Kisah Unta Tua Milik Jabir dan Kedermawanan Rasulullah SAW

Kisah Unta Tua Milik Jabir dan Kedermawanan Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 20 Nov 2022 10:30 WIB
Siluet penggembala unta melawan gerhana matahari sebagian di Pushkar, negara bagian Rajasthan, India, Selasa (25/10/2022). Gerhana matahari ini terlihat dari bagian timur Greenland dan seluruh Islandia, serta sebagian besar Eropa (kecuali Portugal dan bagian barat dan selatan Spanyol), timur laut Afrika dan di sebagian besar Asia barat dan tengah. (AP Photo/Deepak Sharma)
Ilustrasi unta tua milik Jabir yang ditawar Rasulullah SAW Foto: AP/Deepak Sharma
Jakarta - Jabir Bin Abdullah adalah sahabat yang sangat mencintai Rasulullah SAW. Ia memiliki seekor unta yang berjalan lambat karena sudah tua dan sakit-sakitan. Tapi oleh Rasulullah SAW unta ini ditawar dengan harga mahal.

Jabir termasuk sosok yang dekat dengan Rasulullah SAW. Ia juga banyak meriwayatkan hadits Rasulullah SAW. Jabir selalu bersemangat kala berperang di jalan Allah SWT.

Jabir tergolong masih muda saat mendampingi Rasulullah SAW dalam berbagai perang, semangatnya sangat besar. Dikutip dari buku Kisah-Kisah Inspiratif Sahabat Nabi oleh Muhammad Nasrulloh, dikisahkan suatu hari terjadi seruan perang di daerah Najd atau dikenal dengan sebutan perang Dzati riqa.

Unta Tua Milik Jabir

Pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah SAW kemudian berhasil menang perang. Dalam perjalanan pulang selepas peperangan. Unta yang dibawa Jabir adalah unta yang sakit-sakitan dan usianya pun sudah tua.

Unta Jabir terlalu lemah untuk digunakannya bepergian hingga para sahabat yang lain menyalipnya dan meninggalkannya di belakang rombongan. Rasulullah SAW kemudian mengetahui bahwa unta milik Jabir ini berjalan dengan sangat lambat.

Rasulullah SAW kemudian menghampiri Jabir seraya menanyakan apa yang sedang
terjadi.

Rasulullah: "Jabir kenapa kamu terlambat mengikuti yang lain?"

Jabir: "Rasulullah, Untaku ini terlalu lambat."

Rasulullah: "Derumkanlah untamu!" perintah Nabi kepada Jabir.

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan perintahnya: "Berikan tongkat yang ada di tanganmu, Jabir!"

Selanjutnya, dengan tongkat tersebut, Rasulullah SAW mencucuk lambung unta tua itu berkali-kali hingga unta itu pun berdiri. Setelah unta berdiri, Jabir diminta untuk kembali menunggang unta dan berjalan bersama rombongan.

Atas mukjizat yang dimiliki Rasulullah SAW, unta ini bisa melaju dengan cepat layaknya unta sehat dan muda. Bahkan laju unta Jabir dapat mengalahkan rombongan unta lain yang sebelumnya berada di depan.

Bahkan jika Jabir tak mengendalikan laju untanya, unta Rasulullah SAW pun akan tersalip. Kemudian Jabir dan Rasulullah SAW menunggang unta yang berjalan beriringan.

Jabir dapat Berbincang Banyak dengan Rasulullah SAW

Sepanjang perjalanan, unta Jabir dan unta Rasulullah SAW berjalan beriringan. Rasulullah Saw dan Jabir saling berbincang ringan.

Rasulullah: "Jabir, apakah kamu sudah menikah?"

Jabir: "Sudah wahai Rasulullah".

Rasulullah: "Istrimu janda atau perawan?"

Jabir: "Janda"

Rasulullah: "Kenapa kamu tidak menikahi perawan? Yang mana kamu bisa bermesraan dengannya"

Jabir: "Rasulullah, Ayahku telah wafat dalam peperangan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Aku menikahi perempuan yang memiliki jiwa keibuan agar ada yang menyisir rambut adik-adikku itu, yang berpengalaman, sehingga dapat mengasuh mereka dengan baik".

Rasulullah: "Telah benar keputusanmu, Insyaallah." jawab Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW Menawar Unta Milk Jabir

Dalam perbincangan ini, Rasulullah SAW sempat menawar untuk membeli unta Jabir

Rasulullah berkata: "Apakah kamu berkenan menjual untamu padaku wahai Jabir?"

Jabir: "Aku berikan saja pada engkau wahai Rasul." Dalam benak Jabir, ia heran mengapa Rasulullah SAW ingin membeli unta yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Rasulullah: "Juallah padaku!"

Jabir: "Silahkan tawar wahai Rasul."

Rasulullah: "Satu dirham"

Jabir: "Jangan wahai Rasul. Aku rugi kalau dijual seharga itu"

Rasulullah: "Dua dirham"

Jabir: "Jangan wahai Rasulullah"

Tidak henti-hentinya terjadi tawar menawar harga unta hingga tawaran Nabi mencapai satu kantong dirham dan Jabir pun sepakat dengan harga itu.

Setibanya di rumah, Jabir langsung membawa unta tersebut ke kediaman Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah SAW keluar dari rumah, beliau bertanya: "Unta siapa ini?"

Sahabat: "Unta Jabir wahai Rasulullah"

Rasulullah SAW kemudian memanggil Jabir dan berkata padanya: "Silahkan kamu bawa unta ini. Unta itu menjadi milikmu"

Jabir lalu pergi meninggalkan Rasulullah SAW dengan membawa untanya. Sementara Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk membawa satu kantong dirham agar diberikan kepada Jabir.

Jabir terkejut karena ia diberikan kembali untanya dan mendapatkan uang dalam jumlah lebih banyak dari hasil kesepakatan awal tentang jual beli unta. Jabir kemudian menggunakan uang tersebut sebagai rezeki bagi keluarganya.

Simak Video "Melihat Ratusan Unta 'Olahraga' di Corniche Doha"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)