Kisah Pohon Kurma yang Berpindah dari Halaman Rumah Orang Munafik

Kisah Pohon Kurma yang Berpindah dari Halaman Rumah Orang Munafik

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 30 Nov 2022 09:45 WIB
10 Jenis Kurma dan Keunikannya, Ada Rasa Mirip Madu hingga Karamel
Ilustrasi buah kurma yang pohonnya berpindah Foto: iStock
Jakarta - Kuasa Allah SWT meliputi seluruh alam semesta. Berbagai hal yang menurut manusia dianggap tidak mungkin, maka bagi Allah SWT sangat mudah diwujudkan. Seperti berpindahnya pohon kurma pada zaman Rasulullah SAW.

Banyak kejadian yang ditunjukkan Allah SWT untuk membuktikan kuasa-Nya. Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya hal ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Sebuah pelajaran dapat dipetik dari kisah berpindahnya pohon kurma. Kisah ini dibagikan melalui buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW oleh Fuad Abdurahman.

Suatu hari ada seorang sahabat bernama Abu Dujanah yang memiliki nama asli Samak ibn Kharsyah. Abu Dujanah dikenal sebagai salah satu sahabat yang pemberani dan piawai dalam hal peperangan.

Ia adalah sang pemilik ikat kepala merah dan pemegang pedang Rasulullah SAW pada Perang Uhud.

Dikisahkan bahwa setiap kali usai sholat subuh berjamaah, Abu Dujanah buru-buru keluar sehingga tidak mengikuti doa Rasulullah SAW. Mengetahui hal ini, suatu hari Rasulullah SAW menegurnya dan bertanya.

"Apakah kau tidak butuh kepada Allah?" tanya Rasulullah SAW.

"Tentu saja, ya Rasulullah," jawab Abu Dujanah.

"Tetapi, mengapa kau tidak diam dulu sampai tuntas doaku?" lanjut Rasulullah SAW.

"Maafkan aku, wahai Rasulullah, aku ada keperluan." kata Abu Dujanah.

"Apa keperluanmu?" tegas Rasulullah SAW.

Sejenak Abu Dujanah terdiam, lalu menuturkan alasannya mengapa tidak berdoa sampai tuntas usai sholat subuh.

"Ya Rasulullah, rumahku berdekatan dengan rumah tetanggaku. Di rumahnya ada sebatang pohon kurma yang condong ke rumahku. Jika angin berembus di malam hari, buah kurma yang matang akan berjatuhan di halaman rumahku. Bila anak-anakku bangun pagi dan merasa lapar, mereka akan makan kurma yang mereka lihat di halaman rumah. Karena itulah, aku bergegas pulang sebelum mereka bangun untuk mengumpulkan kurma-kurma itu dan memberikannya ke tetanggaku," jelas Abu Dujanah.

Ia kemudian melanjutkan ceritanya.

"Suatu hari, aku melihat seorang anakku memasukkan kurma ke mulutnya. Aku mengeluarkannya dengan jariku dan kukatakan kepadanya, 'Hai Anakku, jangan
membuka aib ayahmu kelak di akhirat!' la menangis karena merasa sangat lapar. Aku berkata kepadanya, 'Aku tidak akan membiarkan barang haram memasuki perutmu!' Lalu, aku segera memberikan kurma-kurma itu kepada pemiliknya."

Mendengar cerita yang dibagikan Abu Dujanah, Rasulullah SAW justru merasa terharu. Beliau lantas menanyakan siapa pemilik pohon kurma tersebut.

Abu Dujanah mengatakan bahwa kurma itu milik seorang munafik. Maka, Rasulullah SAW memanggilnya dan berkata, "Juallah pohon kurma di rumahmu itu dengan sepuluh kurma di surga yang akarnya berupa intan berlian putih beserta bidadari sebanyak bilangan kurma yang matang."

Orang munafik itu menjawab, "Aku bukan pedagang. Aku mau menjual pohon kurma itu jika kau membayarnya dengan harga yang tinggi dan kontan."

Kemudian, Abu Bakar menawarkan pilihan lain, "Maukah pohon kurmamu itu ditukar dengan sepuluh pohon kurma di tempat
lain?"

Hal ini dilakukan agar pohon kurma ini bisa dimiliki Abu Dujanah sehingga anak-anaknya dapat memakan buah kurma secara halal.

Di antero Madinah tidak ada pohon kurma yang sebaik pohon kurma itu. Si pemilik pohon kurma akhirnya mau menjualnya karena ditukar dengan sepuluh pohon kurma.

la berkata, "Kalau begitu, baiklah, aku mau menukarnya."

Setelah terjadi kesepakatan ini, pohon kurma itu diberikan kepada Abu Dujanah.

Rasulullah SAW bersabda, "Aku akan menanggung penggantinya, hai Abu Bakar."

Tentu saja Abu Bakar dan Abu Dujanah merasa senang mendengar ucapan beliau.

Pemilik pohon kurma yang munafik

Setelah menjual pohon kurma di halaman rumahnya, orang munafik itu pulang ke rumah dan berkata kepada istrinya, "Sungguh kita telah mendapatkan keuntungan yang sangat besar hari ini!"

Lalu ia menceritakan apa yang baru saja terjadi, "Aku mendapat sepuluh pohon kurma yang ditukar dengan satu pohon kurma di samping rumah ini untuk selama-lamanya. Kita masih bisa makan kurma yang jatuh dari pohon kurma itu dan aku tidak akan mengembalikan (buahnya) sedikit pun kepada pemiliknya."

Niat buruk si musyrik ini tak bisa disembunyikan dari Allah SWT. Lantas Allah SWT dengan kuasanya menunjukkan hal yang mustahil dilakukan manusia.

Pada malam harinya, ketika Abu Dujanah tidur, dengan kuasa Allah, pohon kurma itu pindah ke samping rumah Abu Dujanah.

Keesokan harinya, orang munafik itu terkejut dan heran melihat pohon kurma itu tidak lagi ada di samping rumahnya. Pohon tersebut sudah berdiri kokoh di halaman rumah Abu Dujanah dan anak-anaknya dapat menikmati buah kurma matang yang lezat dan juga halal, kapanpun mereka mau.

Simak Video "Bikin Laper: Gurame Bakar Antimainstream, Pakai Saus dan Taburan Kurma"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)