Jumrah: Amalan Haji Yang Menggambarkan Perlawanan Manusia Terhadap Setan

Jumrah: Amalan Haji Yang Menggambarkan Perlawanan Manusia Terhadap Setan

Cicin Yulianti - detikHikmah
Jumat, 23 Des 2022 15:15 WIB
Infografis Untung-Rugi Antrean Kuota Haji Sistem Nasional
Ilustrasi melontar jumrah (Foto: Mindra P/detikcom)
Jakarta - Dalam melaksanakan ibadah haji, jamaah akan mengikuti salah satu rangkaian yakni melontar jumrah. Jumrah adalah melemparkan batu kerikil pada waktu, tempat, dan jumlah yang telah ditentukan.

Mengutip buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu oleh Wahbah Az-Zuhaili, secara bahasa jumrah berasal dari kata ramyul jimaar atau melempar batu-batu kecil (kerikil). Bentuk jamak dari jumrah ini adalah jimaar yang artinya jimaar.

Sedangkan dalam arti secara istilah syariat, jumrah adalah melempar kerikil pada waktu yang khusus dan di tempat yang khusus. Kerikil tersebut harus dilontar atau tidak dijatuhkan begitu saja karena hukumnya menjadi tidak sah.

Hukum Melaksanakan Jumrah

Berdasarkan kesepakatan semua madzhab, hukum dari jumrah adalah wajib. Jumrah menjadi rangkaian ibadah haji yang mencerminkan amalan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana dikatakan oleh Jabir bahwa, "Aku dulu melihat Nabi Muhammad SAW melempar jumrah sambil berkendaraan pada hari kurban dan beliau bersabda, "Tirulah manasik kalian dariku. Sesungguhnya aku tidak tahu, barangkali aku tidak dapat menunaikan haji lagi setelah kali ini."

Meski begitu, jumrah menjadi tidak wajib bagi jamaah haji yang sedang sakit, lanjut usia, hamil, atau ditahan. Bagi orang-orang tersebut, jumrah bisa diwakilkan oleh orang lain.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Jumrah

Pelaksanaan jumrah ini adalah pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Jamaah haji diperkenankan melontar pada dua hari yakni tanggal 11 dan 12 (Nafar Awwal) atau pada tanggal 13 (Nafar Tsani). Adapun jumrah Aqabah dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Adapun tempat pelaksanaan Jumrah terdiri dari tiga tempat yakni di Mina. Untuk jumrah Ula terletak setelah masjid Khaif, jumrah Aqabah berada di akhir Mina dari arah Mekkah, dan jumrah Wustho terletak antara jumrah Ula dan Aqabah

Hikmah Pelaksanaan Jumrah

Sama seperti rangkaian ibadah haji lainnya, jumrah memiliki hikmah yakni sebagai amalam simbolis yang mencerminkan perlawanan terhadap setan yang selalu ingin menjerumuskan manusia kepada maksiat dan perilaku buruk lainnya.

Dahulu, jumrah juga pernah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, istrinya (Hajar) dan putranya (Ismail) saat beliau diberi perintah oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya tersebut. Menanggapi perintah tersebut, mereka melontar iblis dengan kerikil untuk menghentikan bisikan yang menggoda Nabi Ibrahim untuk tidak menuruti perintah Allah SWT.

Simak Video "Jokowi: Biaya Haji Masih Kajian, Belum Final Sudah Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)