Kisah Seorang Budak Rahasiakan Amal Ibadahnya hingga Ajal Tiba

Kisah Seorang Budak Rahasiakan Amal Ibadahnya hingga Ajal Tiba

Kristina - detikHikmah
Rabu, 18 Jan 2023 05:02 WIB
Mosques dome on dusk sunset sky and crescent moon symbol religion of Islamic free space text with Ramadan month, Eid Al Adha, Eid Ul Fitr, Muharram
Ilustrasi budak yang merahasiakan amal ibadahnya hingga akhir hayatnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Sumetha Suebchat
Jakarta - Ada seorang budak yang senantiasa beribadah setiap malam usai seharian melayani tuannya. Ia menjalaninya tanpa sepengetahuan orang lain dan memilih menyembunyikan amal ibadahnya ini hingga ajal menjemputnya.

Kisah ini diceritakan Syaikh Shihabuddin Al-Qalyubi dalam An-Nawadir dan diterjemahkan oleh Hosen Arjaz Jamad dan Sahli Ismail.

Diceritakan, pada zaman dahulu, seorang pria berkeluarnya membeli seorang budak belia untuk mengabdi di rumahnya. Pada hari pertama, budak itu mengajukan suatu permintaan kepada tuannya.

"Tuanku, sahaya memohon tiga syarat. Pertama, bila telah waktu salat, janganlah larang sahaya menunaikannya. Kedua, pekerjakanlah sahaya hanya di siang hari. Ketiga, beri sahaya sebuah gubuk yang tak seorang pun boleh masuk kecuali sahaya," pinta budak itu.

Selesai dengan syaratnya, sang budak mengelilingi pekarangan rumah tuannya. Sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah gubuk bermihrab.

"Ah, mengapa kau memilih gubuk yang bermihrab itu?" tanya si tuan keheranan.

Budak itu menjawab, "Tuanku! Sejauh pengetahuan sahaya, gubuk yang bermihrab adalah tempat baik untuk mengabdikan diri kepada Allah."

Setelah itu, ia lantas membaktikan dirinya untuk keluarga tersebut dan menghabiskan malam-malamnya sendiri di gubuk bermihrab itu.

Pada suatu malam, tuan rumah mengadakan pesta mabuk-mabukan dan perjudian. Malam pun semakin larut, gelap, dan sunyi. Pesta akhirnya pun usai dan pemilik rumah menyempatkan diri berkeliling di pekarangan rumahnya setelah para tamu pergi.

Tiba-tiba dia tertegun menyaksikan seberkas cahaya dari angkasa jatuh tepat di atas gubuk budaknya. Di dalam sana, dia melihat si budak sedang bersujud dan berdoa kepada Allah SWT.

"Duhai Tuhanku. Di siang hari hamba diwajibkan untuk melayani kebutuhan tuanku. Andai hamba tidak repot, niscaya hamba hanya mengabdi pada-Mu siang dan malam. Maka wahai Tuhanku, jadikanlah urusanku itu sebagai uzur hamba kepada-Mu," doa budak itu.

Cahaya tersebut menetap di gubuk itu hingga fajar terbit. Setelah itu, si tuan bergegas mendatangi istrinya dan mengabarkan peristiwa aneh yang baru saja disaksikannya.

Keesokan harinya, menjelang malam, mereka mendatangi gubuk budak itu. Alangkah terkejutnya mereka kala melihat cahaya itu lagi, seperti malam sebelumnya. Saat terbit fajar, mereka memanggil sang budak.

"Sejak kini kami telah membebaskanmu, agar kau tidak terganggu lagi untuk berhubungan dengan Tuhanmu," ucap tuan kepada budaknya.

Mendengar hal itu, sang budak terharu. Dia lalu mengangkat kedua tangannya dan bermunajat, "Ya Allah! Hamba selalu memohon pada-Mu agar rahasia keadaan hamba jangan Engkau singkapkan. Maka setelah Engkau menyingkapkannya..."

Belum sempurna doa itu, budak yang baru merdeka itu pingsan. Beberapa saat kemudian dia wafat. Innalillahi wa innailaihi raji'un.

Syaikh Shihabuddin Al-Qalyubi mengatakan, rupanya budak tersebut selalu berusaha merahasiakan ibadah malamnya, namun Allah Yang Maha Berkehendak punya rencana lain.

Simak Video "Polisi Ringkus Pelaku Perbudakan Seks Remaja di Tangerang-Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)