Salman Al-Farisi, Sosok Dibalik Kesuksesan Perang Khandaq

Salman Al-Farisi, Sosok Dibalik Kesuksesan Perang Khandaq

Cicin Yulianti - detikHikmah
Senin, 26 Des 2022 08:01 WIB
Ilustrasi Perang Badar
Ilustrasi Salman al-Farisi dalam Perang Khandaq. Foto: ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Dalam mempertahankan Kota Madinah sebagai kota penting untuk menyebarkan ajaran Islam, Rasulullah SAW dibantu oleh sahabat-sahabatnya. Sahabat Rasulullah SAW yang mengusulkan pembuatan parit dalam Perang Khandaq adalah Salman Al-Farisi.

Dinamakan Perang Khandaq karena kata khandaq memiliki arti parit. Peran tersebut merupakan pertempuran antara pasukan Arab dan pasukan Quraisy.

Pembuatan Parit Oleh Rasulullah SAW dan Para Sahabat

Mengutip buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah oleh Abu Achmadi dan Sungarso, diceritakan suatu ketika Rasulullah SAW mendengar adanya rencana penyerbuan terhadap Kota Madinah. Oleh karena itu, beliau memberikan kabar dan peringatan kepada umatnya untuk bersiap menghadapi perang.

Pada saat itu, pasukan dari umat Islam terdiri dari 3.000 prajurit. Salman Al-Farisi mengusulkan pembuatan parit di luar Madinah. "Ini menjadi perang pertama yang diikuti Salman Al-Farisi," tulis Abdullah Musthafa al-Maraghi dalam buku Ensiklopedia Ulama Ushul Fiqh Sepanjang Masa.

Salman berkata: "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya saat kami di negeri Persia, ketika khawatir terhadap serangan pasukan musuh, kami membuat parit untuk melindungi."

Rasulullah setuju dengan saran dari Salman Al-Farisi, kemudian memberi perintah kepada para sahabat untuk segera melakukan penggalian parit. Setiap sepuluh orang sahabat menggali seluas 40 hasta dan terbuatlah parit dengan luas 5.000 hasta dengan kedalaman 7-10 hasta dengan lebar lebih dari sembilan hasta.

Ketika pasukan kafir telah tiba di lereng Bukit Uhud, mereka mengira bahwa pasukan Islam akan segera menghadang mereka. Setelah sampai, mereka tercengang dengan strategi yang diterapkan oleh Rasulullah SAW dan pasukannya lewat pembuatan parit.

Kesuksesan Perang Khandaq

Selain karena strategi parit yang diajukan oleh Salman Al-Farisi, kesuksesan perang Khandaq pun tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT. Selama perang berlangsung, Rasulullah SAW bermunajat selama tiga hari, kemudian turunlah Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 9 sebagai jawaban atas pertolongan Allah SWT.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni'matallāhi 'alaikum iż jā`atkum junụdun fa arsalnā 'alaihim rīḥaw wa junụdal lam tarauhā, wa kānallāhu bimā ta'malụna baṣīrā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan."

Salman Al-Farisi wafat pada 34 H, di masa pemerintahan Utsman bin Affan.



Simak Video "Viral Polisi Jatuh ke Parit Saat Kirim Bantuan Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)