Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib, Sahabat yang Menikahi Putri Kesayangan Nabi

Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib, Sahabat yang Menikahi Putri Kesayangan Nabi

Azkia Nurfajrina - detikHikmah
Rabu, 23 Nov 2022 05:00 WIB
Infografis garis keturunan Gadis Pemerah Susu
Ilustrasi Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib (Foto: Fuad Hasyim/detikcom)
Jakarta -

Ali bin Abi Thalib adalah seorang sahabat Rasulullah yang juga merupakan sepupu, menantu, juga suami dari putri tersayangnya, Fatimah Az-Zahra. Ia adalah putra dari Abu Thalib, paman Nabi SAW yang mencintai dan menjaga Rasulullah sedari kecil.

Ali termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun, yakni orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Selain itu, ia memiliki andil besar dalam misi dakwah Rasulullah dan mengikuti banyak peperangan untuk membela Islam.

Tak hanya perjuangannya, Ali bin Abi Thalib juga dikenal dengan kisahnya dengan Fatimah. Berikut kisah Ali dan Fatimah sebagaimana dilansir dari buku Perjalanan Ali bin Abi Thalib oleh Herwanti.

Ali Memendam Perasaan terhadap Fatimah

Putri Rasulullah, Fatimah merupakan sepupu juga teman kecil Ali. Ia dikenal bukan hanya memiliki paras yang cantik, tetapi akhlak dan perilakunya juga baik. Kesucian, kesalehan, dan ibadah Fatimah yang rajin tak ada yang menandingi.

Kemuliaan putri Nabi SAW membuat Ali kagum sehingga menumbuhkan perasaan cinta di hatinya sejak lama. Cinta Ali kepada Fatimah tak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Ia pandai menjaganya dan tak pernah menampilkan ekspresi atau sikap yang aneh.

Suatu ketika, hati Ali tak bisa dibendung lagi karena terpesona dengan keindahan akhlak Fatimah. Hingga Ali memberanikan diri meminta izin kepada Rasulullah untuk bisa meminang Fatimah.

Pernikahan Ali dan Fatimah

Saat melamar Fatimah, Ali bin Abi Thalib tak mempunyai apa-apa, hanya pedang, tameng dan zirah yang selalu ia gunakan ketika perang saja harta yang dimilikinya. Sebagai mahar, Nabi SAW meminta Ali untuk memberikan baju zirahnya.

Kemudian Ali pulang untuk mengambil zirahnya yang kemudian dijual kepada Utsman bin Affan dengan sejumlah dirham. Saat Utsman mengetahui alasan Ali menjualnya untuk menikah, ia menghadiahkan zirah tersebut sebagai hadiah pernikahan.

Pernikahan Ali dan Fatimah berlangsung pada bulan Dzulhijjah, tahun kedua hijriah di Masjid Nabawi. Rasulullah mengundang sejumlah sahabat untuk hadir dan sebagian dari mereka dijadikan saksi.

Ali bin Abi Thalib menyerahkan 400 dirham kepada Rasulullah sebagai mahar. Kemudian beliau membagi uang tersebut untuk membeli perlengkapan rumah, membeli minyak wangi, dan diberikan kepada Ummu Salamah sebagai amanah.

Ali datang ke masjid untuk melangsungkan akad nikah. Kemudian Nabi SAW menikahkan putrinya dengan bacaan ijab kabul, "Wahai Ali! Sesunggunya Allah telah memerintahkan aku menikahkanmu dengan Fatimah. Sungguh, aku telah menikahkanmu dengannya. Dengan maskawin 400 dirham atau mistqal perak."

Setelahnya Ali menjawab, "Aku ridha atau puas hati, Wahai Rasulullah."

Selesai mengucapkannya ia langsung sujud syukur kepada Allah SWT. Para sahabat yang hadir mengucapkan selamat kepada Ali dan mereka disuguhkan hidangan kurma.

Nabi SAW berkata kepada Ali: "Kita harus mengadakan walimah. Karena banyak kebaikan di dalamnya dan Allah menyukainya. Aku sediakan daging dan roti, sedangkan kamu menyediakan kurma dan minyak."

Dan seorang sahabat yakni Sa'ad bin Muadz menghadiahkan seekor kambing untuk menjamu para tamu yang hadir saat walimah.

Selesai pernikahan keduanya dan hendak pulang, Rasulullah meletakkan kain di atas untanya dan memerintahkan Fatimah untuk naik dan duduk di atasnya. Beliau juga meminta kepada para wanita Bani Muthalib, Muhajirin serta Anshar untuk menemani Fatimah pulang ke rumah Ali.

Nabi SAW berkata, "Hai Ali! Jangan kau apa-apakan terlebih dahulu putriku hingga aku datang kepadamu."

Rasulullah dan Ali kemudian melaksanakan sholat Isya. Setelahnya Nabi SAW mendoakan kedua mempelai, "Semoga Allah melimpahkan kalian berdua kebahagiaan dan memberkati kalian. Mudah-mudahan kalian dikaruniai oleh-Nya keturunan yang banyak dan saleh."



Simak Video "Isu Penting Persiapan Haji Pasca Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)