Kisah Rasulullah Salatkan Jenazah Wanita Pezina

Kisah Rasulullah Salatkan Jenazah Wanita Pezina

Kristina - detikHikmah
Rabu, 28 Des 2022 05:00 WIB
Silhoutte of muslim woman praying during fasting holy month of ramadan
Ilustrasi wanita pezina yang mendatangi Rasulullah SAW untuk minta dirajam dan akhirnya disalatkan nabi. Foto: iStock
Jakarta - Rasulullah SAW pernah didatangi seorang wanita pezina untuk meminta hukuman rajam. Setelah meninggal dunia, beliau kemudian menyalatkan jenazah wanita itu.

Kisah ini diceritakan Ibnu Watiniyah dalam Nisa'ul Auliya': Kisah Wanita-wanita Kekasih Allah dengan merujuk pada riwayat Imam Muslim dari Imran bin al-Husain al-Khunza RA.

Diceritakan, ada seorang wanita dari Juhainah yang datang kepada Rasulullah SAW dalam keadaan hamil karena berzina. Ia berkata, "Wahai Rasulullah! Aku telah melanggar had (batas), maka tegakkanlah had (hukuman) terhadapku."

Kemudian Rasulullah SAW memanggil salah seorang walinya agar memperlakukannya dengan baik. Beliau berkata, "Perlakukan dia dengan baik. Jika ia telah melahirkan maka bawalah dia kepadaku."

Ia pun melakukannya. Nabi kemudian memerintahkan untuk menghadirkan wanita yang telah berbuat zina tersebut. Lalu, mengikatkan baju wanita tersebut agar tidak tersingkap auratnya. Beliau kemudian memerintahkan agar wanita itu dirajam.

Setelah itu, Rasulullah SAW menyalatkannya. Beliau juga mendoakannya dengan doa bagi orang yang telah meninggal dunia.

Melihat hal itu, salah seorang sahabat nabi, Umar RA, bertanya kepadanya, "Apakah engkau menyalatkan dia wahai Rasulullah? Sedangkan ia telah berbuat zina?"--dalam redaksi lain disebut sedangkan zina adalah termasuk dosa yang paling besar.

Nabi SAW pun menjawab bahwasannya wanita tersebut telah melakukan tobat yang luas. Beliau mengibaratkan, seandainya dibagikan kepada 70 orang yang mana semuanya berbuat dosa, niscaya mereka akan mendapatkan tobat itu dan bermanfaat untuk mereka.

Rasulullah SAW bersabda, "Ia telah melakukan tobat dengan tobat yang apabila dibagikan kepada 70 penduduk Madinah, niscaya mereka semua akan mendapatkan bagian. Apakah engkau mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada ia yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah? Apakah engkau mendapatkan keadaan yang lebih baik daripada ia yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah SWT?"

Ibnu Watiniyah menjelaskan maksud sabda Rasulullah SAW tersebut yakni seorang wanita yang mendatanginya itu telah membersihkan dirinya dan menyerahkan dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terlepas dari dosa zina. Ia mengatakan, tidak ada yang lebih baik dari hal ini.

Simak Video "Motif Suami di Subang Bunuh dan Bakar Istri Dalam Mobil "
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)