Kisah Wanita yang Buktikan Siksa Dunia Lebih Ringan daripada Akhirat

Kisah Wanita yang Buktikan Siksa Dunia Lebih Ringan daripada Akhirat

Kristina - detikHikmah
Selasa, 10 Jan 2023 05:00 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Ilustrasi wanita yang membuktikan siksa dunia lebih ringan daripada siksa akhirat. Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta - Pada perjalanan Isra' Rasulullah SAW mencium aroma harum yang ternyata berasal dari kemuliaan seorang wanita. Wanita tersebut telah membuktikan bahwa siksa dunia lebih ringan daripada akhirat.

Kisah ini diceritakan Abul Fida' Abdurraqib bin Ali bin Hasan Al-Ibi dalam Karamat Al-Auliya' seperti diterjemahkan oleh Abdurrosyad Shidiq. Ia menukil sebuah riwayat Imam Ahmad yang berasal dari Abu Dharir, dari Hammad bin Salamah, dari Atha' bin As-Sa'ib, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakannya dari Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW menceritakan, pada malam Isra' beliau mencium aroma yang sangat harum. Beliau bertanya kepada Jibril, "Wahai Jibril, aroma apakah ini?"

Jibril menjawab, "Itu adalah aroma wanita yang menyisir putri Fir'aun dan anak-anaknya."

Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang terjadi padanya?"

Jibril menjawab, "Pada suatu hari ketika Masyithah sedang menyisir putri Fir'aun, sisirnya jatuh dari tangannya. Lalu, secara spontan ia berkata, 'Dengan nama Allah'.

Putri Fir'aun bertanya, 'Itu ayahku?'

Wanita itu menjawab, 'Bukan. Tetapi Tuhanku dan Tuhan ayahmu. Dialah Allah.'

Putri perempuan Fir'aun bertanya, 'Bolehkah aku memberitahukan hal ini kepada ayahku?'

Wanita itu menjawab, 'Boleh.'

Lalu, anak itu memberitahukannya kepada ayahnya. Wanita tersebut kemudian dipanggil oleh Fir'aun dan ditanya, 'Hai pelayan, apakah kamu punya Tuhan selain aku?'

Ia menjawab, "Punya. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.'

Kemudian, Fir'aun menyuruh mengambilkan sebuah wajan besar. Setelah diisi dengan air yang sangat mendidih, wanita itu dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Namun, sebelumnya wanita itu sempat berkata,

'Aku punya satu permintaan kepadamu.'

Fir'aun bertanya, 'Apa permintaanmu?'

Ia menjawab, 'Aku ingin kamu mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku pada selembar kain, lalu kamu kubur kami dalam satu liang lahat.'

Fir'aun berkata, 'Baiklah.'

Lalu, Fir'aun menggiring wanita itu dan anak-anaknya satu per satu ke dekat wajan tersebut. Ketika sampai pada giliran seorang ibu dan bayinya yang masih menyusu, dan bayi itu melihat ibunya seakan-akan ragu untuk memasuki bejana tersebut, bayi itu tiba-tiba berkata, 'Hai ibu, masuklah. Sesungguhnya siksa dunia itu lebih ringan daripada siksa akhirat.'

Kemudian, wanita itu memasukinya.'"

Abul Fida' Abdurraqib bin Ali bin Hasan Al-Ibi mengatakan bahwa hadits yang menceritakan tentang wanita penyisir putri Fir'aun tersebut isnadnya hasan. Adapun, Ibnu Katsir dalam At-Tafsir mengatakan isnad hadits ini tidak apa-apa.

Dalam Al-Qur'an diceritakan, Fir'aun adalah raja yang sangat kejam dan mengaku dirinya sebagai tuhan. Allah SWT lantas mengutus Nabi Musa AS kepadanya, namun Fir'aun mengingkarinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْۢ بَعْدِهِمْ مُّوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ فَظَلَمُوْا بِهَاۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ ١٠٣

Artinya: "Kemudian, Kami utus Musa setelah mereka dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Lalu, mereka mengingkarinya. Perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al A'raf: 103)

Simak Video "Motif Suami di Subang Bunuh dan Bakar Istri Dalam Mobil "
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)