Kisah Ahli Ibadah yang Meninggal dalam Keadaan Syirik, Naudzubillah Min Dzalik!

Kisah Ahli Ibadah yang Meninggal dalam Keadaan Syirik, Naudzubillah Min Dzalik!

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 01 Jan 2023 05:30 WIB
unrecognizable witch hand holding magic globe, defocused lights in background.
Ilustrasi kisah ahli ibadah yang syirik Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors
Jakarta - Sebagai umat muslim, hendaklah untuk selalu berdoa dan memohon agar selalu dijaga dalam keadaan iman Islam. Agar selamat dalam hidup di dunia dan juga meninggal dalam keadaan husnul khatimah dan selamat pula di akhirat.

Banyak kisah di masa lalu yang dapat menjadi pelajaran bahwa keimanan seseorang dapat mengalami perubahan. Seorang yang beriman dan ahli ibadah, belum tentu meraih surga Allah SWT. Demikian juga seorang yang terlihat sebagai pendosa, belum tentu menjadi ahli neraka.

Mengutip buku karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa yang berjudul 'Ia Hidup Kembali Setelah Mati 100 Tahun: Kisah-Kisah Haru yang Mempertebal Iman, diceritakan sebuah kisah tentang seorang lelaki ahli ibadah yang meninggal dalam keadaan syirik.

Lelaki ini bernama Barshisha, ia berasal dari kalangan Bani Israil. Barshisha dikenal sebagai ahli ibadah, bahkan ia mendapatkan gelar sebagai al-Abid yang artinya Si Tukang Ibadah.

Selain itu, dia juga dikenal sebagai orang yang doa-doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Banyak orang yang sakit berdatangan kepadanya untuk berobat. Berkat doanya dan juga kuasa dari Allah SWT, segala penyakit dapat disembuhkan.

Barshisha Digoda Iblis

Melihat kehebatan Barshisha itu, iblis -yang merupakan nenek moyang setan- menjadi geram dan jengkel. Maka diundanglah para setan yang kemudian diperintah untuk menjalankan 'tugas suci' menurut versi iblis.

Jin ifrit yang banyak akal dan memiliki tipu daya licik kemudian berkata, "Sayalah yang sanggup menggodanya. Apabila tidak berhasil, boleh dipecat dan dikeluarkan dari "keanggotaan setan." Iblis menimpali, "Laksanakan tugasmu dengan baik!"

Maka berangkatlah lfrit mendatangi seorang raja dari Bani Israil, yang mempunyai seorang putri yang sangat cantik. Pada waktu sang putri sedang duduk bercengkerama dengan ayah, ibu dan saudara-saudaranya, tiba-tiba dia diempaskan oleh jin ifrit tersebut. Mereka pun terkejut dan panik.

Setelah itu, sang putri mengalami gangguan jiwa dan hal itu berlangsung selama beberapa hari. Kemudian setan mendatangi keluarga raja dengan rupa manusia sambil berkata, "Apabila tuan menghendaki sang putri sembuh dari penyakitnya, maka bawalah kepada Barshisha, pasti dia dapat menyembuhkannya dengan doanya yang terkenal manjur itu."

Mereka pun lantas pergi ke tempat Barshisha dan sang putri pun sembuh. Lalu setan yang masih dengan rupa manusia datang menjenguk dan berkata, "Apabila kamu menghendaki sang putri benar-benar sembuh, tidak kambuh lagi, sebaiknya dia dititipkan di tempat Barshisha untuk sementara waktu."

Raja pun menuruti perkataan setan itu, dan sang putri kemudian dipondokkan di tempat Barshisha.

Pada suatu hari, dengan akal licik setan, panah asmara menghujam di jantung hati Barshisha. Bergetar hatinya ketika terpandang olehnya kecantikan sang putri.

Godaan setan ini kemudian berhasil membuat Barshisha tak sanggup menahan nafsu birahinya.

Akibat kejadian itu, maka hamillah sang putri. Kemudian syaitan datang menemui Barshisha sambil berkata sinis, "Nah Barshisha, kau telah menghamili putri raja. Kau tidak akan selamat. Raja pasti akan menghukum kamu, akibat perbuatan bejatmu itu. Tapi tenanglah, masih ada jalan untuk menyelamatkan diri. Bunuh saja dia, dan kuburkan di tempatmu ini. Bila sang raja bertanya di mana putrinya, jawab saja, dia telah mati dan telah kau kubur. Pasti dia percaya kepadamu."

Karena dilanda pikiran yang kalut, panik, cemas dan bingung serta tidak tahu apa yang harus diperbuat, maka dituruti saja saran setan itu. Lalu dibunuhlah sang putri dan lantas dikuburkan dalam tempatnya.

Ketika raja beserta keluarganya menjenguk sang putri, dijawab oleh Barshisha bahwa dia telah mati karena demikianlah takdir llahi. Tanpa curiga sedikit pun raja menerima dan membenarkan keterangan Barshisha. Tapi setan yang menyerupai manusia itu mengatakan kepada raja bahwa itu hanya bualan Barshisha saja.

Setan ini membeberkan kejadian yang sebenarnya. Raja pun murka, Barshisha kemudian ditangkap. Dalam keadaan kritis, setan pun mendatangi Barshisha dan berkata, "Saya dapat menyelamatkan kamu dari tiang salib ini dengan syarat kau mau sujud kepadaku sekali saja," kata syaitan.

"Bagaimana saya dapat sujud dalam keadaan seperti ini?" jawab Barshiha.

"Ah, itu gampang. Dengan isyarat pun sudah cukup" tegas syaitan.

Dan Barshisha yang semula terkenal dengan julukan al-Abid itu lantas sujud kepada setan dengan menganggukkan kepala sebagai isyarat. Menyaksikan hal tersebut dengan hati yang lega sambil tertawa puas, setan berkata "Sesungguhnya saya berlepas diri dari kamu, aku tidak bertanggung jawab atas perbuatan itu, (sebab) sesungguhnya aku (sendiri) takut kepada Allah, Tuhan semesta alam."

Perkataan setan ini sesuai dengan ayat Al-Qur'an dalam surat Al-Hasyr ayat 16:

كَمَثَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ إِذْ قَالَ لِلْإِنسَٰنِ ٱكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّنكَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Arab-Latin: Kamaṡalisy-syaiṭāni iż qāla lil-insānikfur, fa lammā kafara qāla innī barī`um mingka innī akhāfullāha rabbal-'ālamīn

Artinya: (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam".

Simak Video "Ahli Ibadah Bisa Terkecoh Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)