Soal Haji 2023, Dirjen PHU Kemenag: Januari-Februari Kebut untuk Pelunasan

Soal Haji 2023, Dirjen PHU Kemenag: Januari-Februari Kebut untuk Pelunasan

Rahma Harbani - detikHikmah
Rabu, 30 Nov 2022 12:00 WIB
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief saat menutup Mudzakarah Perhajian Indonesia 2022 di Situbondo, Selasa (29/11/2022). (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menyebut, kuota haji bagi jemaah Indonesia tahun 2023 diperkirakan penuh. Kabar tersebut didapatnya dari otoritas Arab Saudi.

Keterangan itu disampaikan Hilman saat penutupan Mudzakarah Perhajian Indonesia tahun 2022 di Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo, Selasa (29/11/2022).

"Insya Allah kuotanya penuh karena dari sana bahasanya begitu," katanya dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, Hilman belum dapat memastikan maksud kuota penuh tersebut merujuk pada kuota normal tahun 2019 atau kuota yang sama seperti tahun 2022. Ia mengatakan, belum ada kepastian soal angka pastinya.

Meski demikian, kata Hilman, Kemenag sudah menggelar rapat awal dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Indonesia bahkan terpilih sebagai negara yang diprioritaskan menggelar rapat tersebut agar bisa segera melakukan persiapan dini.

"Indonesia jemaahnya terbesar di dunia sehingga pengelolaannya harus dipersiapkan lebih awal," terang dia.

Hilman juga menjelaskan, penandatanganan MoU penyelenggaraan ibadah haji antara Menteri Agama (Menag) RI Yaqut C Qoumas dengan Menteri Urusan Haji Arab Saudi dijadwalkan pada 9 Januari 2023 mendatang. Penandatanganan itu juga diiringi dengan penandatanganan seluruh kontrak layanan, baik akomodasi, transportasi, konsumsi, maupun Masya'ir.

"Insya Allah, Januari dan Februari kita sudah harus lari kencang untuk pelunasan," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin juga meminta kuota haji jemaah Indonesia 2023 ditambah pada Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi. Khususnya, setelah adanya kabar waktu tunggu terlama haji di Indonesia pada pelaksanaan sebelumnya hingga mencapai 41 tahun.

"Karena itu, akan sangat gembira sekali kalau kuota haji kita ditambah karena masalah yang sangat khusus untuk Indonesia," katanya.

Menurut Ma'ruf, lamanya waktu tunggu tersebut berimbas juga dapat berimbas pada persyaratan usia maksimal jemaah yang boleh melakukan perjalanan haji.

Simak Video "Menag soal Haji 2023: Hasil Negosiasi, Saudi Turunkan Harga Masyair"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)