Kisah Nabi Zakaria yang Dikaruniai Anak saat Istrinya Dinyatakan Mandul

Kisah Nabi Zakaria yang Dikaruniai Anak saat Istrinya Dinyatakan Mandul

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 17 Des 2022 05:30 WIB
unrecognizable witch hand holding magic globe, defocused lights in background.
Ilustrasi Nabi Zakaria yang dianugrahi anak bernama Nabi Yahya Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors
Jakarta - Nabi Zakaria memiliki seorang putra bernama Nabi Yahya. Penantian panjang Nabi Zakaria yang mengharapkan anak akhirnya dijawab Allah SWT berkat kesabaran dan keimanannya.

Kisah Nabi Zakaria yang mengharapkan anak ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 2 sampai 15 dan Surah Ali Imran ayat 38 sampai 41. Kemudian oleh Ridwan Abdullah Sani kembali dikisahkan dalam buku Hikmah Kisah Nabi dan Rasul.

Nabi Yahya hadir di kandungan sang ibunda ketika Nabi Zakaria telah berusia lanjut. Nabi Zakaria sangat mendambakan seorang anak yang kelak akan menjadi pewarisnya.

Siang dan malam tiada henti-hentinya Nabi Zakaria memanjatkan doanya memohon kepada Allah SWT agar dikaruniakan seorang putra yang dapat meneruskan tugasnya memimpin Bani Israil. Ia khawatir jika ia wafat, tidak ada yang menggantikannya dan kaumnya akan kehilangan pemimpin.

Nabi Zakaria khawatir jika ia tak memiliki penerus maka kaumnya akan ingkar kepada Allah SWT sebagaimana pendahulu mereka. Selain itu, sebagai manusia, Nabi Zakaria ingin agar keturunannya tidak terputus.

Nabi Zakaria setiap hari disibukkan dengan berbagai kegiatan, termasuk mengurus Baitul Maqdis sekaligus mengasuh Maryam, sang keponakan yang saat itu masih kecil. Keberadaan Maryam sebenarnya cukup menghibur dari rasa sedihnya karena ia sudah menganggap Maryam sebagai anak sendiri.

Namun Nabi Zakaria percaya bahwa kekuasaan Allah SWT tidaklah terbatas. Ia yakin Allah SWT akan mengabulkan doanya dan memberikan keturunan untuknya walaupun ia sudah sangat tua.

Pada suatu malam yang sudah larut, Nabi Zakaria bermunajat dan berdoa kepada Allah dengan suara yang lemah lembut, ia berucap dalam doanya. Doa ini juga terdapat dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 4-6:

"Ya Tuhanku berikanlah aku seorang putra yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian dari keluarga Yaqub, yang akan meneruskan pimpinan dan tuntunanku kepada Bani Israil. Aku khawatir bahwa sepeninggalku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan mereka tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikan aku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang istriku adalah seorang perempuan yang mandul, namun kekuasaan-Mu adalah di atas segala kekuasaan dan aku tidak jemu-jemunya berdoa kepadamu memohon rahmat-Mu mengaruniakan kepadaku seorang putra yang saleh yang Engkau ridhoi."

Doa ini kemudian dijawab oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam surat Maryam ayat 7:

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Arab-Latin: Yā zakariyyā innā nubasysyiruka bigulāminismuhụ yaḥyā lam naj'al lahụ ming qablu samiyyā

Artinya: Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

Kemudian Nabi Zakaria berkata: "Ya Tuhanku bagaimana aku akan memperoleh anak sedangkan istriku adalah seorang perempuan yang mandul dan aku sendiri sudah lanjut usianya." Allah menjawab dengan firman-Nya: "Demikian itu adalah suatu hal yang mudah bagi-Ku. Tidakkah Aku telah ciptakan engkau padahal engkau di waktu itu belum ada sama sekali?"

Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku akan suatu tanda bahwa istri aku telah mengandung."

Allah SWT berfirman: "Tandanya bagimu bahwa engkau tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari berturut-turut kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama-Ku sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari."

Nabi Yahya lahir pada 1 Sebelum Masehi. Sejumlah riwayat menyebutkan Nabi Yahya lahir tiga bulan lebih dulu daripada kelahiran Nabi Isa AS. Nabi Yahya tumbuh menjadi anak yang cerdas, berperilaku baik, dan pandai menahan hawa nafsu.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 39:

فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُوَ قَآئِمٌ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab-Latin: Fa nādat-hul-malā`ikatu wa huwa qā`imuy yuṣallī fil-miḥrābi annallāha yubasysyiruka biyaḥyā muṣaddiqam bikalimatim minallāhi wa sayyidaw wa ḥaṣụraw wa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

Simak Video "Kesalahan Umum Ortu yang Sebabkan Anak Pengidap Kanker Telat Ditangani"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)