Sosok Ayah Nabi Yusuf AS, Berasal dari Nasab Mulia

Sosok Ayah Nabi Yusuf AS, Berasal dari Nasab Mulia

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Kamis, 08 Des 2022 13:45 WIB
An Arab standing at the sand dunes of Dubai and aiming towards the horizon.
Ilustrasi ayah Nabi Yusuf AS yang berasal dari nasab mulia. Foto: Getty Images/GCShutter
Jakarta - Ada sejumlah utusan Allah SWT yang memiliki nasab langsung dari seorang nabi pula. Seperti halnya Nabi Yusuf AS, yang merupakan anak cucu para nabi dan rasul utusan-Nya.

Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir Jilid 6 menyebutkan bahwa Nabi Yusuf AS memiliki nasab yang mulia. Ayah Nabi Yusuf AS adalah Nabi Ya'qub AS. Ia adalah keturunan Nabi Ishaq AS dan cucu dari Nabi Ibrahim AS.

Nabi SAW menyatakan dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia menanyakan kepada Rasulullah SAW,

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ ؟ قَالَ: أَتْقَاهُمْ ، فَقَالُوا: لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ ، قَالَ: فَيُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ بْنُ نَبِيِّ اللَّهِ بْنِ خَلِيلِ اللَّهِ

Artinya: "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling mulia itu?" Beliau menjawab: "Yaitu orang yang paling bertakwa di antara mereka." Mereka berkata, "Bukan hal ini yang kami tanyakan kepadamu," Beliau berkata: "Yaitu, Yusuf, Nabi Allah, putra Nabi Allah, putra kekasih Allah." (HR Muttafaq 'Alaih)

Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 4 oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali dijelaskan bahwa hadits tersebut mengenai keutamaan Nabi Yusuf AS. Di mana ia tak hanya memiliki kemuliaan akhlak serta ilmu, juga kemuliaan kedudukan yakni sebagai nabi, tetapi ia pula punya nasab yang mulia.

Perjumpaan Ayah Nabi Yusuf AS dengan Istrinya

Ibnu Katsir menceritakan orang tua Nabi Yusuf AS dalam bukunya, Qashash al-Anbiyya atau Kisah Para Nabi. Kala itu, Nabi Ya'qub AS, pernah diperintah untuk ke rumah pamannya yakni Laban yang ditinggal di wilayah Fadam A'raam. Ia menempuh jarak berhari-hari untuk sampai ke sana dari daerah Kan'aan.

Sesampainya di rumah sang paman, dan telah menetap beberapa lama. Ya'qub AS menyampaikan pesan ayahnya, Nabi Ishaq AS kepada Laban. Yang mana agar Ya'qub AS bisa dinikahkan dengan seorang putri dari Laban.

Laban pun setuju dan berjanji akan menikahkan Ya'qub AS dengan anaknya, Rahel. Tetapi ada syarat yang Laban inginkan sebagai mas kawin, yaitu meminta Ya'qub AS untuk bekerja di peternakannya kambing miliknya. Ya'qub AS akhirnya menyepakatinya.

Setelah tujuh tahun berlalu, Ya'qub AS datang menagih janji Laban. Mendengar itu, pamannya langsung membuat makanan dan mengundang masyarakat agar datang ke rumahnya. Kemudian di malam harinya, pernikahan pun digelar.

Namun ternyata yang dinikahkan oleh Laban kepada Ya'qub AS adalah putri tertuanya, Laiya. Dikatakan bahwa Laiya memiliki penglihatan yang lemah dan parasnya tidak begitu cantik.

Setelah menyadari hal itu keesokan harinya, Ya'qub AS datang kepada Laban, karena ia mengingkari janji. Lalu Laban menjawab bahwa adat kebiasaan di wilayahnya tidak memperkenankan seorang adik perempuan melangkahi pernikahan kakaknya.

Lalu Laban mengatakan bila Ya'qub AS benar menyukai Rahel, maka ia harus bekerja kembali di peternakan selama tujuh tahun, dan Ya'qub AS pun setuju. Ia pun menikahi Rahel setelah tujuh kemudian.

Saat itu perihal menikahi dua wanita yang merupakan kakak adik masih dibolehkan. Setelah Taurat diturunkan, barulah hukum tersebut dihapuskan.

Kisah Kelahiran Nabi Yusuf AS

Meskipun penglihatannya kurang, Laiya dikaruniai oleh Allah SWT anak yang banyak dari pernikahannya dengan Ya'qub AS, sementara Rahel masih saja belum diberi keturunan. Hingga suatu ketika Rahel cemburu, dan ia berdoa kepada Allah agar diberikan anak dari pernikahannya dengan Ya'qub AS.

Tak lama Allah SWT mengabulkan doanya, ia mengandung dan merasakan menjadi seorang ibu yang dianugerakan keturunan dari rahimnya sendiri. Rahel melahirkan anak yang begitu rupawan dan dinamai Yusuf.

Setelah selang sekian lama, Rahel dan Ya'qub AS kembali diberikan seorang anak. Namun ketika melahirkan anak keduanya yaitu Bunyamin, Rahel mengalami kesulitan hingga nyawanya tak bisa tertolong.

Setelahnya Rahel pun dimakamkan di wilayah Efrata, yang sekarang dikenal Betlehem, dan ayah Nabi Yusuf AS, Ya'qub AS, membuat tugu di atas kuburannya.



Simak Video "Keluarga Wijin Putuskan Abu Jenazah Ayahanda Dilarung ke Laut Ancol"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)