Kegiatan Wajib Haji dan Rukunnya yang Harus Dipenuhi Jamaah

Kegiatan Wajib Haji dan Rukunnya yang Harus Dipenuhi Jamaah

Christavianca Lintang - detikHikmah
Rabu, 30 Nov 2022 16:30 WIB
Kakbah dan ibadah haji
Wajib haji serta rukun-rukun haji. Foto: Getty Images/iStockphoto/prmustafa
Jakarta - Ibadah haji merupakan rukun Islam yang ke lima. Dalam melaksanakan ibadah haji, jamaah harus mengetahui tentang rukun dan wajib haji. Apa saja yang termasuk dalam rukun dan wajib haji?

Mengutip pada buku Pesona Ibadah Nabi oleh Ahmad Rofi' Usman, haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) untuk melakukan serangkaian ibadah, yakni tawaf, sa'i, wukuf di Arafah, serta amalan lainnya pada masa tertentu. Masa tertentu tersebut termasuk pada bulan Dzulhijjah. Ibadah ini hukumnya wajib yang berlaku untuk orang yang memenuhi syarat, seperti Islam, dewasa, berakal sehat, merdeka, dan mampu melaksanakannya.

Perintah untuk menjalankan ibadah haji dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surah Ali 'Imran ayat 97 yang berbunyi,

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali 'Imran: 97)

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa kewajiban dalam menjalankan ibadah haji bagi orang yang mampu untuk bepergian ke Baitul Haram, mencakup pada kemampuan hal biaya, sehat dan aman maka hukumnya wajib apabila tidak ada kendala dalam memenuhinya.

Lantas, apa saja yang termasuk dalam rukun, wajib, dan sunnah haji?

Rukun Haji

Melansir pada halaman Kemenag, terdapat lima rukun haji, yakni:

1. Ihram
Ihram merupakan pernyataan yang mulai mengerjakan atau umroh dengan memakai pakaian ihram yang disertai niat haji atau umroh di miqat.

2. Wuquf di Arafah
Wuquf adalah kegiatan berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dari tergelincirnya matahari (waktu dzuhur) sampai dengan terbenam matahari dalam keadaan suci maupun tidak suci.

3. Tawaf Ifadah
Tawaf ibadah merupakan kegiatan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dan dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.

4. Sa'i
Sa'i merupakan kegiatan antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

5. Tahallul
Tahallul merupakan bercukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya tiga helai, bagi laki-laki lebih utama apabila mencukur seluruh rambut di kepala.

6. Tertib
Tertib berarti mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

Wajib Haji

Masih dengan sumber yang sama, wajib haji menjadi rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh jamaah haji. Apabila ditinggalkan salah satu dari wajib haji, maka ibadah hajinya tetap sah. Meskipun begitu, ia harus membayar dam (denda).

Wajib haji tersebut ialah:

1. Berihram (berniat) dari miqat yang telah ditentukan.
2. Mabit (bermalam) di muzdalifh, suatu daerah yang berada antar Arafah dan Mina.
3. Melontar jumrah 'aqabah pada hari raya haji.
4. Mabit (bermalam) di Mina.
5. Melempar tiga jumrah, yaitu jumrah 'ula, wusta, dan 'aqabah.
6. Meninggalkan larangan-larangan haji.


Sunah Haji

Adapun sunnah dalam ibadah haji, yakni:

1. Melaksanakan haji ifrad.
2. Membaca talbiyah selama ihram sampai melontar jumrah 'aqabah pada hari raya idul adha.
3. Berdoa setelah membaca talbiyah.
4. Membaca zikir tawaf.
5. Memasuki Ka'bah.

Itulah beberapa penjelasan mengenai rukun, kegiatan wajib haji dan sunnah dalam ibadah haji. Semoga kita sebagai muslim dimampukan untuk segera pergi haji dan melaksanakannya.

Simak Video "Menag Soal Rencana Perjalanan Haji 2023: Kloter I Tanggal 24 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)