Surat Al Hajj Ayat 27: Perintah untuk Menunaikan Haji

Surat Al Hajj Ayat 27: Perintah untuk Menunaikan Haji

Kristina - detikHikmah
Selasa, 13 Des 2022 11:30 WIB
Mecca Kaaba
Ilustrasi perintah melaksanakan haji dalam surat Al Hajj ayat 27. Foto: Getty Images/iStockphoto/prmustafa
Jakarta - Haji adalah rukun Islam yang ke-5. Perintah untuk menunaikan haji termaktub dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam surat Al Hajj ayat 27.

Surat Al Hajj adalah surat ke-22 dalam urutan mushaf Al-Qur'an dan terdiri dari 78 ayat. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir al-Munir, dinamai surat Al Hajj karena di dalamnya terdapat ayat yang menjelaskan kewajiban ibadah haji bagi manusia melalui lisan Nabi Ibrahim AS, sebagaimana termuat dalam ayat 27.

Surat Al Hajj Ayat 27 Arab, Latin, dan Terjemahannya

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Wa ażżin fin-nāsi bil-ḥajji ya`tụka rijālaw wa 'alā kulli ḍāmiriy ya`tīna ming kulli fajjin 'amīq

Artinya: "Dan berserulah kepada manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surat Al Hajj ayat 27 mengandung perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS agar menyeru manusia untuk mengerjakan ibadah haji ke Baitullah dan menyampaikan kepada mereka bahwa haji termasuk ibadah wajib bagi muslimin.

Mayoritas ahli tafsir berpendapat bahwa perintah Allah SWT dalam ayat ini itujukan kepada Nabi Ibrahim AS yang baru saja merampungkan pembangunan Ka'bah. Pendapat ini berlandaskan pada riwayat Ibnu 'Abbas dari Jubair.

Adapun, menurut Al-Hasan, ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia berpendapat bahwa semua perkataan dan pembicaraan dalam ayat Al-Qur'an ditujukan kepada Rasulullah SAW, termasuk perintah untuk menunaikan ibadah haji.

Pada firman-Nya, "Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh", Imam Ibnu Katsir menerangkan dalam kitab tafsirnya, sebagian ulama menjadikan firman ini sebagai dalil bahwa ibadah haji dengan berjalan kaki bagi orang mampu melakukannya adalah lebih utama daripada berkendaraan.

Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa melakukan ibadah haji dengan berkendaraan adalah lebih utama karena mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah SAW. Disebutkan dalam suatu riwayat, beliau SAW melakukan ibadah haji dengan berkendaraan, padahal kekuatan beliau sangat prima.

Selain dalam surat Al Hajj ayat 27, perintah melaksanakan ibadah haji juga termaktub dalam surat Ali Imran ayat 97. Allah SWT berfirman,

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

Simak Video "Massa Aksi Bela Al-Qur'an Ancam Demo Tiap Jumat, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)