3 Istri Durhaka yang Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur'an

3 Istri Durhaka yang Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur'an

Christavianca Lintang - detikHikmah
Jumat, 30 Des 2022 10:00 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Tiga istri durhaka yang diceritakan dalam Al-Qur'an. Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Dalam Al-Qur'an terdapat perempuan yang dikisahkan baik dalam keshalehannya yang berguna untuk teladan perempuan muslim, maupun perempuan yang durhaka yang bisa menjadi pengingat untuk perempuan muslim lainnya. Kisah perempuan durhaka yang dikisahkan dalam Al-Qur'an ialah istri dari Nabi Nuh as, istri dari Nabi Luth as, dan Istri dari Abu Lahab. Bagaimana kisah ketiganya?


Melansir kepada buku Ulumul Qur'an: Kajian Kisah-kisah Wanita dalam Al-Qur'an yang ditulis oleh Muhammad Roihan Nasution, berikut kisah-kisah istri durhaka yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

Kisah Istri Nabi Nuh As dan Nabi Luth As

Dalam surah at-Tahrim ayat 10, Istri nabi Nuh as dan Nabi Luth as menanggung azab yang pedih. Surah tersebut berbunyi sebagai berikut,


ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

Artinya: "Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)"." (QS. At-Tahrim: 10)


Bertahun-tahun lamanya istri Nabi Nuh as menentang dakwah yang dibawanya. Bahkan, ia sanggup mengatakan bahwa pengikut dakwah Nabi Nuh as hanyalah dari kalangan orang-orang miskin dan lemah.


Pada saat kenabian Nabi Nuh as, keadaan dunia sangat rusak dengan adanya degradasi moral manusia seperti pembangkangan terhadap urusan Allah SWT. Hal tersebut yang menyebabkan turunnya bencana banjir besar yang menyapu manusia durhaka di bumi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:


قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ

Artinya: "Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (QS. Hud: 43)


Nabi Nuh as memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diselamatkan istri dan anaknya dari bencana banjir tersebut. Tetapi, jawaban Allah SWT menjelaskan bahwa keduanya bukanlah anggota keluarganya lagi. Sehingga disebutlah keduanya (istri dan anak dari Nabi Nuh as) termasuk orang yang celaka dunia dan akhirat.


Begitu pula kisah yang menceritakan tentang istri dari Nabi Luth yang digambarkan dalam surah At-Tahrim ayat 10. Abdullah Yusuf Ali dan para mufasir menekankan bahwa istri Nabi Luth telah menjadi perantara untuk kaum Sodom dalam menggagalkan misi dakwah suaminya.

Kisah pengkhianatan yang dilakukan oleh istri Nabi Luth terdapat dalam surah Hud ayat 81 yang berbunyi sebagai berikut:

قَالُوا۟ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

Artinya: "Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?"" (QS. Hud: 81)

Kisah Istri Abu Lahab

Istri dari Abu Lahab merupakan termasuk perempuan yang diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran sebagai perempuan yang durhaka. Tidak hanya istrinya, tetapi Abu Lahab pun juga merupakan laki-laki yang durhaka. Kisah keduanya diabadikan dalam surah Al-Lahab 1-5 yang berbunyi demikian:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ * مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ * سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ * وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ * فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal." (QS Al Lahab: 1-5).


Kedengkian Abu Lahab kepada Rasulullah SAW dan keluarganya beserta agamanya pun semakin menjadi-jadi. Karena kelicikan Ummu Jamil yan memengaruhi suaminya sehingga buta terhadap kebenaran yang dibawakan oleh Nabi SAW.


Pengaruh dari istri Abu Lahab juga kerap cenderung saling ditimpali suaminya. Sepasang suami istri ini kerap untuk menolak, menentang, bahkan mengganggu dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW di Makkah dengan kebencian. Bahkan, mereka tidak mengindahkan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah keponakannya sendiri.



Simak Video "Murka Orang Muslim Atas Aksi Bakal Al-Qur'an Rasmus Paludan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)