Kisah Nabi Hud AS dan Angin Dingin yang Kencang untuk Kaum 'Ad

Kisah Nabi Hud AS dan Angin Dingin yang Kencang untuk Kaum 'Ad

Cicin Yulianti - detikHikmah
Jumat, 06 Jan 2023 05:00 WIB
Ilustrasi Nabi Hud As
Kisah Nabi Hud dan Kaum 'Aad. Foto: detikcom
Jakarta - Nabi Hud adalah putra dari Abdullah bin Ribah bin Khulud bin Ad nin Aus bin Irim bin Syam bin Nuh. Perjalanan dakwahnya sebagai utusan Allah SWT bisa kita simak dalam kisah Nabi Hud berikut.

Dikisahkan oleh Ust. Fatih dalam bukunya Menengok Kisah 25 Nabi & Rasul, bahwa Nabi Hud tinggal di daerah Al-Ahqaf yang terletak di sebelah utara Hadramaut, tepatnya berada di antara Yaman dan Oman. Daerah tersebut memiliki tanah yang subur dan kaya akan hasil pertanian.

Di lingkungan Al-Ahqaf, Nabi Hud dikelilingi oleh kaum bernama 'Ad yang merupakan kaum tertua setelah generasi kaum yang binasa pada masa Nabi Nuh. Kaum 'Ad tersebut terkenal juga sebagai kaum yang sejahtera karena dikaruniai tanah yang subur, aliran air yang melimpah, dan hewan ternak yang sehat.

Akan tetapi, bukannya bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada mereka, Kaum 'Ad malah menyembah patung berhala dan tidak mengenal Allah sebagai Tuhan mereka yang telah memberinya banyak nikmat.

Perjalanan Dakwah Nabi Hud

Inti dakwah dari Nabi Hud adalah menyerukan ajaran Allah kepada Kaum 'Ad yang saat itu masih menyembah patung berhala yang dibuat oleh mereka sendiri. Allah memerintahkan kepada Nabi Hud untuk mengajak mereka untuk kembali kepada-Nya.

Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Hud ayat 52 yang berbunyi:

وَيَٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا۟ مُجْرِمِينَ

Arab-Latin: Wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a 'alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn

Artinya: Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa"

Meski Nabi Hud sudah berulang kali menyerukan Kaum 'Ad, tetapi mereka tidak mau mempercayai Nabi Hud dan tetap menyembah patung berhala. Bahkan, Kaum 'Ad menuduh Nabi Hud sudah gila.

Balasan Allah SWT Kepada Kaum ' Ad yang Ingkar

Kaum 'Ad masih menyembah berhala dan hal tersebut membuat Allah SWT memberikan balasan kepada mereka berupa dicautnya nikmat yang sebelumnya telah diberikan. Daerah tempat tinggal Kaum 'Ad dilanda kekeringan yang panjang.

Situasi semakin parah karena sumber air kering, hasil pertanian gagal, dan banyak orang yang kelaparan. Dalam situasi tersebut Nabi Hud mencoba meyakinkan kembali dan mengajak mereka untuk kembali kepada Allah SWT.

Namun, masih banyak Kaum 'Ad yang tidak menggubris seruan Nabi Hud sehingga azab dari Allah pun menimpa mereka. Allah SWT berfirman:

وَٱذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنذَرَ قَوْمَهُۥ بِٱلْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦٓ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Arab-Latin: Ważkur akhā 'ād, iż anżara qaumahụ bil-aḥqāfi wa qad khalatin-nużuru mim baini yadaihi wa min khalfihī allā ta'budū illallāh, innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm

Artinya: "Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar." (QS. Al-Ahqaf : 21)

Dalam surat Al Haqqah disebutkan kaum Aad ditimpa oleh angin yang dingin dan kencang serta berputar untuk membinasakan selama delapan hari tujuh malam. Angin itu menghancurkan dan melenyapkan kaum 'Ad di muka bumi. Mayat kaum 'Ad berserakan ditutup pasir-pasir.

Berikut penjelasan surat Al Haqqah ayat 6 dan 7:

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا۟ بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

wa ammā 'ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin 'ātiyah

6. Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى ٱلْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

sakhkharahā 'alaihim sab'a layāliw wa ṡamāniyata ayyāmin ḥusụman fa taral-qauma fīhā ṣar'ā ka`annahum a'jāzu nakhlin khāwiyah

7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

Sehingga kisah Nabi Hud dan Kaum Aad ini tentu memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi umat muslim. Salah satunya adalah kekayaan dan kekuatan kaum 'Ad merupakan titipan Allah SWT yang tak patut untuk disombongkan dan janji Allah akan azab-Nya adalah nyata. Allah menunjukkan kekuasaannya dengan menurunkan angin kencang yang menghancurkan kaum 'Ad.

Simak Video "Penampakan Rumah Warga Rusak Diterjang Angin Kencang di Ciamis"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)