Kisah Para Sahabat Nabi Berlomba Sumbang Harta untuk Perang Tabuk

Kisah Para Sahabat Nabi Berlomba Sumbang Harta untuk Perang Tabuk

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Sabtu, 10 Des 2022 05:30 WIB
Infografis doa syaban
Ilustrasi Perang Tabuk (Foto: Zaki A/detikcom)
Jakarta -

Pada masa Nabi SAW terjadi sejumlah peperangan antara pasukan muslim dengan musuh-musuh Allah SWT. Di antaranya ada perang Tabuk, di mana umat Islam mempertahankan dirinya dari tentara Bizantium.

Dalam buku Perang Hunain dan Perang Tabuk oleh Muhammad Ridha dijelaskan bahwa Tabuk merupakan nama suatu wilayah di Syam. Jarak Tabuk dari Madinah sekitar 14 marhalah, sama dengan 564,48 km. Perang ini terjadi pada bulan Rajab, tahun ke-9 H atau bulan September-Oktober tahun 630 M.

Said Ramadhan Al-Buthy dalam Fikih Sirah atau Fiqh as-Sirah an-Nabawiyah Ma'a Mu'jaz Litarikh al-Khilafah ar-Rasyidah, dan dalam buku Perang Hunain dan Perang Tabuk, diceritakan riwayat menarik mengenai persaingan para sahabat untuk berinfak dalam rangka perang Tabuk.

Para Sahabat Saling Berlomba dalam Bersedekah

Kala itu, sekelompok pedagang yang melakukan perjalanan antara Madinah dan Syam memberitakan bahwa bangsa Romawi telah mengumpulkan pasukan sekitar 40.000 orang dari bani Lakhm, Jadzm dan sekutu dari Nasrani Arab. Terlebih lagi mata-mata mereka telah sampai di Balqa, yang sekarang kota Amman. Itu semua dipersiapkan untuk menyerang kaum muslim.

Mendengar itu, Nabi SAW menyeru kepada umat muslim agar bersiap-siap untuk melakukan perlawanan. Tak seperti biasanya yang selalu beliau rahasiakan hingga perang benar terjadi, kali ini Rasulullah menyatakan hendak menghadapi pasukan Bizantium terlebih dahulu.

Ketika itu juga, iklim wilayah Arab sedang dilanda panas yang amat tinggi, masyarakat dalam keadaan kesusahan, dan musim panen kurma hampir tiba. Rasulullah meminta para sahabat agar bersedekah dan berinfak kepada kaum muslim yang tidak memiliki bekal untuk berangkat berperang.

Saat itu, Utsman bin Affan menyumbangkan 300 ekor unta beserta pelana dan kelengkapan lainnya. Ia juga menyedekahkan uang tunai senilai 1.000 dinar. Melihat itu, Nabi SAW bersabda:

"Setelah hari ini, apa yang dilakukan Utsman tidak akan membuatnya menjadi melarat." (HR Tirmidzi & Ahmad)

Kemudian, Umar bin Khaththab datang untuk menginfakkan sebagian hartanya. Dari ayah Zaid bin Aslam, ia berkata, "Aku mendengar Umar bin Kaththab mengatakan:

'Rasulullah memerintahkan kami untuk bersedekah, dan kebetulan aku sedang memiliki harta. Maka hari ini aku akan dapat mengalahkan Abu Bakar. Aku membawa separuh hartaku untuk disumbangkan.'

Rasulullah bertanya kepadaku, "Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?". Aku menjawab, 'Sebanyak ini pula.'

Lalu datang Abu Bakar dengan seluruh hartanya untuk diinfakkan. Rasulullah bertanya kepadanya, " Apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?"

Abu Bakar menjawab, 'Aku sisakan untuk mereka Allah SWT dan Rasul-Nya.' Melihat ini, Umar bin Khattab berujar, 'Saya tidak akan pernah mengalahkan Abu Bakar.' (HR Tirmidzi)

Datang pula sahabat Abdurrahman bin Auf dengan sedekah 200 uqiyah, setara 8.000 dirham. Begitu juga Ashim bin Adi yang menginfakkan satu wasaq kurma, sama dengan 144 kg atau 180 kg.



Simak Video "Kilas Balik Perjuangan Alif 'Cepmek' Bikin Konten 'Kamu Nanya?' "
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)