Haji 2023, Menag Kebut Jadwal Rapat dengan DPR soal Biaya

Haji 2023, Menag Kebut Jadwal Rapat dengan DPR soal Biaya

Rahma Harbani - detikHikmah
Jumat, 13 Jan 2023 19:08 WIB
Mecca Kaaba
Ilustrasi haji. (Foto: Getty Images/iStockphoto/prmustafa)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali ke Indonesia usai mengantongi MoU penyelenggaraan haji 2023 bersama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah. Untuk itu, Yaqut mengatakan akan mulai mempercepat persiapan haji 2023, termasuk bahasan soal biaya.

"Alhamdulillah, kunjungan kerja saya ke Arab Saudi berjalan lancar. Sekarang sudah ada kejelasan kuota haji, kita akan kebut persiapan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji," kata Yaqut melalui keterangannya yang diterima detikcom, Jumat (13/1/2023).

Lelaki yang akrab disapa Gus Men ini menyebut, bahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji akan segera ditetapkan melalu rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII DPR RI. Ia mengatakan sudah menjadwalkannya pada 19 Januari 2023 mendatang.

"Kita juga akan segera mempersiapkan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR. Sebab, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji juga harus segera ditetapkan agar jemaah bisa segera melakukan pelunasan. Insya Allah raker dengan Komisi VIII DPR dijadwalkan 19 Januari 2023," terangnya.

Rapat tersebut nantinya tidak hanya akan membahas pembiayaan haji. Yaqut menjelaskan, rapat koordinasi internal dan rapat kerja dengan Komisi VIII juga akan membahas pemanfaatan kuota, khususnya bagi jemaah lansia.

Pasalnya, ada banyak jemaah lansia yang masih tertunda keberangkatannya pada penyelenggaraan hakji 2022 akibat pembatasan umur. "Alhamdulillah tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia sehingga jemaah lansia juga bisa berangkat," ungkap Yaqut.

Menurut penuturan Yaqut, bahasan pemanfaatan kuota nantinya juga akan mempertimbangkan jemaah yang sudah melunasi pembayaran namun belum berangkat akibat pembatalan pada tahun lalu.

Selain itu, kata Yaqut, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi secara internal, khususnya dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Rapat tersebut rencananya akan membahas langkah-langkah strategis untuk haji 2023.

"Senin kita akan gelar rapat koordinasi dengan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dan jajaran terkait untuk membahas langkah-langkah strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji 2023," tutur dia.

Tidak hanya itu, Yaqut juga mengaku sudah menugaskan Ditjen PHU untuk menyiapkan skema dan mekanisme penyelenggaraan haji 2023 sejak awal.

"Termasuk mempersiapkan para petugas yang profesional dalam memberikan layanan kepada jemaah," kata Yaqut.

Perihal kuota, berdasarkan kesepakatan dengan pihak Arab Saudi, Indonesia mengantongi 221.000 jemaah yang terdiri dari 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Meski demikian, Yaqut mengatakan akan terus berikhtiar agar kuota haji tersebut bisa bertambah.

"Kita masih terus berikhtiar agar mendapat tambahan kuota. Komunikasi dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Saudi terus dilakukan. Insya Allah peluang penambahan masih ada," pungkasnya.

Simak Video "Menag soal Haji 2023: Hasil Negosiasi, Saudi Turunkan Harga Masyair"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)