Kisah Tukang Daging yang Jadi Sahabat Nabi Musa di Surga, Apa Amalannya?

Kisah Tukang Daging yang Jadi Sahabat Nabi Musa di Surga, Apa Amalannya?

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 19 Jan 2023 05:01 WIB
Kisah Ammar bin Yasir, Kesabaran yang Membawa Sekeluarga Masuk Surga
Ilustrasi kisah tukang daging yang menjadi sahabat Nabi Musa AS di surga. Foto: Getty Images/GCShutter
Jakarta - Allah SWT tidak pernah membedakan derajat setiap orang. Semua tergantung pada amal yang dikerjakan. Seperti kisah tukang daging yang disebutkan sebagai ahli surga sekaligus sahabat Nabi Musa.

Kisah sahabat Nabi Musa di surga ini dibagikan oleh Ustman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir dalam kitabnya Durratu an-Nashihin Fi al-Wa'd wa al-Irsyad. Kemudian ditulis ulang dalam buku Lembaran Kisah Mutiara Hikmah oleh Dian Erwanto.

Dikisahkan pernah suatu ketika Nabi Musa AS. berdoa kepada Allah: "Ya Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku sahabat karib ku kelak di surga nanti."

Kemudian Allah berfirman: "Pergilah ke suatu negeri ini dan ke pasar ini, di sana ada seorang laki-laki tukang potong daging, temuilah, itulah yang akan menjadi sahabat karibmu kelak di surga."

Kemudian Nabi Musa pergi ke pasar dan sampailah ia di sebuah toko yang dimaksud dan berhenti di situ hingga menunggu sampai terbenamnya matahari, tiba-tiba si tukang potong hewan ini mengambil sepotong daging dan meletakanya di sebuah keranjang.

Ketika laki-laki itu hendak berlalu. Nabi Musa bertanya kepadanya: "Apakah engkau bersedia menerima tamu?"

Laki-laki itu menjawab: "Ya, kami persilakan."

Nabi Musa berjalan bersamanya hingga masuk ke dalam sebuah rumah laki-laki itu, lalu laki-laki itu segera memasak daging yang ia bawa tadi menjadi hidangan berkuah yang sangat sedap.

Setelah masakannya matang, ia membawa seorang wanita yang sangat tua keluar dari kamarnya. Wanita tua ini disuapi makanan dengan perlahan sampai ia kenyang. Lalu laki-laki ini mencucikan pakaiannya, memandikanya, memakainkan baju yang bersih, sampai menempatkan kembali ia ke tempat tidurnya.

Nabi Musa melihat wanita tua sudah sangat tua dan dalam keadaan lemah. Namun ia masih bisa menggerakkan bibirnya.

Kata Nabi Musa, "Saya melihat kedua bibir wanita tua itu seraya berdoa 'ya Tuhanku, tempatkanlah anakku di samping Nabi Musa kelak di surgamu.'

Nabi Musa bertanya: "Apa amalan yang engkau kerjakan?"

Laki-laki itu menjawab: "Wanita itu adalah ibuku, ia sudah begitu sangat lemah sekali sehingga jika ia menginginkan duduk saja tidak mampu."

Nabi Musa berkata lagi: "Engkau memperoleh berita gembira, saya adalah Musa dan engkau adalah sahabat karibku kelak di surga."

Nabi Musa juga menceritakan maksud kedatangannya ini adalah mengikuti petunjuk dari Allah SWT. Nabi Musa pun akhirnya tahu siapa kelak yang akan menjadi temannya di surga, ia adalah seorang laki-laki yang berbakti kepada ibunya.

Berbakti kepada orangtua adalah sebuah kewajiban. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Artinya: "Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.'" (HR Al Bukhari dan Muslim).

Wallahu alam.

Simak Video "50 Cabai Rawit untuk Melengkapi Mi Neraka Level 10, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)