Kisah Dahsyatnya Doa Seorang Ibu, Bisa Mengubah Takdir Anaknya

Kisah Dahsyatnya Doa Seorang Ibu, Bisa Mengubah Takdir Anaknya

Cicin Yulianti - detikHikmah
Kamis, 22 Des 2022 19:00 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Kisah doa seorang ibu yang bisa mengubah takdir anaknya. Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Ibu adalah sosok yang sangat mulia dan doanya memiliki kekuatan bagi sang anak. Hal ini bisa dilihat dari kisah dahsyatnya doa seorang ibu zaman Rasulullah SAW.

Kisah tersebut diceritakan kembali dalam buku Doa Ibu karya Rabi'atun Adawiyah dan terdapat dalam Kitab Imam Al-Hafizh Ibnu Abi Ad-Dunya Rahimahullah. Berdasarkan riwayat dari Anas bin Malik ra, beliau mengatakan bahwa suatu hari ia dan beberapa orang menjenguk anak muda dari kalangan Anshar yang tengah sakit.

Anas dan yang lainnya tidak meninggalkan anak muda tersebut hingga ajal tiba. Kemudian, mereka menutupi wajahnya dengan kain, sedangkan di samping kepala anak muda tersebut terdapat ibunya yang sudah lemah.

Untuk menghibur ibu tersebut, mereka berkata kepadanya, "Berharaplah pahala dari Allah atas musibah yang menimpamu".

Kemudian ibu itu bertanya, "Apakah anakku sudah mati?"

"Ya," jawab mereka.

Mendengar hal itu, sang ibu lantas berdoa kepada Allah, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku pasrah kepada-Mu dan berhijrah kepada Rasul-Mu, dengan harapan agar Engkau berkenan menolongku dalam setiap kesulitan. Ya Allah, janganlah Engkau timpakan kepadaku musibah ini pada hari ini."

Lalu dibukalah kain pada wajah anak tersebut, dan ternyata ia hidup kembali.

Kemuliaan Sosok Ibu dalam Islam

Dari kisah dahsyatnya doa ibu zaman Rasulullah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra dapat ditarik kesimpulan bahwa sosok ibu memegang kemuliaan bagi sang anak. Mengutip buku Ajak Aku ke Surga Ibu! karya Rizem Aizid, dalam Islam dijelaskan bahwa kedudukan seorang ibu lebih tinggi dari ayah.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT berwasiat tiga kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, sesungguhnya Allah berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada kalian untuk berbuat baik kepada kerabat yang paling dekat kemudian yang dekat." (HR. Ibnu Majah)

Hadits di atas menunjukkan bahwa Allah SWT pun memerintahkan untuk berbuat baik terhadap ibu hingga sebanyak tiga kali sedangkan ayah satu kali. Tentunya hal tersebut dilandasi atas perjuangan dan kasih sayang seorang ibu yang sangat besar terhadap anaknya mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkannya.

Bahkan, seorang ibu yang meninggal karena melahirkan termasuk ke dalam mati syahid. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

"Tahukah kalian, siapa orang yang mati syahid di kalangan umatku?" Beliau menjawab, "Orang yang mati syahid di kalangan umatku cuma sedikit. Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha'un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik anaknya menuju surga dengan tali pusarnya." (HR. Ahmad)



Simak Video "Doa di Nusa Dua, Luhut Harap Rusia-Ukraina Damai Saat G20"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)