Kisah Burung Gagak Memberi Makan Pemuda Korban Perampokan

Kisah Burung Gagak Memberi Makan Pemuda Korban Perampokan

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 15 Jan 2023 05:30 WIB
burung gagak di menara london
Ilustrasi burung gagak. (Foto: iStock)
Jakarta - Burung gagak menjadi perantara pertolongan Allah SWT bagi seorang pemuda yang dirampok saat hendak melaksanakan ibadah haji. Seekor burung gagak setiap hari memberi makan dan minum hingga akhirnya ia dapat selamat.

Kisah ini diceritakan oleh Malik bin Dinar yang kemudian dituliskan kembali dalam buku Surga Bagi Si Ahli Maksiat oleh Dyah Prameswarie. Dalam buku ini dikisahkan Malik bin Dinar berangkat ke tanah suci di Makkah dengan berjalan kaki.

Malik bin Dinar adalah anak seorang budak berbangsa Persia dari Sijistan, Kabul, Afghanistan. Meskipun ayahnya budak, Malik seorang yang merdeka. la adalah salah satu murid ulama besar, Hasan AI Bashri.

Saat melewati padang ilalang dan hutan belantara, Malik bin Dinar memutuskan untuk beristirahat sebentar. la berteduh di bawah pohon yang rindang. Di tariknya napas dalam-dalam, lalu dihembuskannya perlahan meredakan kepenatan yang ia rasakan.

Pandangannya diarahkan ke sekeliling hutan. Langit begitu cerah dan angin pun berembus lembut. Tiba-tiba, pandangan Malik bin Dinar terhenti pada seekor gagak yang tengah melayang rendah sambil membawa sesuatu di paruhnya. Malik penasaran apa yang dibawa burung gagak itu.

Supaya tidak mengejutkan sang gagak, ia mengendap-endap mengikuti arah perginya sang burung gagak. Entah kenapa, perasaan hatinya begitu kuat ingin terus mengikuti ke mana perginya sang gagak.

Malik menduga, gagak yang terbang itu pasti menyimpan suatu rahasia. Oleh karena itu, ia terus saja mengikuti sang gagak hingga sampailah ia di depan sebuah gua.

Pemuda Korban Perampokan di Dalam Gua

Setelah diikuti dengan perlahan, gagak itu memasuki gua. Malik pun secara perlahan mendekat dan memasuki mulut gua itu.

Malik berhenti sejenak karena tidak bisa melihat apa pun. Namun lama-kelamaan, pandangannya bisa menyesuaikan diri. Ia tebarkan pandangannya ke seluruh sisi gua tersebut dan meneruskan langkahnya memasuki gua.

Pada saat Malik mendengarkan kepakan sayap, ia berhenti di belakang sebuah batu. Lalu, dilongokkan kepalanya ke arah suara kepakan itu. Malik terkejut melihat sesosok tubuh yang tangan dan kakinya terikat.

Dilihatnya, burung gagak itu sedang menyuapkan sesuatu yang ada di paruhnya ke dalam mulut orang itu, sedikit demi sedikit.

Sesudah itu, burung gagak itu kembali terbang dan tidak terlihat lagi. Malik cepat-cepat mendekati orang yang terikat itu sambil membuka ikatannya.

la bertanya, "Siapakah kau? Apa yang terjadi padamu?"

"Aku adalah orang yang sedang dalam perjalanan menunaikan ibadah haji. Namun, ketika dalam perjalanan hartaku dirampok oleh penyamun. Lalu, tangan dan kakiku diikat oleh mereka. Setelah itu, aku dilemparkan ke gua ini," jelas orang itu.

"Malang sekali nasibmu. Aku ke sini mengikuti burung gagak yang membawa sesuatu di paruhnya. Tampaknya, burung itu memberikan sesuatu itu kepadamu."

"Ya, yang disuapkannya kepadaku tadi adalah roti. Setiap hari, ia memberikan makanan dan minuman untukku," ujar pemuda itu.

"Subhanallah. Ilmu apa yang kau miliki, Saudara. Sampai gagak itu sedemikian tunduknya padamu," tanya Malik.

"Tidak ada. Selama lima hari, sejak aku di sini, aku hanya bersabar saja dan berdoa, "Wahai Dzat yang berfirman dalam kitab-Nya: Percayalah bahwa Dia (Allah) akan mengabulkan doa hamba-Nya yang ditimpa kemalangan. Aku sekarang membutuhkan pertolongan-Mu, maka rahmatilah aku.' Allah mengabulkan doaku dengan mengutus seekor gagak untuk melayani seluruh kebutuhanku," jelas pemuda itu.

"Kau sudah terbebas. Bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan menuju tanah suci. Biarlah bekalku ini kita makan bersama selama di perjalanan."

Orang yang tadi terikat itu sangat bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih kepada Malik bin Dinar. Mereka berdua kemudian pergi meninggalkan gua itu untuk melanjutkan perjalanan.

Kisah ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT dalam surat Ghafir atau Al-Mu'min ayat 60 yang menjelaskan Allah SWT akan mengabulkan doa hambaNya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Simak Video "Menag Soal Rencana Perjalanan Haji 2023: Kloter I Tanggal 24 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)