah secara detail dibahas dalam mazhab Hanafiyah, mazhab Syafi'iyah dan mazhab Hanabilah, seperti yang dikutip dari Isnawati, Lc., MA dalam buku Darah Istihadhah.

Melansir buku Fikih Wanita Empat Madzhab oleh Dr Muhammad Utsaman Al-Khasyt juga, darah istihadhah adalah darah yang keluar dari farji' wanita dalam kurun waktu yang relatif lama, atau melebihi kebiasaan lama haidnya yang disebabkan oleh gangguan atau penyakit.

Mana saja yang Termasuk dalam Kategori Darah Istihadhah?

Untuk memudahkan Muslimah dalam membedakan antara darah haid dengan istihadhah, berikut keterangan lebih lanjut mengenai kategori darah istihadhah yang dilansir dari buku Darah Haid karya Isnawati

1. Darah Sebelum Usia 9 Tahun

Dalam hadits nabi disebutkan bahwa:

إِذَا بَلَغَتِ اَلْجاَرِيَةِ تِسْعَ سِنِيْنَ فَهِيَ امْرَأَةٌ

"Apabila seorang wanita muda telah mencapai usia 9 tahun, maka dia adalah seorang wanita dewasa." (HR. Al-Baihaqi).

Oleh karenanya, apabila ada seorang anak yang mengalami keluar darah seperti darah haid, padahal usianya belum 9 tahun, maka itu bukanlah darah haid. Melainkan bisa dikategorikan ke dalam darah istihadhah atau darah fasad (rusak).

2. Darah Menopause

Apabila wanita yang sudah menopause kemudian keluar darah, maka bisa dipastikan bahwa itu bukanlah darah haid, melainkan darah Istihadhah.

3. Darah yang Keluar di masa Suci dari Haid

Maksimal periode haid bagi wanita menurut ulama kebanyakan adalah 15 hari, sehingga apabila seorang perempuan keluar darah lebih dari 15 hari tersebut atau di hari ke 16, maka darah yang keluar disebut istihadhah dan diwajibkan untuk shalat karena masih dihukumi suci.

4. Darah yang Keluar Sebelum Melahirkan

Menurut pendapat ulama seperti Hanafi, Maliki, dan sebagian ulama Syafi'i berpendapat bahwa darah yang keluar saat menjelang bersalin bukanlah darah haid, melainkan itu termasuk darah istihadhah atau fasad (rusak)

5. Darah Lemah

Maksud dari darah lemah adalah darah yang keluar dari wanita, dan si wanita melihat adanya darah yang kuat dan darah yang lemah. Hal ini dilihat dari kekentalan dan bau. Adapun darah lemah ini dihukumi sebagai darah istihadhah, yakni saat melebihi masa haid (15 hari)

Perbedaan Istihadhah dengan Darah Haid atau Nifas

Mengutip sumber yang sama seperti poin di atas, berikut ini adalah perbedaan mendasar tentang darah istihadah dengan darah lainnya:

1. Tidak Mengena Usia Minimal dan Maksimal

Wanita bisa kapan saja mengalami istihadhah, baik sebelum umur 9 tahun, 50 tahun, atau kapan saja.

2. Tidak Ada Jadwal Pasti

Istihadhah tidak keluar begitu saja dengan jadwal tertentu. Darahnya bisa keluar seringa tau jarang. Namun, istihadhah tidak mempunyai ketetapan seperti darah haid yang sudah pasti keluar setiap bulan.

3. Darahnya adalah darah penyakit

Berbeda dengan haid yang keluar dari Rahim wanita dan menandakan bahwa wanita tersebt sehat dan normal, keluarnya darah haid pada hakikatnya adalah darah penyakit.

4. Warna

Warna darah istihadhah kadang berwarna merah pucat tanpa aroma atau bau yang menyengat seperti halnya darah haid.

Simak Video "Cuti Haid & Melahirkan Tetap Berlaku Meski Tak Ada di Perppu Ciptaker"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)