Penasaran dengan Sakaratul Maut, Nabi Idris Pernah Minta Dicabut Nyawanya

Penasaran dengan Sakaratul Maut, Nabi Idris Pernah Minta Dicabut Nyawanya

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 07 Feb 2023 09:03 WIB
unrecognizable witch hand holding magic globe, defocused lights in background.
Ilustrasi sakaratul maut yang dialami Nabi Idris Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors
Jakarta - Nabi Idris dianugerahi berbagai mukjizat oleh Allah SWT. Salah satunya yakni bisa berteman dengan Malaikat Maut. Sudah seperti sahabat, Malaikat Maut kerap mengunjungi rumah Nabi Idris.

Suatu hari Nabi Idris penasaran dengan rasanya sakaratul maut. Ia pun meminta malaikat untuk mencabut nyawanya, dan setelah itu mengembalikan lagi. Malaikat Maut tak langsung mengiyakan permintaan ini karena ia harus meminta izin kepada Allah SWT.

Mengutip buku Kisah dan 'Ibrah oleh Syofyan Hadi, suatu hari datanglah malaikat maut bertamu ke rumah nabi Idris. Nabi Idris pun menyambut kedatangan malaikat maut, layaknya seorang tamu.

Keakaraban terjalin antara mereka layaknya sepasang manusia yang bersahabat. Malaikat maut tinggal selama beberapa hari di rumah Nabi Idris. Sampai hari ketiga, Nabi Idris meminta malaikat maut untuk mencabut nyawanya dengan alasan ingin merasakan bagaimana rasanya mati.

Keinginan Nabi Idris tersebut awalnya ditolak oleh malaikat maut, karena dia tidak diperintah untuk mencabut nyawa sahabatnya itu. Atas desakan Nabi Idris akhirnya malaikat maut meminta izin kepada Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris. Allah SWT memberi izin kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa nabi Idris.

Sebelum nyawanya dicabut, Nabi Idris meminta kepada malaikat agar setelah mati nanti, dia dihidupkan kembali. Permintaan itupun disahuti oleh malikat maut atas izin Allah.

Maka mulailah malikat maut mencabut nyawa Nabi Idris dengan sangat pelan dan perlahan. Setelah Nabi Idris meninggal, kembali atas izin Allah dia dihidupkan.

Malaikat maut kemudian bertanya kepadanya, "Ya nabi Allah! Bagaimana rasanya mati tadi?"

Nabi Idris menjawab, "Tidak bisa aku ceritakan betapa sakitnya, sekiranya kambing yang hidup itu dikuliti, lalu diberi asam pada tubuhnya, maka sakitnya tujuh kali lebih hebat dari itu".

Malaikat maut tersenyum sambil berkata, "Ketahuilah hai Nabi Allah! Selama saya mencabut nyawa makhluk, maka nyawa engkaulah yang paling lunak dan paling lembut saya cabut".

Nabi Idris pun terkejut mendengar jawaban malaikat maut, karena dia tidak bisa membayangkan, bahwa mati yang dirasakannya adalah mati yang paling lembut. "Lalu bagaimana dengan yang paling kerasnya. Tentu lebih hebat lagi rasa sakitnya," cetusnya di dalam hati.

Gambaran Sakaratul Maut

M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma dan Abdurrahim Hamdi, MA dalam bukunya Menguak Rahasia Kehidupan Setelah Kematian menyebutkan gambaran sakaratul maut berdasarkan hadits Rasulullah SAW dan ulama.

Imam Al Ghazali melukiskan bahwa sakaratul maut adalah ungkapan tentang rasa sakit yang menyerang inti jiwa dan menjalar ke seluruh bagian jiwa sehingga tidak ada lagi satupun bagian jiwa yang terbebas dari rasa sakit itu. Rasa sakit tertusuk duri misalnya, menjalar pada bagian jiwa yang terletak pada anggota badan yang tertusuk duri itu saja.

Sedangkan pengaruh luka bakar lebih luas karena api menyebar ke bagian tubuh yang lain sehingga tidak ada bagian dalam ataupun luar yang tidak terbakar, dan efek terbakarnya kulit itu dirasakan oleh bagian-bagian (organ) yang berada di bagian daging. Adapun luka tersayat pisau hanya akan menimpa bagian tubuh yang terkena sayatan, dan karena itulah rasa sakit yang diakibatkan oleh luka tersayat pisau lebih ringan daripada luka bakar.

Akan tetapi, rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota badan, sehingga bagian badan orang yang sedang sakaratul maut merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicabut setiap yang melekat pada organ tubuhnya dari ujung kaki hingga ke kepala.

Jadi, bagaimana kira-kira rasa sakit dan derita seseorang yang mengalaminya?

Jika kita tertusuk duri, tersayat pisau, atau terbakar api, maka kita masih bisa berteriak dan berlari atau melompat-lompat untuk mengurangi rasa sakit yang muncul. Hal ini sangat mungkin karena masih ada tenaga pada kaki, lidah, dan anggota tubuh lainnya. Tetapi bayangkan orang yang sedang sakaratul maut. la tidak akan sanggup mengalihkan sakit yang dirasa. ltu karena rasa sakit yang dialami telah sampai pada puncak kesakitan dari semua jenis rasa sakit yang ada.

Tenaga menjadi hilang, semua anggota tubuh melemah, dan sama sekali tidak ada lagi daya untuk berteriak meminta pertolongan. Rasa sakit yang demikian dahsyat itu telah melumpuhkan akal, membungkam lidah, dan melemahkan semua raga.

Beberapa kejadian pada seseorang yang sedang sakaratul maut biasanya ditandai dengan warna kulitnya berubah menjadi keabu-abuan menyerupai tanah liat yang menjadi sumber asal usulnya. Setiap pembuluh darah seakan pecah bersamaan dengan menyebarnya rasa pedih ke seluruh tubuh, bola matanya terbelalak, bibir seakan tertarik ke belakang, lidah mengerut, kaki mengejang, jari jemari mencengkeram apa pun.

Rasulullah SAW Pernah Mengalami Sakaratul Maut

Rasulullah juga pernah mengalami sakaratul maut dan Rasulullah bersabda, "Ya Allah Tuhanku, ringankanlah sakaratul maut bagi Muhammad!" Pada saat Rasulullah berada di ambang kematian, di dekat beliau ada seember air yang digunakan oleh beliau untuk membasuh muka seraya berdoa, "Wahai Tuhanku! Ringankanlah bagiku sakaratul maut." Pada saat yang sama Fathimah berkata, "Alangkah berat penderitaanku melihat penderitaanmu, Ayah!". Tapi beliau berkata, "Tidak akan ada lagi penderitaan ayahmu sesudah hari ini" (HR. Bukhari).

Rasulullah adalah kekasih Allah , yang namanya disandingkan dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat, yang namanya selalu disebut dalam shalat setiap muslim di belahan barat sampai timur, utara sampai selatan, yang telah dijaga dari dosa, satu-satunya makhluk yang bisa bertemu Allah saat Isra' Miraj dan nama yang ditundukkan kepadanya seluruh makhluk bumi dan langit.

Kondisi yang demikian agung pada diri Rasulullah ternyata tidak bisa menghilangkan rasa sakit saat sakaratul maut.

Sungguh, sakaratul maut adalah suatu keadaan yang sangat mengerikan. Ketika melukiskan kematian, Rasulullah menyebutkan bahwa sakitnya sama dengan 300 tusukan pedang.

Wallahu a'lam.

Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)