Keistimewaan Nabi Ilyasa: Atasi Kekeringan dan Sembuhkan Orang Sakit

Keistimewaan Nabi Ilyasa: Atasi Kekeringan dan Sembuhkan Orang Sakit

Christavianca Lintang - detikHikmah
Kamis, 01 Des 2022 16:45 WIB
Kondisi Danau Shasta yang mengering di Lakehead, California, Amerika Serikat, Minggu (16/10/2022) waktu setempat.
Ilustrasi kisah Nabi Ilyassa yang keistimewaannya bisa atasi kekeringan. Foto: Josh Edelson/AFP/Getty Images
Jakarta -

Melansir pada buku Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, Nabi Ilyasa merupakan seorang raja yang memimpin Bani Israil dan penerus Nabi Ilyas 'Alaihis Salam. Nabi Ilyasa telah dijelaskan oleh Allah SWT melalui firmannya dalam Al-Quran pada surah Al-An'am ayat 86 yang berbunyi:

وَإِسْمَٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: "Dan Ismail, Alyasa', Yunus, dan Luth. Masing-masing kami lebihkan derajatnya di atas umat." (QS. Al-An'am: 86)

Dijelaskan dalam buku yang bertajuk Riwayat 25 Nabi dan Rasul oleh Gamal Komandoko. Mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Ilyasa ialah memiliki mukjizat untuk dapat mengatasi kekeringan yang melanda negerinya dan memberikan Ilyasa mukjizat untuk menyembuhkan orang sakit atas seizin Allah SWT. Seperti apa kisahnya?

Keistimewaan Nabi Ilyasa: Atasi Kekeringan yang Melanda Negerinya

Nabi Ilyasa telah menjadi saksi atas berimannya orang-orang Bani Israil kepada Nabi Ilyas setelah mereka diterpa kekeringan hebat akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Karena pertobatan dan berimannya mereka kepada Allah SWT, Allah SWT pun menghentikan azab-Nya. Kaum Bani Israil Kembali hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran.

Kaum Bani Israil adalah kaum yang sulit untuk diatur dan gemar melakukan tindakan yang condong menjauh dari perintah Allah SWT. Pada masa pemerintahan Nabi Ilyas, Bani Israil taat kepada ajaran Allah SWT. Namun, setelah Nabi Ilyas wafat, secara perlahan kaum Bani Israil mulai meninggalkan ajaran perintah Allah SWT.

Sebab hal tersebut, kehidupan mereka pun menjadi kacau dengan kejahatan dan kemungkaran yang merajalela. Hukum di Bani Israil ada saat itu dibentuk berdasarkan pada hawa nafsu oleh para pemuka Bani Israil hingga keadilan pun tidak ditegakkan.

Sebab kekacauan hal tersebut, Nabi Ilyasa diangkat oleh Allah SWT untuk menjadi utusan-Nya. Allah SWT mengutuk Bani Israil dengan memberikan musim kemarau yang melanda dan kelaparan. Para pemuka kaum Bani Israil telah mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi musibah yang mereka hadapi. Namun semua upaya tersebut sia-sia. Sama halnya dengan para penyihir yang telah mengerahkan seluruh kekuatan sihir mereka yang berujung pada kegagalan total. Hujan yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya tidak kunjung tiba dan penderitaan kamu Bani Israin kian menjadi-jadi.

Kejadian tersebut membuat mereka ingat akan sosok Nabi Ilyasa'. Mereka pun datang kepada Nabi Ilyasa' dan meminta Nabi Ilyasa untuk berdoa dan meminta untuk menghentikan azab Allah SWT kepada Bani Israil. Kaum Bani Israil pun mengakui Nabi Ilyasa alaihis salam sebagai utusan-Nya.
Setelah mendapati kaum Bani Israil menyatakan ketaubatannya dan kembali ke jalan perintah Allah SWT, Nabi Ilyasa berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kepada Allah dengan meminta menghentikan azab-Nya kepada kaum Bani Israil yakni kemarau yang berkepanjangan. Hujan kembali turun dan tanah pun menjadi subur.

Keistimewaan Nabi Ilyasa: dapat Menyembuhkan Orang yang Sakit

Ketika Nabi Ilyasa dikejar-kejar kaum Bani Israil yang hendak membunuh beliau, Nabi Ilyas bersembunyi di sebuah rumah yang ditinggali oleh seorang wanita. Di dalam rumah wanita tersebut, terdapat seorang anak laki-laki yang sedang sakit. Anak tersebut bernama Yusak bin Nun.
Mengetahui hal tersebut, Nabi Ilyasa berdoa kepada Allah SWT dan memohon kesembuhan bagi Yusak bin Nun. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Ilyasa. Seketika itu, Yusak bin Nun sembuh dari penyakitnya.



Simak Video "Inggris Menyatakan Sejumlah Wilayahnya Kekeringan"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)