6 Sunnah ketika Wukuf di Arafah, dari Mandi hingga Jamak Sholat

6 Sunnah ketika Wukuf di Arafah, dari Mandi hingga Jamak Sholat

Rahma Harbani - detikHikmah
Selasa, 22 Nov 2022 17:30 WIB
A Muslim pilgrim supplicates for God as he holds an umbrella on Mount Mercy on the plains of Arafat during the annual haj pilgrimage, outside the holy city of Mecca, Saudi Arabia September 11, 2016. REUTERS/Ahmed Jadallah
Jemaah haji saat wukuf di Arafah. (Foto: Reuters)
Jakarta - Wukuf termasuk dalam salah satu rukun haji yang ditegaskan pengamalannya oleh Rasulullah SAW. Dengan demikian, ada baiknya bila rukun haji tersebut bisa disempurnakan dengan sunnah-sunnah yang dianjurkan.

Wukuf di Arafah adalah amalan yang dilakukan dengan berhenti atau berdiam diri di Arafah dalam keadaan ihram walau sejenak. Wukuf dilakukan saat matahari tergelincir pada 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga terbit fajar hari nahar atau hari menyembelih hewan kurban pada 10 Zulhijah.

Keterangan tersebut disebutkan dalam salah satu riwayat hadits yang diceritakan dari Abdurrahman bin Ya'mar RA. Rasulullah SAW bersabda:

الحجُّ عرفةُ , فمن اَدْرَكَ لَيْلَةَ عرفةَ قبلَ طُلُوْعِ الفَجْرِ من ليلةِ جُمَعٍ فَقَدْ تَمَّ حَجُّـهُ

Artinya: "Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam hari jam'in (10 Dzulhijjah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji." (HR At-Tirmidzi).

Wukuf dilakukan setelah khutbah wukuf dan salat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar dalam keadaan tenang dan khusyuk. Selama wukuf, jemaah dapat memperbanyak dzikir, istighfar, sholawat dan doa sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Di samping itu, ada sunnah-sunnah ketika wukuf di Arafah yang dianjurkan untuk diamalkan. Berikut ulasan selengkapnya yang dinukil dari buku Fikih Sunnah Jilid 3 oleh Sayyid Sabiq.

6 Sunnah ketika Wukuf di Arafah

1. Shakhrat

Wukuf di tanah lapang selama masih di wilayah Arafah kecuali Bathnu Arafah. Namun, tempat yang lebih dianjurkan lagi adalah Shakhrat atau tempat yang dekat dengannya semampu mungkin. Rasulullah SAW bersabda,

"Aku wukuf di sini dan seluruh Arafah adalah tempat wukuf," (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

2. Mandi

Mandi sebelum wukuf pada sore hari. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat Imam Malik yang menyebut Ibnu Umar RA mandi di Arafah untuk wukuf.

3. Berdoa

Menghadap kiblat dan menjaga diri dalam keadaan suci saat beristighfar, berdzikir, dan berdoa. Usamah bin Zaid berkata, "Aku berada di belakang Rasulullah SAW di atas kendaraan ketika di Arafah. Beliau mengangkat kedua tangan beliau sambil berdoa." (HR Nasa'i).

4. Jamak Sholat

Menjamak sholat Dzuhur dan Ashar di Arafah. Sesuai dengan hadits shahih, Rasulullah SAW azan kemudian berdiri untuk melaksanakan sholat Dzuhur kemudian berdiri kedua kalinya untuk melaksanakan sholat Ashar (HR Bukhari).

5. Tenang

Meninggalkan Arafah dengan tenang setelah tenggelamnya matahari. Rasulullah SAW sendiri melakukan hal itu dengan menarik tali kendali unta beliau agar berjalan pelan hingga kepala unta menyentuh ujung pelana di punggung unta.

Rasulullah SAW bersabda, "Wahai manusia, tenanglah karena kebaikan tidak dilakukan dengan tergesa-gesa," (HR Bukhari dan Muslim).

6. Baca Talbiyah dan Zikir

Ketika wukuf di Arafah, ada sunnah terakhir yang dilakukan adalah membaca talbiyah dan berdzikir hingga melempar Jamrah Aqabah. Hal ini dilakukan pula oleh Rasulullah SAW selama perjalanan beliau meninggalkan Arafah, berikut pula diikuti oleh para sahabatnya.

Simak Video "Catat! Ini Amalan Sunnah di Tahun Baru Islam"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)