Pengertian Haji Qiran, Apa Bedanya dengan Haji Lainnya?

Pengertian Haji Qiran, Apa Bedanya dengan Haji Lainnya?

Kristina - detikHikmah
Selasa, 22 Nov 2022 10:45 WIB
Kakbah dan ibadah haji
Ilustrasi haji qiran. Foto: Getty Images/iStockphoto/prmustafa
Jakarta - Haji qiran termasuk satu dari tiga jenis ibadah haji yang bisa dilakukan umat Islam. Jenis ini disebut lebih singkat dari yang lainnya.

Menurut Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah karya Ahmad Sarwat, secara bahasa qiran artinya menggabungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Istilah ini kerap digunakan orang Arab untuk menyebut tali yang digunakan untuk mengikat dua ekor unta menjadi satu.

Adapun, menurut istilah haji, qiran adalah seseorang yang berihram untuk umrah sekaligus juga untuk haji. Dalam definisi lain, qiran diartikan berihram dengan umrah pada bulan-bulan haji, kemudian memasukkan haji ke dalamnya sebelum tawaf.

Ahmad Sarwat menjelaskan lebih lanjut, seseorang dikatakan melaksanakan haji secara qiran adalah ketika dia melakukan ibadah haji dan umrah digabung dalam satu niat dan gerakan secara bersamaan. Ini dilakukan sejak berihram.

"Sehingga, ketika memulai dari miqat dan berniat untuk berihram, niatnya adalah niat berhaji dan sekaligus juga niat berumrah. Kedua ibadah yang berbeda, yaitu haji dan umrah, digabung dalam satu praktik amal," jelas Ahmad Sarwat.

Dalil pelaksanaan haji qiran bersandar pada hadits yang berasal dari Aisyah RA, yang berkata,

"Kami berangkat bersama Nabi SAW pada tahun Haji Wada' (perpisahan). Di antara kami ada yang berihram untuk umrah, ada yang berihram untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Sedangkan Rasulullah SAW berihram untuk haji. Adapun orang yang berihram untuk haji atau menggabungkan haji dan umrah maka mereka tidak bertahallul sampai hari nahar (tanggal 10 Zulhijah)." (HR Bukhari)

Cara Pelaksanaan Haji Qiran

Cara melaksanakan haji qiran cenderung lebih singkat karena dua ibadah dilakukan secara bersamaan. Jumhur ulama termasuk Ibnu Umar RA, Jabir, Atha', Thawus, Ishaq, Ibnu Rahawaih, Mujahid, Abu Tsaur, dan Ibnul Mundzir mengatakan, seseorang hanya perlu mengerjakan satu ritual saja, tidak perlu dua kali untuk haji dan umrah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Mereka yang menggabungkan antara haji dan umrah (qiran) cukup melakukan satu kali tawaf saja." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, saat Aisyah RA melakukan haji qiran, Rasulullah SAW menegaskan untuk melakukan tawaf dan sai sekali saja untuk haji dan umrah. Beliau SAW bersabda,

"Cukup bagimu satu kali tawaf dan sai antara Shafa dan Marwah untuk haji dan umrahmu." (HR Muslim)

Hal tersebut juga dikatakan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Kitab Zadul Ma'ad. Bahwasannya orang yang memilih haji qiran cukup satu kali sai.

Muhammad Jawad Mughniyah mengatakan dalam al-Fiqh 'ala al-madzahib al-khamsah, ulama empat mazhab sepakat bahwa qiran adalah berihram untuk haji dan umrah secara bersamaan dengan mengatakan,

Labbaika allahumma bihajjin wa 'umratin.

Artinya: "Ya Allah, aku bertalbiyah (memenuhi panggilan-Mu) dengan melakukan haji dan umrah."

Cara pelaksanaan haji qiran itulah yang membedakannya dengan haji tamattu' dan ifrad. Seperti dijelaskan Muhammad Jawad Mughniyah, jika haji qiran dilakukan secara bersamaan antara haji dan umrah, haji tamattu' dikerjakan dengan mendahulukan amalan umrah baru setelahnya mengerjakan amalan haji.

Kemudian, haji ifrad dilakukan dengan mendahulukan amalan haji terlebih dahulu dan setelah itu berihram untuk umrah lalu mengerjakan amalan umrah. Demikian menurut kesepakatan para ulama mazhab.

Simak Video "Menag Soal Rencana Perjalanan Haji 2023: Kloter I Tanggal 24 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)