Sosok Siti Aminah, Ibunda Nabi Muhammad dengan Kepribadian Mulia

Sosok Siti Aminah, Ibunda Nabi Muhammad dengan Kepribadian Mulia

Cicin Yulianti - detikHikmah
Rabu, 14 Des 2022 11:30 WIB
Arab woman with veil against orange yellow sky
Ilustrasi sosok Siti Aminah, Ibunda Rasulullah SAW. Foto: Getty Images/iStockphoto/vanbeets
Jakarta -

Nama ibu Nabi Muhammad adalah Siti Aminah atau Aminah binti Wahab. Siti Aminah adalah sosok wanita mulia yang banyak dikagumi orang-orang pada masanya.

Siti Aminah adalah sosok istri yang telah melahirkan seorang panutan umat manusia yakni Nabi Muhammad SAW. Siti Aminah pun merupakan pemimpin para ibu, karena beliau telah melahirkan utusan Allah.

Riwayat Hidup Siti Aminah

Dalam buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW oleh Abdurrahman bin Abdul Karim (2016), dijelaskan bahwa tidak ada keterangan tentang kapan Siti Aminah dilahirkan. Adapun catatan yang menuliskan bahwa Siti Aminah wafat pada tahun 577 M yakni ketika beliau mengajak putranya, Nabi Muhammad SAW untuk mengunjungi pamannya dan melihat kuburan ayahnya di Yastrib.

Siti Aminah lahir di Makkah dan merupakan anak dari pemimpin Bani Zuhrah yakni Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Ibu dari Siti Aminah adalah Barrah binti Abdul Uzza bin Utsman bin Abduddar bin Qushay.

Siti Aminah dipersunting oleh Abdullah bin Abdul Muthalib. Dari rahim Siti Aminah, dikandunglah janin yang merupakan bakal manusia pilihan Allah (rasul) yakni Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah riwayat yang dituturkan oleh Ibnu Sa'ad dan Baihaqi dari Ibnu Ishaq, ia mengatakan,"Aku mendengar bahwa saat Aminah hamil, ia berkata, 'Aku tidak merasa bahwa aku hamil dan aku tidak merasa berat sebagaimana dirasakan oleh wanita hamil lainnya."

Di setiap bulan mengandung, Siti Aminah beberapa kali didatangi oleh nabi-nabi yang mengucapkan kegembiraan atas anugerah Allah SWT yang tengah dikandungnya. Ternyata benar, mimpi-mimpi tersebut merupakan tanda bahwa Siti Aminah akan melahirkan sosok Nabi Muhammad SAW, yakni nabi akhir zaman.

Kepribadian Siti Aminah

Mengutip buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul oleh Ahmad Hawassy (2020), dituturkan bahwa Siti Aminah mempunyai berbagai sifat mulia yakni ketakwaan, tutur kata yang baik, sikap santun, dan juga berjiwa sosial seperti ayahnya.

Sebelum dinikahi oleh Abdullah pun, Abdul Muthalib mengatakan bahwa Siti Aminah merupakan gadis yang baik. Abdul Muthalib berkata kepada Abdullah, "Puteraku! Aminah adalah seorang gadis yang baik, masih dari kerabat kita sendiri dan tidak ada sepertinya di kota Makkah ini. Aku bersumpah demi keagungan dan kemuliaan Tuhan bahwa di Kota Makkah ini tidak ada gadis yang menyamainya, karena ia menjaga harga diri dan kehormatan, berakhlak mulia, berjiwa suci, cerdas, dan taat beragama."

Selain itu, Siti Aminah dikenal sebagai sosok yang hidup sederhana dan jauh dari gemerlap dunia. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Aku adalah putra seorang perempuan Quraisy yang memakan daging kering."

Bintu Syathi pernah berkata tentang Siti Aminah, "Masa kecilnya dimulai dari lingkungan paling mulia, dan asal keturunannya pun paling baik. Ia (Siti Aminah) memiliki kebaikan nasab dan ketinggian asal keturunan yang dibanggakan dalam masyarakat aristokrasi (bangsawan) yang sangat membanggakan kemuliaan nenek moyang dan keturunannya."



Simak Video "Komnas Perempuan: Trauma Istri Sambo Tak Mengada-ngada"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)