Kisah Laki-laki yang Syahid dan Beruntung Dikafani Baju Perang Rasulullah SAW

Kisah Laki-laki yang Syahid dan Beruntung Dikafani Baju Perang Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 29 Nov 2022 05:00 WIB
baju perang
Ilustrasi baju perang Rasulullah untuk kafan laki-laki muslim Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined
Jakarta - Ada seorang laki-laki beruntung yang mati syahid di jalan Allah SWT sekaligus mendapat kafan berupa baju perang Rasulullah SAW. Kematiannya juga disaksikan Rasulullah SAW.

Pada zaman Rasulullah SAW sering terjadi perang, banyak kisah menarik yang bisa diambil pelajaran di balik aksi membela Islam ini. Setiap yang mati syahid akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.

Sebagaimana ditegaskan dalam surat Ali 'Imran Ayat 169-170:

Surat Ali Imran ayat 169

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Arab-Latin: Wa lā taḥsabannallażīna qutilụ fī sabīlillāhi amwātā, bal aḥyā`un 'inda rabbihim yurzaqụn

Artinya: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Surat Ali 'Imran Ayat 170


فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا۟ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Arab-Latin: Fariḥīna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī wa yastabsyirụna billażīna lam yal-ḥaqụ bihim min khalfihim allā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn

Artinya: Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Kisah tentang laki-laki yang mati syahid secara istimewa dibagikan melalui buku Kisah Mengagumkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW oleh Khoirul Anam.

Dikisahkan ada seorang laki-laki Badui (pedalaman Arab, yang tinggal nomaden di kemah-kemah) datang menemui Rasulullah SAW, lalu menyatakan beriman dan mengikuti beliau. la berkata, "Aku akan berhijrah bersamamu."

Sebagai seorang mualaf, Rasulullah SAW dan para sahabat kemudian memberikan nasihat dan pengetahuan agama kepadanya. Laki-laki ini sangat bersemangat membela agama Islam, sampai ia menyatakan diri untuk ikut berperang bersama Rasulullah SAW dalam perang Khaibar.

Dalam perang ini, kaum muslim yang dipimpin Rasulullah SAW akhirnya menang sehingga berhak mendapatkan ghanimah atau harta rampasan perang. Ghanimah ini kemudian dibagikan kepada pasukan muslim yang ikut berperang, termasuk sang laki-laki Badui tersebut.

Semua pasukan muslim yang mendapatkan hak dari ghanimah tentu saja bergembira, tetapi tidak dengan laki-laki Badui itu.

la justru bertanya, "Apa ini?"

Para sahabat menjawab, "Ini adalah bagian ghanimah untukmu dari Rasulullah SAW."

la lantas menerima bagian ghanimahnya, tetapi kemudian menghadap Rasulullah SAW seraya berkata, "Harta apakah ini?"

Rasulullah SAW menjawab, "Ini adalah bagian ghanimah yang kuberikan sebagai bagianmu."

"Ya Rasulullah, bukan karena alasan ini aku mengikutimu. Tetapi aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena tancapan di sini (sambil menunjuk ke lehernya) sehingga aku terbunuh dan masuk surga." Ternyata ia berharap menjadi salah satu umat yang mati syahid.

"Jika kau menepati janjimu kepada Allah, Dia juga akan menepati janji-Nya kepadamu," tegas Rasulullah SAW.

Perang belum berakhir, pasukan umat muslim kembali bangkit dan melakukan penyerbuan perang. Ternyata di tengah peperangan ini, tampak beberapa orang menggotong laki-laki Badui yang berlumuran darah. Ia dibawa ke hadapan Rasulullah SAW.

Kondisinya mengerikan, ia terkena panah di bagian lehernya. Bagian yang sebelumnya ia tunjukkan kepada Rasulullah SAW.

Melihat keadaan laki-laki itu, Rasulullah SAW bertanya, "Apakah ini orang yang kemarin?"

"Benar," jawab para sahabat.

Rasulullah SAW kemudian bersabda, "la telah menepati janjinya kepada Allah. Maka, Allah pun menepati janji-Nya kepada laki-laki ini."

Kemudian, Rasulullah SAW mengafaninya dengan baju zirah milik beliau. Baju ini dikenakan Rasulullah SAW untuk melindungi tubuh dari senjata.

Tak hanya itu, Rasulullah SAW juga bersaksi bahwa laki-laki ini mati syahid demi membela Islam.

"Ya Allah, ini adalah hamba-Mu. la keluar untuk hijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Maka, akulah yang menjadi saksi atasnya," ujar Rasulullah SAW usai menguburkan jasadnya.

Simak Video "Penampakan Kawah Besar di Ukraina Akibat Roket Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)