5 Rukun Islam yang Wajib Diamalkan Setiap Muslim

5 Rukun Islam yang Wajib Diamalkan Setiap Muslim

Kristina - detikHikmah
Rabu, 30 Nov 2022 07:00 WIB
Jadwal Sholat Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 17 Juli 2022
Ilustrasi rukun Islam yang wajib dilaksanakan setiap muslim. Foto: Getty Images/CiydemImages
Jakarta - Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasannya Islam dibangun atas lima perkara. Perkara ini yang kemudian disebut rukun Islam.

Hal itu termaktub dalam riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta'ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shoat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)

Merujuk pada hadits tersebut, rukun Islam terdiri dari syahadat, sholat, puasa, zakat, dan naik haji. Berikut penjelasan selengkapnya.

5 Rukun Islam

1. Syahadat

Menurut buku Rukun Islam karya Slamet Mulyono, syahadat artinya persaksian. Secara istilah, persaksian ini adalah mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.

Syaikh Abdul Majid Az-Zandani mengatakan dalam Ilmun Iman, arti pengucapan persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT adalah bahwa orang yang menuturkan syahadat tersebut harus yakin dan percaya bahwa alam ini diciptakan, diwujudkan, ditata, dan diatur oleh Tuhan Yang Esa, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.

Sementara itu, lanjut Syaikh Abdul Majid Az-Zandani, arti pengucapan persaksian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT adalah bahwa orang yang menuturkannya mengimani, percaya, dan yakin bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasulullah SAW yang diutus oleh Allah SWT dengan membawa petunjuk dan agama yang benar.

"Orang yang mengucapkan syahadat rasul ini adalah pengikut Muhammad SAW dengan mewujudkan ketaatannya pada Allah," jelas Syaikh Abdul Majid Az-Zandani.

Adapun lafaz kalimat syahadat adalah sebagai berikut,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadarrasuulullahi

Artinya: "Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

2. Sholat

Diterangkan dalam sumber yang sama, sholat adalah berdoa atau mengagungkan ucapan-ucapan atau perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tata cara sholat telah dicontohkan Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits.

Setiap muslim wajib mendirikan sholat sebanyak lima kali sehari atau 17 rakaat, yakni sholat 2 rakaat sholat subuh, 4 rakaat sholat zuhur, 4 rakaat sholat ashar, 3 rakaat sholat maghrib, dan 4 rakaat sholat isya.

Perintah untuk sholat juga termaktub dalam Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 43. Allah SWT berfirman,

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

3. Puasa

Para ahli fikih mendefinisikan puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dari yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Adapun, puasa yang diwajibkan atas setiap muslim adalah puasa Ramadan.

Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3, ulama mazhab Syafi'i menyebut ada empat syarat wajib puasa. Di antaranya beragama Islam, baligh, berakal, dan mampu. Dalam mazhab ini, puasa tidak wajib atas orang yang tidak mampu melakukannya karena faktor usia tua atau sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh dan juga bagi wanita haid.

4. Zakat

Rukun Islam yang keempat adalah zakat. Menurut arsip detikHikmah, zakat adalah pemberian hak kepemilikan atas sebagian harta tertentu kepada orang yang telah ditentukan oleh syariat dan semata-mata karena Allah SWT.

Selain itu, zakat juga diartikan sebagai harta yang dikeluarkan oleh orang kaya untuk saudara-saudaranya yang fakir dan untuk kepentingan umum yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Zakat yang wajib ditunaikan atas setiap muslim terdiri dari dua jenis, yakni zakat fitrah yang dikeluarkan ketika bulan Ramadan dan zakat mal bagi orang yang mempunyai harta yang telah mencapai haul dan nisab.

Muhammad Jawad Mughniyah mengatakan dalam Al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah, ulama empat mazhab sepakat bahwa zakat fitrah ini wajib dikeluarkan oleh setiap orang Islam yang kuat, baik tua maupun muda. Maka, wali anak kecil dan orang gila wajib mengeluarkan hartanya serta memberikannya kepada fakir.

Dalil kewajiban mengeluarkan zakat disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al Baqarah ayat 43.

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ

Artinya: "Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk."

Selain itu, dalam surah Al Baqarah ayat 110 Allah SWT juga berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: "Dan laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

5. Naik Haji

Rukun Islam yang kelima adalah naik haji bagi yang mampu. Ibadah ini dilakukan dengan mengunjungi Baitullah yang terletak di Tanah Suci.

Perintah melaksanakan haji Termaktub dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97. Allah SWT berfirman,

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: "....(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."

Perintah untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima ini juga disebutkan dalam surah Al Hajj ayat 27. Allah SWT berfirman,

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

Artinya: "(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

Simak Video "Kecam Aksi Rasmus Paludan, Umat Islam di Ciamis Bakar Bendera Denmark"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)